May 14, 2008

Harapan Hidup

Masalah :

Assalamualaikum Wr Wb
Dokter Zubairi Yth,
Dok, saya tidak bertanya tentang penyakit, tetapi bagaimana cara menjaga kesehatan agar kita tetap sehat di hari tua. Saya membaca sebuah artikel, harapan hidup orang Jepang tinggi sekali, 83 tahun untuk perempuan, bandingkan dengan 79 tahun untuk penduduk Amerika dan 73 tahun untuk perempuan Indonesia. Apakah perbedaan itu bisa diperkecil? Bukankah kalau kita berusia 73 tahun dan dalam kondisi sehat, banyak manfaatnya untuk kehidupan bangsa kita?

Aminah, Cikampek

 

Jawaban :

Waalaikumussalam Wr Wb

Bu Aminah Yth,

Tentu, Indonesia bisa mencapai tujuan tersebut, hidup sehat di usia 73 tahun dan harapan hidup sama dengan bangsa lain, termasuk Jepang, Prancis (ranking kedua, 82,6 tahun) atau Amerika, tentu dengan upaya dan kerja keras bersama. Ada beberapa indikator kesehatan penting yang perlu diperbaiki dalam jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu aktivitas fisik, kebiasaan merokok, narkotika, perilaku seksual yang bertanggung jawab, kesehatan jiwa, kecelakaan dan kekerasan, kualitas lingkungan hidup, imunisasi dan akses layanan kesehatan. Beberapa hal akan saya bahas secara singkat.

1. Aktifitas fisik yang teratur sepanjang kehidupan kita, penting sekali untuk menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kualitas kesehatan jiwa dan mencegah kematian dini. Aktivitas fisik yang dianjurkan adalah olahraga atau berjalan cepat 30 menit setiap hari, paling tidak lima kali seminggu.

2. Masalah kegemukan dan obesitas (amat sangat gemuk). Ini merupakan faktor yang berkontribusi kuat menyebabkan kematian, meningkatkan risiko menderita tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kencing manis, penyakit jantung, stroke, batu empedu, sakit sendi, gangguan tidur, pernapasan dan memudahkan beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan usus besar. Obesitas juga bisa membuat penderitanya merasa terganggu karena stigmatisasi dan mengurangi percaya diri. Sekarang ini kita makin sering melihat remaja dan anak yang kegemukan, baik di lingkungan keluarga kita sendiri ataupun di tempat umum. Ini adalah hal yang amat memprihatinkan. Orang dewasa disebut mengalami kegemukan, menurut salah satu kriteria, bila BMI (body mass index atau indeks massa tubuh) 25 sampai 30, obesitas untuk BMI lebih dari 30. Menghitung BMI tidak sulit, yaitu kita bagi berat badan (kg) dengan kwadrat dari tinggi badan (m2), misalnya berat badan Polan 70 kg, tinggi badan 1,65 m, maka BMI= 70/(1,65×1,65) = 70/2,7 = 26, jadi termasuk kegemukan. Bila berat badan Polan 84 kg, maka BMI-nya 31. Jadi, ia termasuk obesitas.

3. Narkotika dan alkohol. Makin besar masalah narkotika di suatu negara, harapan hidup penduduknya makin pendek. Kita membaca di media cetak ataupun melihat di media elektronik, paling tidak seminggu sekali, masalah narkotika merupakan masalah besar negeri kita tercinta. Betapa banyak pengguna narkotika yang telah meninggal karena overdosis, meninggal karena AIDS, sakit lever, dan jantung. Makin berat lagi masalah bagi pengguna narkotika, karena seringkali juga mengkonsumsi alkohol dan merokok secara berlebihan. Pemecahan masalah merokok, narkotika dan alkohol perlu dan harus mendapat prioritas pertama dari pimpinan nasional kita.

4. Merokok menjadi masalah besar di negeri kita. Merokok menyebabkan banyak penyakit dan kematian yang sebetulnya dapat dicegah. Di banyak negara kematian akibat merokok setiap tahun, terbukti jauh melebihi kematian akibat AIDS, alkohol, kokain, heroin, bunuh diri dan kecelakaan lalu-lintas digabung menjadi satu. Merokok menyebabkan kita mudah menderita penyakit jantung koroner, kanker paru, penyakit paru menahun yang seringkali berakhir dengan kematian. Merokok sewaktu hamil memudahkan keguguran, lahir prematur dan kematian mendadak segera setelah lahir. Asap rokok juga mengganggu kesehatan masyarakat yang tidak merokok, meningkatkan jumlah pasien asma dan bronchitis pada anak secara signifikan. Hampir semua negara di dunia ini melarang iklan merokok di televisi.

5. Kesehatan jiwa. Yang disebut kesehatan jiwa tidak sekadar bebas dari sakit jiwa, tetapi termasuk fungsi mental yang optimal sehingga bekerja lebih produktif, hubungan antar manusia bagus, mampu untuk adaptasi, dan secara kejiwaan mampu menghadapi berbagai masalah, termasuk ketika sakit. Kesehatan jiwa merupakan prasyarat agar kita sehat secara keseluruhan, hubungan interpersonal dan hubungan keluarga yang baik dan berkontribusi, berguna untuk masyarakat. Sebaliknya, seseorang yang depresi menyebabkan ia tidak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai orangtua, sebagai suami atau isteri.

6. Kecelakaan lalu-lintas. Kecelakaan lalu-lintas erat hubungannya dengan kesehatan, angka kematian yang tinggi, dan penyebab kecacatan. Sementara penyebab kecelakaan itu sendiri seringkali terkait dengan minuman keras. Menurut data Kepolisian RI pada tahun 2003, jumlah kecelakaan di jalan mencapai 13.399 kejadian dengan jumlah kematian mencapai 9.865 orang. Di Semarang, 920 orang meninggal selama enam bulan, dari bulan Januari sampai Juni tahun 2007. Penyebab utama kecelakaan lalu-lintas disebabkan oleh faktor manusia, faktor kendaraan, berikutnya faktor jalan, dan faktor lingkungan. Beberapa upaya penting bisa dikerjakan untuk mencegah kecelakaan lalu-lintas. Tabrakan kendaraan bukan takdir, tetapi seringkali bisa diprediksi dan bisa dicegah. Pemakaian sabuk pengaman dan pemakaian helm untuk pengendara motor serta mengurangi kecepatan kendaraan amat efektif menekan angka kematian. Bahasan mengenai kualitas lingkungan, imunisasi dan akses ke layanan kesehatan disampaikan di lain kesempatan. Dapat disimpulkan banyak sekali yang harus dikerjakan untuk mencapai tujuan meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup bangsa kita, dan itu merupakan tugas bersama, pemerintah, masyarakat, dokter, media dan kita semua tanpa kecuali.

Dokter Zubairi

 

 

Sumber : Republika Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/tubuh/harapan-hidup-449/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.