February 21, 2008
Mengatasi Congekan (Radang Kronis Telinga Tengah)-2
Masalah :
Bagaimana Radang Kronis Supuratif Telinga Tengah (RKSTT) menyebabkan komplikasi berbahaya dan bagaimana gejalanya?
Nanah (pus) yang terbentuk akibat proses infeksi di telinga tengah merupakan media yang sesuai bagi berbagai macam kuman untuk dapat tumbuh dan berkembang biak dengan subur, ditambah lagi dengan terbentuknya kolesteatom maka potensi untuk menyebarluaskan infeksi semakin besar. Penyebaran infeksi dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Jawaban :
Penyebaran secara langsung terjadi akibat penipisan (erosi) tulang pembatas ataupun pengrusakan (destruksi) dinding tulang organ sekitar oleh kolesteatom. Beberapa struktur penting telinga yang sering rusak akibat proses di atas adalah rongga mastoid, rongga penghubung (atticoanthral), telinga dalam meliputi organ pendengaran (cochlea) dan organ keseimbangan (vestibuler).
Penyebaran infeksi juga dapat terjadi mengikuti aliran pembuluh darah balik dan dapat mengenai beberapa struktur amat penting otak di antaranya adalah selaput otak (meningens), sinus lateralis otak, lobus temporalis otak atau cerebellum. Beberapa kelainan akibat komplikasi di atas adalah meningitis, tromboflebitis sinus lateralis dan abses otak.
Beberapa manifestasi klinis yang patut dicurigai adanya komplikasi berbahaya pada penderita RKSTT adalah: peningkatan suhu tubuh, demam, menggigil, lemah, lesu, nafsu makan menurun dan iritabilitas, sakit kepala hebat, penglihatan kabur dan silau, mual, muntah yang menyembur (projectil), penurunan kesadaran, mengigau, kaku kuduk dan pada anak-anak kadang-kadang timbul kejang dan kelumpuhan.
Gejala di atas merupakan tanda keadaan gawat yang harus segera ditangani di rumah sakit.
Upaya apa saja yang dapat dilakukan bila telah menderita RKSTT ?
Secara umum mencegah lebih baik daripada mengobati, tetapi bila telah terkena penyakit tersebut sebaiknya berikan perhatian yang cukup untuk dapat berobat secara teratur, mencegah air masuk ke telinga yang sakit dengan menggunakan sumbat telinga dari kapas yang dipadatkan pada saat mandi, tidak berenang, menghindari makanan atau minuman yang dingin atau pedas, berhenti merokok sesegera mungkin, mencegah infeksi berkelanjutan dengan segera berobat ke dokter bila ada gejala terserang flu, sakit tenggorok atau batuk pilek. Pada saat ini obat tetes telinga dengan mudah dapat dibeli di toko obat dan apotik, tetapi sebaiknya sebelum menggunakan konsultasikan dulu dengan dokter Anda karena penggunaan obat tetes telinga secara sembarangan dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada saraf pendengaran yang nantinya malah mengakibatkan gangguan pendengaran yang lebih berat lagi.
Pada keadaan di mana sudah terdapat jaringan patologis yang ireversibel di telinga tengah atau pun gendang telinga tidak dapat menutup spontan maka diperlukan operasi telinga. Tujuan operasi telinga itu selain untuk membuang jaringan patologis sehingga telinga dapat sembuh juga bermaksud untuk memperbaiki sistem konduksi suara dan menutup lubang di gendang telinga bila memungkinkan.
Perlu diingat bahwa operasi telinga pun belum tentu memberikan jaminan kesembuhan yang sempurna, sebab banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi kesembuhan seperti daya tahan tubuh, resistensi kuman dan ketepatan pemberian antibiotik, perawatan luka pascaoperasi, kebersihan diri serta kepatuhan penderita pada batasan yang diperbolehkan. Penilaian keadaan telinga tengah sebelum, selama operasi berlangsung dan sesudah operasi merupakan salah satu upaya untuk menentukan keberhasilan operasi.
Bagaimana mencegah radang telinga tengah?
Beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk mencegah insidens radang telinga tengah seperti: mengurangi tingkat polusi udara terutama di dalam rumah dengan tidak merokok, perbaikan sarana sanitasi melalui kemudahan mendapatkan air bersih serta kecukupan ventilasi ruangan, memperbaiki daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bersih sehat dan bergizi, peningkatan kebersihan diri, tidak mengorek telinga sembarangan, pengobatan infeksi saluran napas atas dan infeksi sinus paranasal secara tuntas dan penanganan alergi hidung secara tepat. Bagi bayi dan anak dengan cacat bawaan celah langit-langit upaya operasi rekonstruksi dan terapi lanjutan mampu mengurangi insidens RKSTT.
Pada akhirnya perlu ditekankan kembali bahwa upaya pencegahan diyakini akan jauh lebih murah dari pada pengobatan.
Dr. Hari Purnama, SpTHT
Dokter Spesialis THT
RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Hari Purnama SpTHT, Radang Telinga, Sinar Harapan






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.