September 4, 2008

Pengobatan Komplikasi Penyakit Kanker Stadium Lanjut

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh di mana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh empat faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah.

Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal. Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak.

Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera di atasi. Di antaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati.

Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan. Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah.

Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, di antaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

September 3, 2008

Memeriksa Petanda Ganas Kanker

Tanya:

Dokter, saya wanita 49 tahun, menderita kanker payudara kanan dan sudah dioperasi dengan pengangkatan seluruh payudara kanan saya dilanjutkan kemoterapi. Bagaimana menentukan bahwa pengobatan kanker saya sudah berhasil ? Saat ini saya masih kontrol ke dokter, dan diperiksa darah, kata dokter itu sejenis pemeriksaan petanda tumor. Apa itu petanda tumor dan apa manfaatnya untuk saya ? Terimakasih , jawaban dokter saya tunggu.

Ny Linda, Pontianak

Jawab:

Kesembuhan pada penderita kanker sangat ditentukan berbagai faktor, bukan hanya tindakan operasi saja. Faktor yang menentukan antara lain, stadium penyakit saat dilakukan pengobatan, jenis dan gradasi histopatologi kanker itu sendiri, sifat-sifat kanker yang berpengaruh terhadap keberhasilan khemoterapi atau radiasi atau terapi hormon yang disebut faktor prediktif seperti Estrogen Reseptor, Progesteron Reseptor, sifat-sifat biologi molekuler kanker yang bersangkutan dan masih banyak lagi faktor lainnya.

Sebenarnya faktor-faktor yang dapat memperkirakan apakah suatu khemoterapi , hormonal terapi akan berespons atau tidak sudah dapat dilakukan di Pontianak. Namun karena biaya pemeriksaan ini relatif cukup mahal, sehingga tidak rutin dilakukan, kecuali penderitanya memang mampu dan mau untuk memeriksakannya sehingga pengobatan yang diberikan dapat optimal.

Tingkat kesembuhan biasanya dinilai dari daya tahan hidup atau survival rate selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahu, 20 tahun dst. Usia dan kehidupan hanya Allah yang punya. Dokter hanyalah perantara untuk mengobati dengan semua ilmu yang dimiliki dan sarana yang tersedia. Karena kanker merupakan penyakit yang harus selalu dikontrol rutin berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, maka penderita kanker tidak boleh lepas dari pemantauan dokter yang menanganinya.

Pada follow up penderita kanker antara lain dilihat ada tidaknya keluhan, ada tidaknya kekambuhan lokal di daerah operasi, ada tidaknya penyebaran kanker ke tempat lain setelah dioperasi dan khemoterapi, misalnya adanya penyebaran ke paru, liver, tulang, otak.

Petanda ganas menyatakan berbagai molekul atau substansi yang terdapat pada sel kanker atau diproduksi oleh sel kanker maupun sel jinak sebagai respons terhadap adanya keganasan. Substansi ini dapat dijumpai di dalam sel, jaringan atau cairan tubuh dan dapat diukur secara kualitatif maupun kuantitatif dengan metode kimia, imunologi maupun biologi molekuler. Bahan pemeriksaan dapat diambil dari darah atau dari jaringan tumor itu sendiri.

Petanda ganas terdiri dari petanda ganas tingkat seluler, tingkat molekuler dan petanda ganas serologik. Saat sekarang yang paling banyak dilakukan adalah petanda ganas serologik yang menggambarkan adanya produksi dan sekresi berbagai substansi oleh kanker ke dalam darah atau cairan tubuh.

Di laboratorium klinik pemeriksaan petanda ganas terutama untuk deteksi, identifikasi dan pemantauan untuk mengkonfirmasikan adanya kanker yang telah diduga sebelumnya serta kaitannya dengan prognosis dan memantau perjalanan penyakit pada penderita kanker yang telah dilakukan suatu tindakan, misalnya operasi.

Tidak ada jadwal yang baku untuk pengukuran petanda ganas, namun disesuaikan dengan keadaan masing-masing penderita. Secara umum jadwal pemantauan yang dianjurkan adalah :

1. Sebelum dilakukan pengobatan, operasi atau lainnya.

2. Bila diduga ada kekambuhan atau adanya penyebaran / metastasis.

3. Bila dilakukan penentuan ulang stadium.

4. Bila pada pemantauan atau follow up ditemukan adanya peningkatan kadar petanda ganas.

Sebagai pedoman, dalam pemantauan , kadar petanda ganas harus meningkat bila kanker menjadi progresif atau berkembang kembali , menurun bila kanker regresif dan menetap pada keadaan penyakit stabil. Adanya relaps atau kekambuhan setelah pengobatan awal yang efektif dapat diduga bila kadar petanda ganas tidak

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

September 2, 2008

Mencegah Kebusukan Gigi

Tanya:

Dok, kita ini dalam satu tahun selalu ada libur panjang. Dalam liburan ini makanan apasaja kita makan kadang-kadang tidak terkontrol lagi. Hal ini bisa bahaya dok, terutama bagi gigi sehingga ada tidak ya cara-cara menjaga gigi di saat liburan?

SHN, Sungai Kunyit

Jawab:

Mulai dari lebaran sampai perayaan malam tahun baru, "liburan manis" dapat merusak gigi Anda. Bagaimana Anda dapat melindungi gigi Anda sementara menikmati semua penganan yang manis-manis? Kombinasi makanan yang seimbang dan kebersihan gigi yang baik dapat membantu mempertahankan senyuman yang menawan, kata Miles Hall, direktur Nasional Kesehatan Gigi dari CIGNA Dental Companies.

Ikuti tip-tip berikut; batasi gula dan kanji. Gula menghasilkan asam yang menempel pada plak, lapisan lengket yang terbentuk pada gigi Anda, menghancurkan email gigi dan menyebabkan kerusakan. Untuk menetralkan asam ini, cobalah mengkonsumsi sedikit keju Cheddar, Monterey Jack atau Swiss, yang akan merangsang produksi air liur.

Kurangi cemilan. Sisa makanan di dalam lemari es sangatlah menggoda selera, karena itu kita butuh kekuatan mental. Bila Anda harus mengemil, makanlah buah segar, sayuran dan produk-produk gandum yang tidak sempurna penggilingannya (whole-grain).

Hindari permen manis dan mint yang harus dikulum lama di mulut. Pastikan Anda meminum air dalam jumlah yang banyak sesudahnya untuk memecah dan menghindari serangan asam. Gunakan pasta gigi ber-fluoride. Gosok gigi anda selama 3 menit sekurang-kurangnya dua kali sehari dan selalu sebelum tidur karena selama Anda tidur, mulut hanya memproduksi sedikit air liur yang berguna untuk menghancurkan bakteri.

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan gantilah setiap tiga hingga empat bulan sekali - lebih cepat bila bulu sudah mulai rusak. Bersihkan gigi setiap hari. Sikat gigi tidak mampu membersihkan sela-sela gigi, jadi setelah potongan kue terakhir, gunakanlah floss atau tusuk gigi khusus.

Kunjungi dokter gigi secara teratur. Jadwal kunjungan dua kali setahun kepada dokter gigi Anda akan menurunkan kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh timbunan tartar. Identifikasi masalah kecil di tahap awal akan mencegah lubang atau penyakit gusi.

"Walaupun kita semua sibuk pada waktu liburan, sisihkan beberapa menit untuk mengingat dasar dari senyuman yang menawan," kata Dr. Hall. "Dan berhati-hatilah terhadap makanan-makanan yang tersedia selama liburan… rajin sikat gigi, flossing dan kunjungan ke dokter gigi tidak dapat memutar balikkan keadaan yang terjadi akibat mengkonsumsi makanan yang tinggi kadar gula atau kanjinya." (*)

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

September 1, 2008

Mencegah Kebusukan Gigi

Tanya:

Dokter, bagaimana cara yang terbaik untuk mencegah kebusukan pada gigi ?

FGD, Kubu Raya

Jawab:

Kita semua adalah hasil evolusi - termasuk gigi kita. Keenam gigi depan telah berevolusi sehingga memiliki "ujung datar" di bagian atas. Ujung ini berguna untuk merobek atau memotong makanan sehingga seringkali disebut juga sebagai gigi pemotong.

Kebalikannya, gigi bagian belakang telah berkembang dengan tujuan fungsi yang berbeda. Ujung gigi-gigi ini menyerupai miniatur bukit, lembah dan jurang yang sangat efisien dalam "menggiling" makanan. Lembah dan jurang inilah yang menimbulkan tantangan terhadap perawatan kesehatan gigi.

Mereka sangat berpotensi untuk rusak karena mereka merupakan perangkap sisa makanan, agak sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi, dan lapisan email pelindung gig di bagian ini biasanya lebih tipis. Hampir 60% lubang gigi yang terdapat pada anak-anak terjadi pada gigi belakang mereka, baik gigi susu maupun permanen.

Untuk mencegah bakteri dan sisa makanan, sebuah penutup khusus (sealant) dapat diberikan untuk melindungi permukaan gigi belakang yang digunakan untuk mengunyah sehingga menurunkan resiko kerusakan. Pemberian sealant ini merupakan prosedur sederhana dan memakan waktu singkat serta tidak memerlukan anestesi lokal.

Sebuah sealant dapat bertahan hingga 10 tahun, tapi membutuhkan pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa penutup tersebut tidak robek atau rusak karena pemakaian. Anak-anak harus diberikan sealant pada gigi geraham begitu geraham mereka muncul -sebelum lubang sempat terbentuk. Geraham permanen yang pertama biasanya muncul antara usia 5-7 tahun, sedangkan geraham permanen ke dua muncul antara usia 11 dan 14 tahun.

Gigi lainnya seperti geraham susu, gigi permanen lainnya selain geraham, dan beberapa gigi depan mungkin saja diberi sealant, tergantung pada berapa dalam "jurang" atau "lembah" pada giginya. Pemeriksaan sederhana oleh dokter gigi Anda dapat menunjukkan gigi mana yang membutuhkan sealant. Mencegah kebusukan gigi di tahap dini akan menghemat pengeluaran Anda karena Anda telah menghindari keharusan untuk menambal lubang setiap gigi yang rusak. Bila berhubungan dengan sealant gigi, sedikit pencegahan sama artinya dengan sejumlah besar pengobatan.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

 

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 28, 2008

Memotivasi dan Mensupport Sesama Penderita Kanker

Tanya:

Dokter, saya wanita umur 43 tahun, oleh dokter saya divonis menderita kanker payudara stadium empat dan dianjurkan untuk diobati dengan kemoterapi. Saya takut, karena kata orang, pengobatan kemoterapi banyak efek sampingnya, rambut jadi gundul dan lain-lain. Apakah sudah banyak pasien yang dilakukan kemoterapi oleh dokter ? Saya ingin bertemu dengan mereka, untuk menanyakan langsung pengalaman mereka diobati dengan kemoterapi. Terimakasih atas jawaban dokter. (Ny. Dela , Singkawang)

Dok, saya wanita, 38 tahun, saya menderita kanker nasofaring, dan sudah dilakukan pengobatan. Saya ingin bertanya, apakah ada perkumpulan para penderita kanker di Pontianak? Saya ingin bertemu dengan sesama penderita kanker untuk berbagi pengalaman. Atas jawaban dokter, saya ucapkan terimakasih.

Ny. Tuti, Pontianak

Jawab:

Para penderita kanker masih banyak yang belum mengetahui benar tentang penyakitnya sendiri dan juga pengobatan serta efek samping yang mungkin akan terjadi sebagai akibat dari pengobatan penyakitnya itu sendiri.

Banyak diantara mereka, setelah divonis menderita penyakit kanker oleh dokter yang merawat dan dianjurkan menjalani berbagai upaya pengobatan, justru tidak mengikuti anjuran tersebut dan bahkan mencari upaya pengobatan lain.

Hal tersebut wajar dan sangat manusiawi, karena kanker masih dipandang penyakit yang sangat menakutkan dan harapan sembuhnya sangat kecil, sehingga belum apa-apa mereka sudah putus asa terlebih dahulu.

Pada dasarnya, saat seseorang divonis menderita penyakit kanker, maka akan ada beberapa macam reaksi yang sangat bersifat individual dari penderita yang sangat mempengaruhi cepat atau lambatnya untuk menjalani program pengobatan oleh dokter.

Reaksi tersebut adalah pertama kali terjadi fase penolakan atau pengingkaran, kemudian fase kemarahan. Setelah itu akan datang fase tawar-menawar dan selanjutnya fase depresi. Terakhir adalah fase penerimaan atau pasrah. Fase mana yang dominan untuk terjadi pada masing-masing penderita, tergantung berbagai faktor.

Semakin banyak pengetahuan yang benar mengenai penyakit kanker yang diderita dan semakin kuat dukungan dari keluarga dan orang terdekatnya, serta semakin kuat keimanannya, maka akan semakin cepat masuk ke fase penerimaan atau pasrah dengan menerima kenyataan menerima cobaan menderita penyakit kanker dan selanjutnya dengan cepat memutuskan untuk menjalani serangkaian pengobatan oleh dokter yang merawatnya.

Pengetahuan akan penyakit kanker serta upaya pengobatannya dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik langsung dari dokter yang menanganinya, dari berbagai bacaan dan informasi di berbagai media , maupun dari masukan orang-orang terdekat disekitarnya.

Namun semua itu kadang-kadang masih belum cukup, para penderita ingin juga mengetahui pengalaman langsung dari penderita kanker yang penyakitnya hampir sama yang sudah pernah menjalani pengobatan, sehingga percaya dengan apa yang dikatakan para penderita kanker yang sudah sembuh tersebut.

Melati Mekar Kembali

Melati Mekar Kembali (MMK) adalah perkumpulan para penderita kanker di Pontianak, yang anggota dan pengurusnya merupakan para penderita baerbagai macam penyakit kanker, namun yang terbanyak adalah para penderita kanker payudara. Anggotanya sudah sekitar 150 orang , namun yang katif dan rutin bertemu ada sekitar 40 orang.

Perkumpulan ini sangat bermanfaat bagi sesama penderita kanker baik yang sudah maupun yang belum menjalani pengobatan penyakitnya. Di Forum ini, sesama penderita saling berkumpul membentuk suatu keluarga besar yang merasa senasib, saling membagi pengalaman, saling mensupport, saling membantu satu sama lainnya.

Pada forum ini, para penderita melakukan kegiatan ibadah seperti pengajian rutin dan lain-lain, arisan, penyuluhan kesehatan, ceramah dan secara rutin juga mendatangkan dokter untuk menambah wawasan tentang penyakit kanker khususnya.

Juga memberikan semangat dan motivasi kepada penderita kanker baru dengan berbagi pengalaman, agar penderita kanker baru dapat yakin dan dapat menjalani pengobatan kanker yang terbaik.

Selain itu juga membentuk wadah kesenian berupa Vocal Group dan pernah tampil pada acara Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia ( PKB PERABOI ) di Hotel Grand Mahkota Pontianak pada bulan April 2008 yang lalu .

Walaupun menderita penyakit kanker, namun secara sosial mereka semua itu sama dengan kita semua yang sehat. Saat tampil di acara PKB PERABOI tersebut, para hadirin sangat antusias dan terharu, melihat mereka semua yang tampil begitu gembira membawakan beberapa lagu gembira dengan penampilan yang rapih dan ceria.

Bila ketua kelompok tidak menyebutkan bahwa mereka semua adalah penderita kanker, para hadirin yang terdiri dari para pejabat di Kalimantan Barat, para dokter Bedah Onkologi dan dokter Bedah serta dokter se Indonesia beserta isteri-isterinya, mungkin tidak akan menyangka mereka semua ternyata penderita kanker, karena penampilannya semua sama seperti yang sehat .

Sebagian besar anggota MMK sudah menjalani pengobatan, baik operasi, kemoterapi maupun terapi hormon serta pengobatan lainnya. Mereka sudah mengalami serangkaian panjang pengobatan dengan berbagai efek samping yang dirasakan , namun tetap tabah menjalaninya sampai selesai dan Alhamdulillah hasilnya mereka semua sehat dan masih diberi umur panjang oleh Allah SWT.

Saat memulai kemoterapi, mulai dari rambut rontok, sariawan, kuku hitam dan lainnya sudah mereka rasakan. Namun setelah selesai semua efek samping tersebut pulih kembali, dan rambut mereka sekarang lebih tebal, lebih hitam, lebih ikal. Mereka percaya dengan apa yang dikatakan dokter, cepat mengikuti anjuran dokter, dan hasilnya Alhamdulillah mereka semua baik, walaupun beberapa diantaranya ada yang sudah stadium lanjut saat mulai didiagnosis dan diobati sehingga hasilnya sesuai dengan tingkat stadium penyakit saat diobati tersebut.

Ketua Perkumpulan Melati Mekar Kembali adalah Ibu Hj. Nadirah, dengan alamat di Jalan Husni Hamzah, Gang Hasanah no 12, Sungai Jawi, Pontianak dengan nomor Telp. 0561-774892, HP. 08125795802.

Bagi para penderita kanker yang ingin bergabung atau berkonsultasi mengenai pengalaman para penderita kanker baik saat divonis menderita kanker, maupun saat menjalani pengobatan berupa operasi, kemoterapi dan lainnya dengan suka dukanya, silahkan menghubungi nomor tersebut.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999.

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak

Team Pengasuh

 

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 27, 2008

Penanganan Kanker Kelenjar Gondok

Tanya:

Dokter, saya wanita, umur 42 tahun, pekerjaan guru, menderita tumor kelenjar gondok di leher depan bawah kanan. Saya sudah dilakukan operasi dan sekarang sudah sembuh. Namun, ternyata hasil pemeriksaan laboratorium PA , saya dinyatakan jenis tumornya adalah kanker tiroid. Selanjutnya, pengobatan saya ini bagaimana? Apakah ada hubungannya dengan pekerjaan saya sebagai guru? Apakah bisa sembuh? Terimakasih, atas jawaban dokter.

Ny. Yanti, Pontianak

Jawab:

Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok adalah suatu kelenjar endokrin yang tidak mempunyai saluran keluar, melekat pada tenggorokan, sehingga turut bergerak waktu menelan. Kelenjar gondok ini terdiri dari dua bagian atau dua lobus, yaitu lobus kiri dan lobus kanan di sebelah kiri dan kanan tulang rawan tenggorokan atau trachea. Kedua lobus dihubungkan oleh suatu jaringan yang disebut isthmus.

Fungsi kelenjar gondok adalah untuk memproduksi hormon-hormon yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme antara lain merangsang penggunaan oksigen dan pertukaran energi sehingga meningkatkan pembentukan panas pada tubuh. Selain itu pada anak-anak kelenjar ini juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Pembesaran kelenjar gondok pada orang dewasa dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, seperti infeksi, kekurangan yodium atau neoplasma.

Pada neoplasma atau tumor, yaitu pertumbuhan sel yang berlebihan, paling sering benjolannya adalah tunggal di kiri atau di kanan, namun terkadang bisa di kiri maupun kanan sekaligus. Tumor ini bisa jinak dan bisa juga ganas. Bila ganas, maka disebut kanker tiroid.

Kanker tiroid atau kelenjar gondok umumnya tergolong kanker dengan pertumbuhan yang lambat dan terkadang bisa tahunan. Angka kesakitan maupun angka kematian kanker ini relatif rendah. Namun sebagian kecil ada yang tumbuh cepat dan sangat ganas dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Laki-laki relatif lebih sering terkena dibanding kaum perempuan. Dari segi usia, terdapat dua puncak umur yang sering terjadi yaitu usia diatas 40 tahun pada laki-laki dan diatas usia 50 tahun untuk perempuan. Selain itu juga pada kelompok usia kurang dari 20 tahun.

Penyebab pasti kanker tiroid hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun ada dua hal yang sering disebut sebagai faktor yang berperan untuk timbulnya kanker tiroid khususnya untuk jenis kanker tiroid golongan berdifferensiasi baik, yaitu fakor radiasi dan endemik goiter (gondok endemis). Endemik goiter adalah pembesaran kelenjar gondok karena kekurangan zat yodium di dalam tubuh yang terjadi di daerah endemis. Pada jenis kanker tiroid medulare, diduga ada faktor keturunan sebagai faktor penyebab. Tidak ada kepustakaan yang menyebutkan, hubungan antara profesi guru dengan tumor atau kanker kelenjar gondok.

Suatu tumor tiroid diduga ganas atau mengarah pada dugaan kanker apabila pada penderita didapatkan hal-hal sebagai berikut:

1. Pada riwayat penyakit penderita ditemukan data antara lain:

a. Pernah mendapat radiasi waktu kecil.

b. Jenis kelamin laki-laki dengan usia diatas 40 tahun atau wanita diatas 50 tahun

c. Ada riwayat pada anggota keluarga yang menderita kanker tiroid.

d. Tumor atau benjolan yang tunggal atau disebut nodul soliter.

e. Pembesaran nodul atau benjolan tiroid yang relatif cepat dan tanpa nyeri.

f. Adanya suara serak, nyeri menelan, sukar bernafas atau sesak.

g. Didapatkan pembesaran kelenjar getah bening di leher samping.

h. Adanya benjolan pada tulang kepala, adanya nyeri pada tulang belakang.

2. Pada pemeriksaan, didapatkan benjolan atau nodul tiroid yang keras, batas tidak

tegas. Juga ditemukan pembesaran kelenjar getah bening di leher samping.

Dengan pemeriksaan penunjang didapatkan nodul dingin pada sidik tiroid, Pada foto paru ditemukan adanya gambaran metastasis pada paru-paru.

Untuk menduga ke arah kanker tiroid dari suatu benjolan tiroid, tidak perlu semua faktor yang disebutkan itu harus ada, tetapi cukup beberapa faktor saja ditemukan sudah cukup untuk menduga ganas, sampai nantinya dibuktikan apakah memang benar ganas atau jinak.

Kepastian suatu tumor tiroid adalah ganas atau kanker, apabila sudah dibuktikan dengan pemeriksaan patologi anatomi, dimana biasanya dilakukan pemeriksaan patologi anatomi setelah diangkat tumor tiroid itu dengan cara operasi.

Cara Mengobatinya

Tumor tiroid umumnya berupa benjolan tidak nyeri, berupa nodul atau benjolan tunggal, pengobatannya adalah dengan cara operasi. Pada tahap pertama dilakukan pengangkatan benjolan dan kelenjar tiroid yang terkena, kemudian hasil jaringan tersebut dikirim untuk diperiksa jenis histopatologi atau patologi anatominyan.

Bila hasil PA dinyatakan jinak, maka hanya benjolan itu saja dengan tiroid yang terkena saja yang diangkat, dan sesudahnya tidak ada pengobatan lanjutkan.

Bila hasilnya ganas atau kanker tiroid , maka tindakan pengobatannya tergantung pada stadium dan jenis histopatologi kankernya.Tindakan pada kanker tiroid adalah pengangkatan seluruh kelenjar tiroid (tiroidektomi total)

Bila sudah ada penyebaran ke kelenjar getah bening leher, maka selain tiroidektomi total, juga dilakukan diseksi atau pembersihan seluruh kelenjar getah bening leher yang terkena secara radikal (diseksi leher radikal).

Di Rumah Sakit yang sudah maju dan sudah ada pemeriksaan histopatologi potong beku, maka operasi dapat dilakukan satu tahap. Namun bila sarana pemeriksaan ini belum ada, maka operasi menjadi dua tahap atau dua kali operasi.

Setelah dilakukan tiroidektomi total harus dialnjutkan dengan pengobatan:

1). 4-6 minggu setelah tiroidektomi total, dilakukan sidik seluruh tubuh untuk mencari sisa jaringan tiroid atau adanya metastasis di tempat lain.

a. Bila tidak ditemukan sisa jaringan tiroid atau metastasis, langsung diberikan hormon tiroid.

b. Bila masih ada sisa jaringan tiroid atau metastasis, maka diberikan yodium 131 terlebih dahulu, baru satu minggu kemudian diberikan hormon tiroid.

2). 6 bulan kemudian dilakukan sidik tiroid / seluruh tubuh ulangan. Bila hasilnya tidak ditemukan metastasis ,maka hormon tiroid diberikan kembali. Namun bila ada metastasis, diberikan yodium 131 dulu baru kemudian diberikan hormon tiroid satu minggu sesudahnya.

3). Prosedur tersebut diulangi sampai tidak ditemukan lagi adanya metastasis , dan setelah itu sidik seluruh tubuh diulangi:

- setiap 6 bulan selama 2 tahun pertama.

- setiap tahun selama tiga tahun berikutnya.

- selanjutnya setiap 2-3 tahun sekali.

Pada kasus-kasus tertentu, bila kanker tiroid ditemukan pada wanita kurang dari 50 tahun atau laki-laki kurang dari 40 tahun, dengan kanker tiroid stadium dini yaitu, ukuran kanker kurang dari 5 cm, belum ada infiltrasi ke jaringan sekitarnya, belum ada metastasis ke kelenjar getah bening leher dan belum ada metastasis jauh ke tulang kepala, ke tulang belakang dan ke paru, sebagian para ahli mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan tiroid yang terkena kanker beserta kankernya sedangkan tiroid sebelahnya tidak diangkat. Namun pada kasus ini penderita harus di follow up secara ketat. Pada kelompok ini, sesudah operasi penderita tidak perlu minum obat hormon tiroid seumur hidup.

Pada jenis kanker tiroid anaplastik, yaitu yang tingkat keganasannya tinggi, dengan sifat tumornya cepat sekali membesar dan infiltrasi atau menyusup ke jaringan sekitar sehingga dapat menyumbat jalan nafas, tindakannya adalah dengan radiasi eksterna, setelah terlebih dahulu dilakukan biopsi dan pemeriksaan patologi anatomi.

Pada karsinoma tiroid yang awalnya berdifferensiasi baik, suatu saat dapat berubah menjadi ke golongan anaplastik. Pada jenis karsinoma anaplastik inilah tingkat harapan kesembuhannya yang paling kecil, dan sangat membahayakan. Apalagi di Pontianak belum ada fasilitas radioterapi sehingga untuk kanker golongan ini mutlak harus dikirim penderitanya ke Jawa yang memiliki sarana radioterapi. Segeralah ibu sdr diperiksakan ke dokter, agar dapat ditegakkan diagnosisnya dan mendapat pengobatan yang tepat.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye jaya Medika) di Jl. A.R. Saleh (BLKI) No A-5. telp. 0561-583999. (*)

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 25, 2008

Rawat Rumah untuk Penderita Kanker Stadium Terminal

Tanya:

Dok, ibu saya, umur 56 tahun, menderita kanker payudara kanan. Payudara kanannya sudah ada borok yang tidak sembuh-sembuh, dan lengan kirinya juga membengkak, dan saat sekarang sesak nafas serta kondisinya sudah sangat lemah. Sudah diperiksa ke dokter dan dikatakan kanker payudara stadium lanjut sudah menyebar ke paru-paru dan sudah tidak dapat diobati lagi penyakitnya. Pengobatan di rumah sakit hanya untuk mengobati gejala penyakitnya saja. Apakah ibu saya dapat dirawat di rumah? Bagaimana caranya? Siapa yang merawatnya? Terimakasih atas jawaban dokter.

Ny. Reni, Pontianak

Jawab:

Pada penyakit kanker, dikenal istilah stadium penyakit kanker yang menggambarkan sudah sejauh mana kanker itu tumbuh dan berkembang di dalam tubuh. Ada empat stadium, stadium 1, 2, 3 dan 4. Pada stadium satu artinya, penyakit kanker masih tumbuh ditempat dia berasal dan belum menyebar kemana-mana dan relatif masih dapat disembuhkan dengan baik. Stadium empat artinya kanker sudah menyebar ke tempat jauh dari tempat dia tumbuh, bisa sudah menyebar ke paru-paru, liver, tulang belakang, otak , tulang pinggul dan lainnya.

Penderita kanker stadium terminal adalah pasien yang sudah tidak dapat disembuhkan dan sudah mendekati fase kematian (terminal). Stadium terminal umumnya adalah pada kanker stadium lanjut, yang penyebaran kankernya sudah demikian jauh dan merusak berbagai fungsi organ vital tubuh, baik disekitar kanker itu tumbuh maupun di tempat jauh (metastasis), sehingga menyebabkan keadaan umum yang buruk bagi penderitanya. Pada keadaan ini sudah tidak dapat diberikan pengobatan baik berupa operasi, kemoterapi, maupun radioterapi.

Penilaian apakah penyakit kanker sudah masuk ke dalam stadium terminal atau belum, ditentukan oleh dokter ahlinya, melalui berbagai pemeriksaan, baik secara klinis maupun laboratorium dan pemeriksaan lainnya.

Perawatan di Rumah (Home Care)

Pengobatan pada penderita kanker stadium terminal, tidak lagi ditujukan pada upaya untuk penyembuhan, tetapi lebih diarahkan kepada pengobatan paliatif.

Pengobatan paliatif adalah pengobatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita seoptimal mungkin dengan kondisi kanker yang dia derita. Umumnya lebih ditujukan untuk mengatasi gejala penyakitnya dan bukan lagi mengatasi penyebabnya.

Dapat dibayangkan bagaimana perasaan penderita maupun keluarganya, pada saat mengetahui bahwa penyakit kankernya sudah tidak mungkin disembuhkan lagi. Ada beberapa sikap yang terjadi dalam menghadapi kondisi cobaan berat seperti ini, bisa berupa penolakan, amarah, konflik batin, depresi, sampai dengan penerimaan atau pasrah akan takdir yang dialaminya.

Penderita kanker stadium terminal memerlukan perawatan yang lebih khusus, karena banyaknya keluhan yang dia rasakan. Keluarga umumnya memasrahkan perawatan dan pengobatannya di rumah sakit, karena dianggap memang tenaga ahlinya ada disitu, dan keluarga tidak mengetahui bagaimana merawat penderita.

Namun, harus diketahui, pengobatan paliatif seperti ini tidak ada batas waktu sampai kapan harus dirawat di rumah sakit, karena hanya mengobati gejala penyakit saja sampai menunggu panggilan Allah. Jangka waktu perawatan bisa sangat lama, dan tentunya memerlukan biaya sangat besar baik untuk ongkos penginapan, obat-obatan, tenaga medis dan paramedis. Selain itu keluarga juga akan sangat repot, karena harus menunggu siang maupun malam, sehingga harus meninggalkan rumah, keluarga dan pekerjaan, mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk transport dll.

Memang benar, untuk mengatasi keluhan-keluhan fisik yang dirasakan penderita seperti rasa nyeri, mual-mual, perdarahan, borok, sakit kepala dan lain-lain memerlukan tenaga dokter dan paramedis. Namun keluhan lain seperti rasa sepi, rasa kesendirian, putus asa, rasa takut, cemas, waswas, rasa ingin dicintai, rasa ingin disayangi, rasa aman, kebutuhan spiritual, support mental, support sosial, sangat memerlukan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya yang dengan tulus hati mau mendengar, memberikan uluran kasih sayang dan perhatian yang sangat diperlukan penderita mendekati saat-saat terakhirnya.

Perawatan paliatif bukan hanya dapat dilakukan di rumah sakit saja, namun dapat juga dilakukan di luar rumah sakit yaitu di rumah penderita itu sendiri. Perawatan di rumah penderita sendiri ini disebut juga home care. Home care dapat dilaksanakan dengan standart pengobatan seperti di rumah sakit.

Untuk dapat melaksanakan perawatan di rumah ini, perlu kerjasama berbagai pihak yang akan berfungsi sebagai Tim Perawatan Paliatif Rumah, yaitu dokter dan perawat rumah sakit, dokter di wilayah setempat bisa dokter Puskesmas atau dokter keluarga, PKK setempat dan relawan yang ingin membantu dan dibekali pelatihan tertentu sesuai bidang minat yang sesuai baik bidang perawatan, dukungan spiritual maupun dukungan moril ). Tim ini adalah tim yang ideal, dan sudah ada contohnya dan berjalan dengan baik di Surabaya, dipelopori oleh Rumah sakit Dr. Soetomo.

Untuk kita di Pontianak belum dibentuk Tim Perawatan Paliatif Rumah, mudah-mudahan untuk waktu yang akan datang bisa direalisasikan. Namun dengan kondisi yang ada sekarang, dapat saja dilakukan perawatan paliatif di rumah dengan tenaga yang lebih terbatas, yaitu dokter yang merawat pasien sejak awal, perawat di rumah sakit yang sudah biasa menangani penderita dan keluarga. Dan hal ini sudah diterapkan pada beberapa penderita.

Untuk perawatan luka, mengecek pemberian obat, menampung keluhan penyakit, memeriksa beberapa tanda vital seperti tekanan darah, nadi, pernafasan dilakukan oleh perawat dengan periode waktu tertentu, kemudian melaporkan kepada dokter. Dokter memonitor dan bila sangat diperlukan juga datang ke rumah penderita. Namun karena keterbatasan waktu, tentunya dokter tidak dapat datang setiap hari seperti halnya di rumah sakit. Keluarga akan dilatih untuk merawat luka dan lain-lain yang sekiranya memungkinkan, agar selanjutnya dapat merawat penderita sendiri, kecuali yang memang tidak bisa.

Dengan perawatan paliatif di rumah, penderita akan lebih tenang, keluarga juga lebih tenang. Penderita akan lebih banyak bertemu dengan orang-orang yang dia cintai, berkumpul dengan keluarga yang akan sangat membantu baik secara psikologis, sosial maupun spiritual bagi penderita dalam menghadapi saat-saat akhir hidupnya.

Semoga pertanyaan sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada pertanyaan tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke “ Klinik Tumor dan Kanker” (Klinik Spesialis Rosye jaya Medika ) di Jl. A.R Saleh No A-5 (BLKI) Pontianak, Telp. (0561)-583999. Bagi yang ingin melihat tulisan yang sudah dimuat, dapat dilihat di http://www.pontianakpost.com pada kolom konsultasi kanker. (*)

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 21, 2008

Main Bola Kaki Terkilir dan Bengkak

Tanya:

Dok, saya laki-laki berusia 18 tahun, beberapa hari yang lalu saat bermain bola kaki pada saat berlari mengejar bola saya terjatuh dengan kaki kanan menekuk kesebelah dalam. Saat ini kaki saya terasa nyeri dan bengkak. Nyeri dirasakan terutama saat mau menapakkan kaki dan berjalan.

Telah saya bawa ke tukang urut dan diurut serta diberikan obat ramuan untuk dioleskan pada kaki. Saat ini pergelangan kaki dan kaki kanan saya masih terasa nyeri dan bengkak sehingga sangat mengganggu aktifitas kegiatan sehari-hari saya. Mohon saran Dokter untuk kasus saya ini. Atas perhatian Dokter, saya ucapkan banyak terima kasih.

Dd, Pontianak

Jawab:

Yth sdr Dd di Pontianak, terima kasih atas pertanyaannya. Kami akan berusaha menjawab pertanyaan yang Sdr ajukan. Kasus yang menimpa kaki kanan Sdr kemungkinan suatu Sprain Ankle. Yaitu terjadinya peregangan atau robeknya ligamen/ jaringan ikat yang terdapat pada pergelangan kaki. Yang sering terkena adalah ligamen bagian lateral (bagian sisi luar kaki).

Gejala yang ditimbulkan akibat terjadinya peregangan atau robeknya ligamen ini adalah nyeri, bengkak, warna kemerahan dan tidak stabilnya pergelangan kaki terutama saat penderita bergerak/ berjalan.

Derajat dari Sprain:

Grade I: robeknya beberapa serabut ligamen.

Grade II: banyak serabut ligamen yang robek.

Grade III: ligamen robek berat dan terjadi instabilitas dari sendi, sering disertai dislokasi sendi.

Penatalaksanaan:

Grade I:

Pada stadium akut (24 – 36 jam I ):

Terapi: obat-obatan, istirahat sendi lutut, kompres dingin/ es, elastic verband, elevasi tungkai, boleh jalan tapi tidak boleh olah raga.

Setelah 36 jam – 7 hari:

Terapi panas (SWD. USD), massage didaerah proksimal dari cedera, elastic verband diteruskan sampai 2-3 hari, mulai diberi latihan otot-otot paha dan betis secara statis, bila nyeri dan bengkak berkurang dapat diberikan latihan lingkup gerak sendi dan latihan penguatan otot-otot dengan beban/ tahanan.

Grade II:

Terapi: obat-obatan.

Stadium 24 – 36 jam I:

Elastic verband, kompres es, istirahat, elevasi tungkai, tidak boleh menyanggah berat/ beban minimum 24 jam pertama, kalau perlu jalan menggunakan tongkat.

Setelah 36 jam:

Terapi panas (SWD, USD), latihan otot-otot paha dan betis statik, elastic verband dilanjutkan, latihan berdiri/ berjalan dimulai dengan bantuan tongkat, bila nyeri berkurang tongkat dilepas.

Setelah 48 jam– 3 minggu:

Terapi panas (SWD/ USD), latihan otot paha dan betis statik, boleh weight bearing tetapi berdiri dan berjalan dibatasi, bila bengkak hilang dapat diberikan: latihan lingkup gerak sendi, latihan peningkatan kekuatan dengan tahanan/ beban.

Grade III:

Saat di gips:

Latihan statik otot paha dan betis disertai latihan jalan dengan memakai tongkat.

Setelah gips dibuka:

Latihan lingkup gerak sendi, latihan penguatan otot-otot paha dan betis, terapi panas (SWD, USD), selesai latihan diberikan kembali/ pasang kembali elastic verband selama sampai 10-14 hari.

Demikian yang dapat kami jelaskan secara singkat tentang Sprain Ankle, semoga dapat bermanfaat bagi Anda dan pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 20, 2008

AIDS dan Ciuman

Tanya:

Pengasuh Yth. (1) Apakah HIV/AIDS dapat menular melalui ciuman dan berjabat tangan? Saya pernah dengar katanya kalau berciuman dengan orang yang HIV-positif dapat menular.

J, Pontianak

Jawab:

Kau pantas khawatir karena selama ini banyak informasi yang tidak akurat. Risiko tertular HIV bisa terjadi kalau cairan darah, air mani, cairan vagina atau air susu ibu (ASI) yang mengandung HIV masuk ke dalam tubuh kita. Nah, kalau Anda berciuman dengan seseorang yang HIV-positif kemudian terjadi perdarahan maka jika darah yang HIV-positif tadi masuk ke tubuhmu saat ciuman kau pun berisiko tertular HIV.

Risiko akan besar kalau sedang terjadi sariawan karena ada luka-luka di rongga mulut yang bisa menjadi pintu masuk HIV. Berjabat tangan tentu tidak bisa menjadi media penularan kalau tidak terjadi perdarahan ketika bersalaman.

Namun, ingat, kita tidak bisa mengenali orang-orang yang HIV-positif karena tidak ada gejala-gejala secara fisik yang khas AIDS. Status sosial dan ekonomi, jabatan, keturunan, agama dan pekerjaan tidak bisa dikait-kaitkan dengan HIV/AIDS.

Jadi, yang perlu dilakukan adalah menghindari perilaku berisiko tinggi tertular HIV yaitu (1) jangan melakukan hubungan seks penetrasi (penis masuk ke vagina atau dubur), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar nikah serta homoseks tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti karena ada kemungkinan salah satu dari mereka HIV-positif.

(2) jangan melakukan hubungan seks vaginal, seks oral dan seks anal di dalam atau di luar nikah serta homoseks tanpa kondom dengan seseorang yang suka berganti-ganti pasangan (seperti dengan pekerja seks perempuan atau waria), (3) jangan menerima transfusi darah yang tidak diskrining HIV, dan (4) jangan memakai jarum suntik secara bersama-sama dengan bergiliran.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 19, 2008

Obat Semprot, Bikin Ketagihan?

Tanya :

Dok, saya pengidap asma sejak kecil terutama bila minum es dan kalau hujan. Saya biasa minum obat asma yang dijual bebas. Akhir-akhir ini serangan asma saya semakin sering, saya ke dokter dan disarankan untuk menggunakan obat semprot, tapi saya takut karena banyak yang bilang obat semprot akan membuat ketagihan. Apa benar dok dan saya mesti minum obat atau pakai obat semprot? Terima kasih

Nn W, 19 thn, Ptk

Jawab :

Asma adalah penyakit radang kronik saluran napas yang menyebabkan saluran napas hipersensitif terhadap berbagai allergen (zat/bahan yang menyebabkan alergi). Asma bukan penyakit menular dan asma terjadi karena faktor keturunan yang disebabkan oleh gen yang jumlahnya ratusan. Alergen atau zat yang mencetuskan asma bervariasi tiap individu.

Gejala serangan asma yaitu sesak napas, rasa berat di dada, batuk dan napas yang berbunyi (mengi, bengek). Frekuensi dan beratnya serangan asma bervariasi. Beberapa penderita lebih sering terbebas dari gejala dan hanya mengalami serangan serangan sesak nafas yang singkat dan ringan, yang terjadi sewaktu-waktu.

Tujuan pengobatan penyakit asma adalah membebaskan penderita dari serangan penyakit asma. Hal ini dapat dicapai dengan jalan mengobati serangan penyakit asma yang sedang terjadi atau mencegah serangan penyakit asma jangan sampai terjadi.

Mengobati disini bukan berarti menyembuhkan penyakitnya, melainkan menghilangkan gejala-gejala yang berupa sesak, batuk, atau mengi. Keadaan yang sudah bebas gejala penyakit asma ini selanjutnya harus dipertahankan agar serangan penyakit asma tidak sering kambuh. Obat-obatan bisa membuat penderita penyakit asma menjalani kehidupan normal.

Obat obat asma terbagi 2 yaitu pelega yang bertujuan untuk mengendalikan serangan penyakit asma segera dan obat yang berfungsi untuk mengontrol supaya serangan asma tidak sering terjadi. Pengobatan berbeda tergantung beratnya, biasanya obat semprot lebih cepat. Obat golongan Beta-2 Agonis (bronkodilator) dan steroid lebih kuat.

Sebaiknya gunakan obat semprot karena lebih aman bila dibandingkan obat minum atau suntik. Cuma karena kurangnya informasi dari dokter, banyak informasi salah yang menyebutkan bahwa obat semprot malah membuat ketagihan.

Obat semprot atau hirup relative lebih aman karena dosisnya lebih kecil dibandingkan obat minum atau suntik serta langsung ke saluran napas si penderita. Selain itu karena dosis kecil jadi efek samping juga relative lebih kecil dibandingkan obat minum atau suntik. Bila serangan asma hampir tiap hari, obat yang dipergunakan adalah kombinasi obat pelega dan pengontrol. Sebagian besar bronkodilator bekerja dalam beberapa menit, tetapi efeknya hanya berlangsung selama 4-6 jam.

Bronkodilator per-oral (ditelan) dan dipergunakan bila serangan asma tidak dapat diatasi dengan obat semprot atau hirup dan memiliki efek samping dan mula kerjanya cenderung lebih lambat. Pada serangan penyakit asma yang berat, bisa diberikan secara intravena (melalui pembuluh darah). Hal lain untuk mengontrol serangan asma anda adalah dengan mengenal pencetus yang menyebabkan timbulnya serangan asma serta hindari pencetus tersebut.

Pasien asma juga dianjurkan untuk memeriksakan diri secara teratur ke dokter. Karena bisa saja kondisi penyakit bertambah ringan atau sebaliknya sehingga baik obat maupun cara hidup perlu disesuaikan. Selain itu untuk menjaga kebugaran tubuh, anda dapat juga mengikuti senam asma yang bertujuan untuk melatih otot-otot pernapasan.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 16, 2008

TBC Sebabkan Batuk Darah

Tanya :

Ibu dokter, saya mau bertanya, apakah batuk darah selalu karena disebabkan oleh TBC? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Nn. Nv

Jawab :

Batuk darah (hemoptysis) merupakan salah satu gejala dari penyakit paru. Menurut kamus kedokteran, batuk darah adalah keluarnya dahak yang berdarah yang berasal dari saluran napas bagian bawah, bukan berasal dari saluran napas bagian atas atau saluran pencernaan. Jadi perlu dibedakan antara batuk darah dengan muntah darah. Untuk membedakannya diperlukan anamnesis (riwayat penyakit) yang lengkap seperti:

batuk darah : - darah dibatukkan dengan rasa panas di tenggorokan

- darah berbuih bercampur udara

- darah segar berwarna merah muda

muntah darah - darah dimuntahkan dengan rasa mual

- darah bercampur sisa makanan

- darah terkena asam lambung berwarna hitam

Batuk darah bisa berasal dari bebagai macam penyakit, baik itu di paru ataupun di luar paru. Penyebab batuk darah umumnya dikategorikan berasal dari infeksi, tumor dan kardiovaskular (pembuluh darah serta jantung). Penyakit paru yang umumnya menjadi penyebab dari batuk darah adalah :

1. Tuberculosis paru

Perdarahan berasal pembuluh darah di saluran napas yang pecah.

2. Kanker paru

Perdarahan terjadi karena erosi permukaan tumor dalam saluran napas atau pecahnya pembuluh darah kecil di area tumor atau invasi tumor ke pembuluh darah

3. Bronkiektasis

4. Bronchitis kronik

5. Abses paru

6. Jamur paru

Komplikasi dari batuk darah yang dapat mengancam jiwa penderita adalah asfiksia atau tersumbatnya saluran napas utama karena bekuan darah serta kegagalan sirkulasi akibat kehilangan banyak darah. Penatalaksanaan dari batuk darah tergantung dari banyak tidaknya batuk darah. Bila batuk darah tidak terlalu banyak, dapat ditangani secara konservatif sedangkan bila terlalu banyak kadang sampai diperlukan tindakan pembedahan. Tindakan konservatif yang bisa dilakukan untuk menangani batuk darah yaitu : menenangkan penderita dan memberitahu penderita supaya tidak takut untuk membatukkan darahnya untuk menghindari terjadinya asfiksia. Selain itu penderita diminta untuk berbaring di posisi bagian paru yang sakit. Serta tetap menjaga agar saluran napas tetap terbuka. Selain itu yang paling penting adalah diobati penyakit utamanya.

Team Pengasuh

 

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 15, 2008

Infeksi Kulit Pada Anak

Tanya:

Ibu dokter saya ingin konsultasi tentang penyakit anak saya, perempuan usia lima tahun, sejak satu minggu yang lalu timbul koreng bernanah pada muka, mula-mula di sekitar hidung kemudian menjalar ke tempat lain. Mula-mula hanya berupa kulit kemerahan, namun kemudian timbul koreng bernanah lebar berwarna kuning dan dengan cepat menjalar di beberapa tempat di wajah.

Anak saya tidak demam, namun rewel karena luka di wajahnya. Anak saya sakit apa bu dokter? Saya sudah memandikan dengan sabun antiseptik dan memberinya salep anti radang yang dijual dipasaran namun tidak ada perbaikan. Apa yang harus saya lakukan. Terimakasih.

Ibu Johan, Mempawah

Jawab:

Ibu Johan keluhan putra ibu berupa koreng bernanah di wajah yang menyebar, tidak disertai demam kemungkinan itu adalah infeksi kulit akibat bakteri yang dikenal sebagai impetigo. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak karena berbagai faktor yang mempengaruhinya.

Bakteri penyebab impetigo terutama adalah golongan stafilokokus dan streptokokus. Sebenarnya koloni bakteri ini dalam jumlah kecil terdapat pada tubuh manusia. Koloni bakteri ini terutama terdapat pada hidung bagian anterior. Namun pada kondisi tertentu bakteri ini akan masuk pada kulit yang mengalami jejas dan berkembang biak di situ sehingga menimbulkan infeksi. Dengan demikian pada anak penyakit ini mula-mula muncul disekitar hidung selanjutnya menyebar ke bagian wajah lain, seperti yang diderita anak ibu.

Faktor predisposisi timbulnya infeksi tersebut adalah kerusakan jaringan kulit baik akibat trauma, peradangan pada kulit, hidrasi kulit yang berlebihan, atau akibat rusaknya sistem pertahanan kulit. Pada kondisi tersebut akan memudahkan bakteri dari luar tubuh masuk ke dalam kulit yang sudah luka atau terbuka dan berkembang biak dikulit tersebut sehingga menimbulkan infeksi.

Pada anak-anak faktor risiko timbulnya impetigo antara lain pada anak dengan dermatitis atopik, miliaria, higiene buruk, bekas gigitan serangga. Pada anak-anak tersebut biasanya lebih mudah timbul rasa gatal dan sering menggaruk yang akan menyebabkan trauma atau jejas pada kulit sehingga menyebabkan bakteri lebih mudah masuk ke kulit yang luka tersebut sehingga bakteri tersebut berkembang biak dan meimbulkan infeksi kulit.

Luka mula-mula berupa kulit kemerahan kemudian timbul bintik berisi air atau nanah selanjutnya timbul krusta tebal kekuningan, karena rasa gatal anak-anak sering menggaruk dan menimbulkan jejas di tempat lain sehingga koreng tersebut menyebar. Kadang-kadang ibu-ibu berusaha mengobati sendiri dengan memberikan salep gatal ataupun sabun antiseptik, tindakan ini tidak selalu benar karena justru sering menimbulkan masalah baru. Sabun antiseptik tidak cukup untuk mengobati infeksi tersebut, sabun antiseptik dengan pH basa bila dipakai pada kulit yang sedang bermasalah justru dapat menyebabkan iritasi sehingga menyebakan kondisi kulit makin gatal, sedangkan pemakaian salep anti gatal yang tidak tahu zat aktif obat tersebut juga dapat menimbulkan masalah baru karena salep yang tidak tepat justru akan menyuburkan koloni bakteri.

Ibu Johan, untuk penyakit yang diderita putra ibu sebaiknya ibu konsulkan ke dokter agar dapat penatalaksanaan yang tepat. Pengobatan putri ibu memerlukan antibiotika baik topikal maupun sistemik. Untuk perawatan di rumah lebih baik ibu menggunakan sabun bayi, atau sabun ph balance, kuku tangan harus dipotong dan bersih untuk menghindari luka pada kulit, dan menjaga higiene kulit.

Demikianlah penjelasan saya, bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:HP 0818464018 atau Pontianak Post atau poli Kulit dan Kelamin RS Soedarso atau apotek Mitra Jalan Jend Urip.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 14, 2008

Risiko AIDS Kencan dengan PSK

Tanya:

Pengasuh Yth. Saya seorang perjaka berumur 35 tahun. Untuk memenuhi birahi selama ini saya sering kencan dengan pekerja seks komersial (PSK) di daerah saya tanpa memakai kondom ketika berhubungan seks. Saya punya teman kencan yang tetap. Saya memilihnya, sebut saja A, karena saya yakin dia sehat dan tidak mungkin HIV-positif apalagi saya merasa tidak pernah menderita penyakit kelamin.

Sekedar informasi di daerah saya hingga saat ini belum ada kasus HIV/AIDS. Nah, yang ingin saya tanyakan: (1) Apakah saya bisa tertular HIV, kendati teman kencan saya orangnya tetap sama, tapi PSK? (2) Apakah PSK di daerah saya bisa tertular HIV? Sekedar diketahui hingga kini di daerah saya belum pernah ditemukan orang yang terinfeksi HIV.

N, Kalbar

Jawab:

Selama ini materi KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) termasuk berita tentang HIV/AIDS selalu menyesatkan karena dibalut dengan moral dan agama sehingga yang muncul hanya mitos (anggapan yang salah). Salah satu contohnya adalah anjuran agar setia dengan pasangan sebagai salah satu cara menghindarkan diri dari HIV/AIDS.

Ini keliru karena sebelum saling setia keduanya mungkin pernah juga setia dengan orang lain. Begitu pula dengan berita tentang daerah yang 'bebas HIV/AIDS' jelas menyesatkan karena orang-orang yang sudah tertular HIV tidak bisa dilihat dengan mata karena tidak ada gejala-gejala, ciri-ciri atau tanda-tanda yang khas AIDS sebelum mencapai masa AIDS (antara 5 - 10 tahun setelah tertular HIV).

Tidak ada satu tempat di muka bumi ini yang bebas dari HIV/AIDS. Semua negara sudah melaporkan kasus HIV/AIDS. Kalau di satu daerah tidak ada kasus HIV/AIDS itu terjadi karena tidak pernah dilakukan survailans tes HIV. Bisa juga terjadi yang HIV-positif berobat ke luar kota. Di Jakarta, misalnya, banyak orang yang HIV-positif berasal dari semua daerah di Indonesia. Bisa juga terjadi dokter merahasiakan pasiennya yang HIV-positif.

(1) Biarpun Anda selalu berkencan dengan A sebagai pasanganmu yang tetap, tapi kau harus ingat bahwa sebagai PSK A sering berganti-ganti pasangan yaitu dengan laki-laki yang mengencaninya. Apakah setiap melakukan hubungan seks A memaksa teman kencannya memakai kondom?

Kalau, YA, maka A tidak berisiko tinggi tertular HIV. Tapi, kalau A tidak selalu memakai kondom saat kencan dengan pelanggannya maka dia berada pada risiko tinggi tertular HIV. Nah, kalau salah seorang dari laki-laki yang mengencaninya HIV-positif maka A pun berisiko tinggi tertular HIV. Kalau A, semoga tidak, tertular HIV maka kau pun berisiko pula tertular HIV dari A kalau kau tidak selalu memakai kondom kalau melakukan hubungan seks.

(2) Mobilitas atau perpindahan PSK sangat tinggi. Mereka berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain. Biasanya, seorang PSK hanya bertahan empat bulan di satu kota. Lalu, dia pindah ke kota lain sebagai 'barang baru' atau 'pendatang baru'. Padahal, dia sudah berkali-kali pindah. Jadi, PSK yang beroperasi di Pinrang ada kemungkinan sudah pernah beroperasi di kota lain.

Kalau pun ada PSK di Pinrang yang tidak pernah pindah, tapi laki-laki yang menjadi teman kancannya datang dari berbagai kota. Kalau salah satu dari laki-laki yang mengencaninya HIV-positif maka dia pun berisiko tinggi pula tertular HIV.

Nah, kalau PSK yang tidak berpindah-pindah tadi HIV-positif maka laki-laki yang mengencaninya pun berisiko pula tertular HIV. Kalau ada laki-laki langganannya yang tertular HIV maka laki-laki itu akan menjadi mata rantai penyebaran HIV: kepada istrinya, pacar gelapnya atau PSK lain.

Selama ini di berbagai daerah, kota, kabupaten atau provinsi sering dilakukan tes HIV terhadap pekerja seks. Tapi, kegiatan ini tidak bermanfaat karena yang dilakukan adalah memulangkan PSK yang terdeteksi HIV-positif. Padahal, sudah banyak laki-laki di daerah itu yang berkencan dengannya sehingga berisiko tinggi tertular HIV.

Jadi, kalau ada PSK yang terdeteksi HIV-positif yang menjadi persoalan besar bukan PSK itu tapi laki-laki, bisa jadi penduduk setempat, yang sudah pernah melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan PSK di daerahnya, di luar daerah atau di luar negeri, karena ada kemungkinan salah satu dari mereka sudah tertular HIV. Mereka akan menjadi mata rantai penyebaran HIV di dalam masyarakat secara horizontal.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

August 13, 2008

Retinopati Diabetika, Penyebab Kebutaan?

Masalah :

Apakah yang dimaksud dengan Retinopatika diabetika?

 

Jawaban :

Retinopatika diabetika terdiri atas beberapa jenis:

1. Background retinopathy

Ini adalah jenis retinopati diabetika yang paling awal. Pembuluh darah kecil di dalam retina yang mengalami kebocoran akan menyebabkan pembengkakan retina dan penimbunan zat lemak. Biasanya pada jenis awal ini belum terjadi gangguan penglihatan, kecuali bagian retina yang membengkak adalah "makula" yaitu bagian retina yang digunakan untuk melihat/membaca paling jelas. Makula yang membengkak disebut macular edema.

Background retinopati diabetika merupakan peringatan tentang kemungkinan terjadinya retinopati diabetika yang lebih buruk.

2. Retinopati diabetika nonproliferatif

Jenis non proliferatif ini kebocoran pembuluh darah dan penimbunan zat lemak lebih luas , dan belum ada pertumbuhan pembuluh darah abnormal.

3. Retinopati Diabetika proliferatif

Ini adalah jenis retinopati diabetika yang lebih lanjut. Pada retinopati jenis ini, terjadi pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada permukaan retina. Pertumbuhan pembuluh darah abnormal ini disebut neovaskularisasi.

Pembuluh darah abnormal ini halus dan rapuh sehingga mudah pecah dan berdarah. Vitreus atau badan kaca adalah bahan jernih berbentuk seperti agar-agar yang mengisi rongga bola mata.

Perdarahan vitreus akibat pecahnya pembuluh darah abnormal (neovaskularisasi) menyebabkan penurunan tajam penglihatan karena darah pada vitreus menghalangi masuknya sinar ke dalam bola mata. Pembuluh darah abnormal dapat merangsang tumbuhnya jaringan ikat yang dapat menarik retina sampai terlepas dari dinding bola mata, yang disebut dengan ablasio retina.

Keadaan ini disebut Tractional Retinal Detachment. Jika dibiarkan saja maka ablasio retina ini akan menyebabkan kebutaan. Neovaskularisasi dapat sampai ke pupil dan akan menyebabkan terjadinya glaukoma. Retinopati diabetika proliferatif merupakan bentuk retinopati diabetika paling buruk. Jenis ini diderita oleh kurang lebih 20% penderita diabetes dan dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Penelitian menemukan bahwa lamanya menderita DM dalah faktor penting untuk resiko terjadinya RD. DM selama 17-25 tahun punya resiko 90 % untuk terjadinya RD. Faktor-faktor yang merupakan faktor resiko adalah Hipertensi, Merokok, penyakit ginjal dan anemia. Diabetes dapat juga menyebabkan beberapa penyakit mata lainnya seperti katarak dan galukoma.

Bagaimana RD menyebabkan kebutaan? RD dapat menyebabkan kebutaan melalui beberapa meknisme, yaitu : kebocoran plasma darah retina yang rusak, sehingga menyebabkan pembengkakan dan kerusakan; perdarahan ke dalam rongga vitreus, sehingga menutupi jalannya sinar; pembentukan jaringan parut di rongga vitreus sehingga dapat menyebabkan ablasio retina; penurunan aliran darah ke retina sentral (makula iskemik).

Lantas bagaimana mengetahui gejala retinopati diabetika? Umumnya, pada tahap awal tidak ada gangguan penglihatan kecuali bila sudah terjadi edema makula. Stadium awal retinopati diabetika ini hanya dapat ditemukan pada saat pemeriksaan retina oleh dokter mata.

Pada retinopati diabetika proliferatif, penderita akan mengeluh penglihatan kabur, melihat bayangan bintik-bintik atau serat seperti sarang laba-laba, atau penglihatan menjadi gelap sama sekali bila sudah terjadi perdarahan luas di dalam bolamata.

Walaupun tidak menimbulkan rasa sakit, retinopati diabetika proliferatif sangat berbahaya bagi penglihatan dan memerlukan penanganan segera oleh dokter mata. Kehamilan, tekanan darah tinggi, dan merokok dapat memperburuk retinopati diabetika.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,

Spread the word

del.icio.us