May 15, 2008

Sendi Bahu Kanan Macet

Tanya:

Dokter, saya seorang Ibu Rumah Tangga berusia 50 tahun. Saya mempunyai keluhan nyeri pada bahu sebelah kanan dan jika diangkat tidak biasa maksimal, sepertinya macet. Hal ini sudah saya alami selama 3 bulan terakhir ini. Mula-mula terasa nyeri saat saya memakai baju, menyisir atau sedang menyabun badan saat mandi, lama kelamaan sendi bahu kanan saya menjadi macet.

Apakah nama penyakit saya? Apakah yang dapat saya lakukan, saya takut sendi bahu saya akan semakin macet dan tidak dapat digerakkan. Mohon penjelasan Dokter. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan banyak terima kasih.

Ny. Re, Pontianak

Jawab:

Yth, Ny. Re di Pontianak, terima kasih atas pertanyaan yang diajukan kepada Kami.

Dari gejala-gejala penyakit yang Ibu sebutkan, kemungkinan Ibu menderita suatu penyakit yang disebut Adhesive Capsulitis atau sering juga dikenal sebagai Frozzen Shoulder.

Adhesive Capsulitis atau Frozzen Shoulder adalah suatu keadaan abnormal pada sendi bahu yang biasanya terjadi secara bertahap dengan keluhan nyeri saat menggerakkan sendi bahu dan disertai penurunan lingkup gerak sendi bahu.

Keadaan ini disebabkan adanya proses radang pada jaringan sekitar sendi maupun pada sendinya itu sendiri. Proses radang ini dapat diakibatkan oleh infeksi, reaksi rematik, adanya penyakit penyerta seperti kencing manis atau stroke, dan lain sebagainya.

Ada 3 fase klinik dari penyakit ini yaitu: nyeri, kekakuan progresif, dan kemudian terbatasnya lingkup gerak sendi.

Gejala dan tanda-tanda penyakit ini adalah:

- Adanya riwayat nyeri kemudian disertai kaku pada sendi bahu.

- Terbatasnya lingkup gerak sendi bahu, baik yang dilakukan secara aktif oleh pasien sendiri, maupun secara pasif yang digerakkan oleh pemeriksa.

- Terdapatnya nyeri tekan pada daerah sekitar bahu.

- Pada foto rontgen kadang tidak ditemukan tanda yang berarti dan nonspesifik.

- Kadang diperlukan suatu pemeriksaan Arthrography untuk memastikannya kondisi sendi bahu yang terserang.

Penatalaksanaan:

Ada beberapa literature yang mengatakan penyakit ini dapat sembuh sendiri dalam jangka waktu 1-2 tahun. Sebagian lagi mengatakan jika tidak diobati secara tepat dapat menjadi persisten/cacat yang menetap.

Tujuan daripada terapi penyakit ini adalah:

- Mengatasi nyeri yang ditimbulkan.

- Mengembalikan lingkup gerak sendi bahu seoptimal mungkin seperti keadaan semula.

Terapi penyakit Adhesive Capsulitis/Frozzen Shoulder terdiri dari:

1. Terapi obat-obatan: obat penghilang rasa nyeri dan anti radang seperti analgesik, steroid (dapat diberikan secara diminum atupun disuntikkan didaerah yang nyeri) dan non steroid anti inflamation drug (NSAID).

2. Fisioterapi:

- Diatermi: berupa SWD, MWD, atau USD.

- Elektroterapi: berupa TENS.

- Codman’s Exercise: merupakan latihan yang paling sering diberikan untuk meningkatkan lingkup gerak sendi bahu.

- Terapi manipulasi.

- Latihan peregangan dan peningkatan lingkup gerak sendi: dengan menggunakan shoulder wheel, atau fingger ladder.

- Latihan menggunakan tongkat.

3. Okupasi terapi:

- Latihan peningkatan lingkup gerak sendi dengan alat skate board, tali macramé, dsb.

- Latihan melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari: seperti berpakaian, menyisir, memasang resleting pada baju, bersabun saat mandi, dsb.

Untuk mencapai hasil yang maksimal diharapkan pasien rajin berlatih peregangan di rumah (home programme), semakin sering dan teratur dalam berlatih akan semakin baik hasilnya.

Demikian yang dapat Kami jelaskan sekilas tentang penyakit Adhesive Capsulitis atau Frozzen Shoulder yang dapat berakibat terjadinya macet pada bahu, serta beberapa bentuk cara penanganannya. Semoga bermanfaat bagi Anda dan pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut silahkan menghubungi Kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment
Made with WordPress and an easy to use WordPress theme • Sky Gold skin by Denis de Bernardy