July 4, 2008

Tips Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa

1. Tanya:

Dokter, posisi rahang atas bawah saya keluar kaya pemain lenong seperti pemainnya itu tetapi tidak sampai kaya begitu sih. Umur saya sudah 30 tahun dan akhir-akhir 2 ini mulai saya merasa tidak nyaman. Gimana ya cara ngebenerinnya. Masih bisa tidak ya? Saya takut tanya langsung ke dokter bukan malu atau takut sakit tetapi takut kantong jebol, bagaimana Dok?

KGB, Sungai pinyuh

Jawab:

Bila hal ini bisa saja disebutnya kondisi kelainan skeletal maksudnya adanya kelainan pertumbuhan tulang wajah sehingga pada bagian rahang atas dan bawah terlihat maju sehingga memang ini bikin kebanyakan orang jadi tidak pede.

Sebenarnya bisa sih diperbaiki tetapi kalau dengan kondisi umur sudah kepala 3, ya setahu dan sepengalaman saya mendapatkan kuliah tentang hal ini, ya dengan cara operasi Orthognatik, yaitu operasi bagian-bagian tertentu pada rahang, kemudian dilanjutkan dengan rekonstruksi wajah dan dilanjutkan perawatan Orthodonti (kawat gigi).

Untuk biaya ya pasti memakan biaya yang sangat besar dan mohon maaf saya tidak bisa menyebutkan nominalnya, langsung saja ke dokter giginya tetapi kalau saran saya sih, ya selama kondisi tersebut ngga begitu mengganggu secara klinis maksudnya tidak ada kelainan yang benar-benar membuat kondisi gigi dan mulut anda jadi sakit atau tidak nyaman ya tidak apa-apa, pede saja lagi.

2. Tanya:

Dokter saya ada masalah dengan bau mulut terutama saat puasa, bisa tidak ya diatasi ?

KLM, Ketapang

Jawab:

Ada beberapa tips menghilangkan bau mulut atau halitosis saat berpuasa :

Banyak-banyak minum air putih mineral saat berbuka dan sahur. Karena saat puasa, tubuh kita akan kehilangan banyak cairan tubuh (dehidrasi) dan hal ini akan menyebabkan kondisi mulut juga kering, kondisi mulut kering merupakan bagian dari pemicu bau mulut.

Sikat gigi minimal tiga kali sehari, yaitu pada saat setelah sahur, sesudah buka puasa, dan sebelum tidur. Dengan rajin menyikat gigi, maka akan mengurangi penimbunan plak pada saat puasa.

Makan yang mengandung serat dan bervitamin, misalnya:buah-buahan dan sayur-sayuran.

Bila menggunakan/mengkonsumsi obat-obat kumur, gunakan pada saat mandi pagi saja. Jangan terlalu banyak menggunakan obat kumur secara berlebihan karena akan mengubah kondisi flora normal dari rongga mulut.

Saat berbuka pusa, usahakan dimulai dengan mengkonsumsi/minum air hangat (jangan air panas ya!) setelah itu baru boleh air dingin. Kondisi mulut yang kering bila langsung akan terkena perubahan suhu yang ekstrim akan menyebabkan matinya sel-sel epitel pelindung mukosa mulut. Bila ini terjadi akan gampang terkena sariawan.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Rehabilitasi Medik Pada Stroke

Tanya:

Dok, ayah saya berusia 60 tahun dan menderita sakit stroke sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini tangan dan kaki sebelah kanannya lemah dan kaku, disertai kesulitan berbicara. Apakah ada program Rehabilitasi Medik untuk ayah saya. Atas jawaban Dokter saya ucapkan terima kasih.

Jono, Pontianak

Jawab:

YTH Sdr Jono, terima kasih atas pertanyaannya. Stroke adalah suatu defisit neurologik yang terjadi secara tiba-tiba, dapat setempat atau global, akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mensupplay otak dalam waktu lebih dari 24 jam. Gangguan ini dapat menyebabkan kematian atau kecacatan jika tidak segera ditangani. Kecacatan yang sering terjadi adalah terdapatnya kelemahan/ kelumpuhan sebelah anggota badan, gangguan keseimbangan dan gangguan bicara, hal ini yang memerlukan tindakan Rehabilitasi Medik.

Data dari The American Heart Association (AHA) pada tahun 2000 diperkirakan terdapat 600.000 kasus stroke setiap tahunnya, dimana 500.000 merupakan kasus stroke baru dan 100.000 sisanya kasus stroke ulangan.

Perlu diketahui faktor risiko yang dapat mencetuskan stroke sebagai berikut:

1. Faktor Nonmodified: usia (> 55 tahun), jenis kelamin (laki-laki > perempuan), ras (afrika american > kulit putih > asian), riwayat keluarga yang menderita stroke.

2. Faktor Modified / dapat diobati: hipertensi (darah tinggi), Diabetes Mellitus (kencing manis), merokok, alkohol, kecanduan narkoba, penyakit jantung, kolesterol/ trigliserida darah tinggi, dsb.

Gejala-gejala yang sering terjadi pada penderita stroke:

- Kelemahan/ kelumpuhan sebelah anggota badan.

- Gangguan sensorik.

- Gangguan bicara (afasia/ disartria).

- Gangguan penglihatan.

- Vertigo/ gangguan keseimbangan.

- Dsb.

Gejala tersebut timbul sesuai dengan lokasi terjadinya stroke pada bagian otak.

Penatalaksanaan penderita stroke:

- Pada Fase akut: penanganan oleh bagian neurologi.

- Pada Fase sub akut & kronik: diperlukan usaha-usaha Rehabilitasi Medik.

Masalah-masalah yang dijumpai pada penderita stroke:

- Kelemahan/ kelumpuhan otot.

- Gangguan keseimbangan.

- Fungsi kontrol kurang.

- Mudah lelah.

- Gangguan penglihatan.

- Gangguan berbicara.

- Nyeri bahu.

- Oedem/ bengkak lengan & tungkai.

- Penyakit-penyakit lain yang menyertai.

- Problem sosial ekonomi.

Penanganan/ usaha-usaha Rehabilitasi Medik harus diberikan secara individual sesuai dengan masalah yang dihadapi penderita.

Tujuan penanganan Rehabilitasi Medik:

1. Mencegah deformitas/ kecacatan lebih banyak.

2. Mengoreksi kecacatan.

3. Melatih kembali untuk ambulasi / berjalan.

4. Mengajarkan Aktifitas Kegiatan Sehari-hari.

5. Melatih anggota badan yang lumpuh secara maksimal.

6. Mengoreksi gangguan bicara.

7. Meningkatkan kepercayaan diri.

8. Motivasi keluarga.

Tahap-tahap tindakan Rehabilitasi Medik:

I. Fase di Tempat tidur: pengaturan posisi (posisioning), bladder training, latihan lingkup gerak sendi, latihan pernafasan, latihan penguatan otot-otot anggota badan & panggul, psikoterapi.

II. Fase Ambulasi / berjalan: latihan duduk & keseimbangan, latihan berdiri, latihan transfer, latihan jalan, latihan aktifitas kegiatan sehari-hari, latihan fungsional & rekreatif, psikoterapi, pemberian alat bantu seperti tripod atau short leg brace/ knee brace, dan terapi bicara.

Demikian yang dapat kami jelaskan tentang Program Rehabilitasi Medik pada penderita Stroke, semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi: Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Soedarso; Apotik Bintang Jl Gajah Mada 70.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

July 3, 2008

Mata Berair, Menderita Keratitis?

Tanya :

Ibu Dokter, saya wanita, usia 26 tahun, 1 minggu yang lalu saya merasakan mata saya pedih, berair, sedikit silau dan agak kabur. Dikatakan oleh dokter bahwa saya menderita keratitis. Terkadang saya sering menggunakan lensa kontak yang tujuannya untuk fashion saja. Bu dokter sebetulnya apa itu keratitis, karena dokter mengatakan kemungkinan disebabkan akibat saya memakai lensa kontak. Mohon penjelasan tentang penyakit saya. Terima kasih.

Budianti, Pontianak

Jawab:

Budianti, keratitis pungtata superfisialis adalah suatu keadaan di mana sel-sel pada permukaan kornea mati. Penyebabnya bisa berupa: infeksi virus, infeksi bakteri, mata kering, sinar ultra violet (sinar matahari, sinar lampu, sinar dari las listrik), iritasi akibat pemakaian lensa kontak jangka panjang, iritasi atau alergi terhadap obat tetes mata, efek samping obat tertentu (misalnya vidarabin).

Gejala yang dirasakan: mata biasanya terasa nyeri, berair, merah, peka terhadap cahaya (fotofobia) dan penglihatan menjadi sedikit kabur. Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet, maka gejala-gejala biasanya munculnya agak lambat dan berlangsung selama 1-2 hari.

Jika penyebabnya adalah virus, maka kelenjar getah bening di depan telinga akan membengkak dan nyeri bila ditekan. Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah mata terasa perih, gatal dan mengeluarkan kotoran.

Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan adalah untuk menegakkan suatu keratitis adalah: pemeriksaan tajam penglihatan, tes air mata, pemeriksaa slit-lamp, pewarnaan fluoresensi kornea.

Keratitis pungtata superfisialis biasanya berakhir dengan penyembuhan sempurna. Jika penyebabnya virus, diberikan obat anti virus topikal. Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik.

Jika penyebabnya adalah mata kering, diberikan salep dan air mata buatan. Jika penyebabnya adalah sinar ultraviolet atau lensa kontak, diberikan salep antibiotik dan obat untuk melebarkan pupil. Jika penyebabnya adalah reaksi terhadap obat-obatan, maka sebaiknya pemakaian obat dihentikan. Mudah - mudahan keterangan ini cukup jelas. Terima Kasih.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

July 2, 2008

Sering Bersin Kalau Pagi Hari

Tanya :

Ass dok, saya mempunyai anak remaja pria berusia 15 tahun. Beberapa minggu ini dia sering batuk dan bersin kalau pagi subuh. Dia juga sering mengeluh cepat lelah kalau berjalan jauh. Kami sudah ke dokter dan anak saya dikatakan menderita asma padahal dia tidak pernah sesak dan tidak ada keturunan asma di keluarga kami. Mohon penjelasannya dok. Terima kasih

Ny. Mm, Siantan

Jawab :

Waalaikumsalam wr wb. Asma adalah penyakit radang kronik saluran napas dan seperti penyakit kronik lainnya asma tidak dikatakan sembuh tetapi terkontrol. Serangan asma terjadi karena adanya reaksi alergi berat sehingga saluran napas menjadi sembab dan tersumbat oleh mucus atau lendir dan lapisan dinding saluran napas menjadi meradang dan menyebabkan saluran napas menjadi semakin sempit sehingga sulit untuk bernapas.

Gejala dan tanda asma yang ringan hanya berupa batuk-batuk berdahak atau tanpa dahak saja. Batuk biasanya muncul pada malam dan dini hari. Serangan terjadi bila ada faktor pencetus. Faktor pencetus bisa bermacam-macam, bisa dari luar seperti perubahan cuaca (dingin, hujan, panas), debu, polusi udara seperti asap kendaraan atau asap rokok, zat kimia dari obat nyamuk, wangi-wangian atau bebagai jenis makanan.

Dari dalam tubuh bisa berupa infeksi virus( yang paling sering), sinusitis ataupun stress sampai perubahan hormonal seperti saat menstruasi. Semua faktor pencetus bersifat individual artinya setiap orang mempunyai faktor pencetus masing-masing yang khas yang berbeda dengan orang lain.

Serangan asma yang lebih berat yaitu rasa sesak dan berat di dada, batuk, dan terdengar bunyi mengi saat mengeluarkan napas sampai bisa terjadi penurunan kesadaran karena kurangnya oksigen. Risiko terjadinya asma paling tinggi pada anak-anak dengan riwayat alergi pada keluargadan setelah berusia lebih dari 65 tahun.

Umumnya asma dimulai saat kanak-kanak dengan kebanyakan anak-anak mendapat serangan asma pertama kali sebelum berusia 5 tahun dan akan berkurang ataupun bertambah buruk sampai menjelang dewasa.

Walaupun demikian asma dapat juga ditemukan pada segala usia dan paling sering pada dewasa dengan riwayat alergi ataupun kecenderungan genetic karena system imun yang supersensitive. Asma terbagi menjadi 2 tipe yaitu intrinsic, yaitu asma yang umumnya berkembang saat masa dewasa dan tidak ada penyebab ekternal seperti alergi.

Tipe asma ini berkembang karena infeksi saluran napas yang berulang seperti sinusitis dan bronchitis. Asma tipe ini biasanya dipicu oleh perubahan cuaca, olah raga, stress dan panik, serta pajanan zat kimia. Tipe kedua adalah asma ekstrinsik yang disebabkan kondisi alergi dan bisa dideteksi dengan ditemukannya peningkatan nilai serum antibody alergi di tubuh (IgE). Asma tipe ini biasanya dicetuskan oleh infeksi saluran napas (batuk, influenzae), polusi udara karena rokok atau pun alergi makanan seperti MSG atau obat tertentu (golongan aspirin).

Faktor genetic adalah bakat yang ada pada seseorang yang ditandai terdapatnya gen tertentu pada seorang pengidap asma. Gen ini biasanya didapat dari faktor yang diturunkan dari keturunan di atasnya seperti orang tua dan lain-lain. Untuk menjadi asma harus ada faktor pencetus.

Tanpa faktor pencetus serangan asma tidak akan terjadi walaupun seseorang mempnyai riwayat keturunan asma. Pengobatan untuk asma yang utama adalah dengan menghindari faktor pencetus baru kemudian obat-obatan. Obat asma terdiri dari pelega dan pengontrol ataupun pencegah.

Pada asma yang ringan dengan serangan sangat jarang, cukup haya dengan obat pelega saja. Untuk asma berat dengan serangan minimal 2 kali seminggu harus mendapat obat pelega dan pencegah sekaligus. Obat pelega adalah obat obat yang berfungsi melebarkan saluran napas yang sempit pada saat serangan asma terjadi.

Obat ini digunakan hanya pada saat serangan saja bisa pada saat serangan ringan seperti batuk-batuk ataupun saat serangan berat seperti sesak napas dan mengi. Sedangkan obat pencegah ataupun pengontrol adalah obat yang berfungsi mempertahankan saluran napas agar tetap lega dan terbuka setelah menda[pat obat pelega. Obat ini digunakan rutin setiap hari.

Penggunaan obat asma dapat berupa suntikan, infus, diminum, dihisap ataupun disemprotkan. Untuk penggunaan di rumah dianjurkan untuk menggunakan obat semprot ataupun hisap dengan pertimbangan karena obat ini langsung masuk ke saluran napas, dosis lebih kecil sehingga mengurangi efek samping dan obat bekerja setempat atau topikal yaitu memang hanya di saluran napas dan tidak melalui sistemik ataupun pembuluh darah sehingga efek samping akan leibh kecil dibandingkan obat yang diminum.

Asma dikatakan terkontrol bila bebas dari gejala asma, tidak ada gangguan aktivitas sehari-hari, tidak ada gangguan serangan asma saat tidur dan tidak menggunakan obat pelega lagi serta pada pemeriksaan fungsi paru normal. Untuk kasus anak ibu, sebaiknya ditelusuri di riwayat keluarga apakah ada keturunan alergi atau tidak. Alergi bisa berupa bersin karena debu, cuaca ataupun alergi makanan.

Atau apakah anak anda sering batuk berulang atau pilek menahun sejak kecil sehingga ada kemungkinan termasuk tipe asma intrinsik. Bila memang ada, sebaiknya kenali faktor pencetus apa yang menyebabkan terjadinya serangan asma pada anak ibu dan berusahalah untuk menghindari faktor pencetus tersebut selain menggunakan obat-obatan. Semoga bermanfaat.

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 30, 2008

Kanker Stadium Lanjut, Dapatkah Diobati ?

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dimana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh 4 faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah. Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal.

Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak. Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera diatasi. Diantaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati. Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan.

Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah. Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, diantaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Tindakan bedah juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi terutama pada penanganan kanker stadium lanjut, tergantung lokasi, jenis, ukuran kanker dan jenis operasi serta daya tahan penderita.

Diantara semua komplikasi tersebut, infeksi merupakan penyebab kematian paling utama pada penderita kanker disamping perdarahan. Sekitar 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, perdarahan atau infeksi bersama-sama dengan perdarahan.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kejadian infeksi pada penderita kanker antara lain karena: adanya luka lecet atau erosi pada kanker yang menyebabkan terbukanya kulit atau lapisan mukosa yang merupakan benteng pertahanan tubuh (barrier) yang melindungi tubuh dari dunia luar seperti pada kanker kulit, kanker usus, kanker kepala dan leher, kanker leher rahim.

Infeksi juga dapat terjadi karena adanya sumbatan akibat tekanan atau pertumbuhan kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker saluran cerna. Selain itu infeksi dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh, tindakan pembedahan, tindakan diagnostik invasif, pemberian pengobatan suportif seperti pemberian makanan melalui infus maupun pemberian transfusi darah, juga bisa karena pemberian kemoterapi maupun radioterapi.

Pada kasus ibu, gejala-gejala yang diarasakan semua itu bisa saja terjadi akibat komplikasi pertumbuhan sel kanker pada leher rahim. Pada kanker leher rahim stadium lanjut, kanker dapat tumbuh meyusup (infiltasi) dan merusak jaringan dan organ sekitar seperti ke arah dubur, ke arah saluran kencing, maupun saluran kelenjar getah bening di daerah lipat paha, sehingga mengakibatkan terjadinya sumbatan pada saluran pembuangan kotoran dan saluran getah bening pada kaki, akibatnya terjadi kaki bengkak dan susah buang air besar, serta suasah buang air kecil. Karena kanker sudah stadium lanjut maka terjadilah gejala lemah ,lesu, tidak mau makan (anoreksia), penurunan berat badan tubuh

Pada kasus seperti ini, pengobatannya umumnya adalah pengobatan paliatif yang bertujuan memperbaiki keadaan umum dan mengurangi penderitaan, sementara penyakit kankernya sendiri sudah sulit untuk disembuhkan. Sebaiknya segeralah ke dokter agar segera diobati.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 / 05617089720 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak .

Dr.Yusuf Heriady SpB SpBOnK

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 18, 2008

Perokok Mudah Terserang Kanker Paru?

Tanya :

Ass dok, apa aja sih tanda kena kanker paru-paru? Mohon penjelasannya karena saya perokok berat dan katanya perokok mudah terkena kanker paru. Terima kasih sebelumnya.

Tn. M, Pontianak

Jawab:

Kejadian kanker paru memang berhubungan erat dengan kebiasaan merokok dan polusi udara. Perokok bisa perokok aktif maupun pasif walaupun insidens lebih besar pada pria perokok aktif. Untuk polusi udara, zat-zat beracun yang berasal dari bahan kimia yang terhirup secara terus-menerus dan dalam waktu lama juga dapat memicu untuk terjadinya kanker paru. Gejala dan tanda dari kanker paru tergantung dari lokasi tumor, ukuran tumor primer dan penyebaran ke organ yang dikenai.

Gejala kanker paru ada yang berasal dari dalam paru (intrapulmoner), dalam rongga dada tetapi di luar paru, dan penyebaran di luar paru dan dada. Gejala intrapulmoner yaitu:

- batuk : gejala yang umum pada kelainan paru dan juga merupakan gejala awal dari kanker paru

- batuk darah : disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di saluran napas, keluhan sebelumnya adalah rasa tidak enak dan panas di dada. Gejala ini juga bisa diakibatkan penyakit lain seperti tuberkulosis, bronkiektasis dan jamur paru.

- Sesak napas : bisa diakibatkan karena adanya tumor di dalam saluran napas, tumor menekan saluran napas dan juga bila ada cairan di rongga pembungkus paru (pleura)

- Nyeri dada : disebabkan karena keterlibatan saraf yang terdapat pada selaput pembungkus paru, tergantung luas dan lokasi tumor. Nyeri terutama dirasakan saat menarik napas

Gejala di rongga dada tetapi di luar paru :

- cairan di dalam rongga pleura : gejala berhubungan dengan jumlah cairan dan produktivitasnya, yang paling sering adalah sesak napas dan nyeri dada

- cairan di dalam pembungkus jantung : biasanya berhubungan dengan penyebaran melalui kelenjar

- gangguan menelan : karena adanya keterlibatan esofagus karena penekan oleh tumor

- sindromvena kava superior : muka, leher dan lengan akan membengkak karena penekanan tumor pada pembuluh vena superior.

- Suara serak : disebabkan karena kelumpuhan pita suara

Gejala di luar paru dan dada :

- sakit kepala, penglihatan kabur, penglihatan ganda, mual, perubahan mental

sampai penurunan kesadaran bila terjadi penyebaran ke daerah kepala

- nyeri sendi bila digerakkan karena pnyebaran ke tulang

- nyeri tekan daerah perut kanan atas dan ulu hati, kadang teraba benjolan bila terkena hati serta mual dan muntah bila menyebar ke kelenjar adrenal

Penatalaksanaan untuk kanker paru tergantung dari jenis kanker dan stadium. Bila stadium masih awal dapat dilakukan pembedahan, tetapi bila stadium lanjut yang bisa dilakukan adalah kemoterapi dan atau radioterapi.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 17, 2008

Sekretaris dengan Kaku dan Nyeri Leher

Tanya:

Dokter, saya seorang wanita berusia 24 tahun, bekerja sebagai seorang sekretaris disebuah perusahaan swasta. Pekerjaan yang saya lakukan banyak mengetik didepan komputer, mengecek surat-surat yang diterima perusahaan, di samping menerima telepon yang masuk.

Saya mempunyai keluhan sering terasa pegal dan nyeri pada leher kadang menjalar ke bahu. Kalau sedang sakit hebat bisa dirasakan sampai ke ubun-ubun kepala. Saya telah berobat ke dokter dan telah dirontgen, hasil rontgen tidak terdapat kelainan.

Oleh dokter hanya diberikan obat pereda nyeri, tapi hanya sedikit membantu, karena nyeri berkurang hanya selama minum obat. Padahal keluhan nyeri sering terjadi dan saya tidak mau ketergantungan dengan obat. Mohon bantuan dan advis dokter. Atas perhatian dan bantuan dokter, saya ucapkan banyak terima kasih.

Tm, Pontianak

Jawab:

Yth Nn. Tm di Pontianak. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang anda sampaikan. Kami akan berusaha menjawab pertanyaan tersebut.

Penyakit yang anda derita kemungkinan suatu Fibromyalgia, dalam hal ini Fibromyalgia daerah leher dan bahu. Penyakit ini memang sering diderita oleh mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, kurang istirahat, kerja monoton dan pada posisi yang sama untuk jangka waktu lama, kurang olah raga, bahkan dikatakan mereka yang makan tidak teratur juga bisa sebagai penyebab, dsb. Fibromyalgia ini menyebabkan sekumpulan otot-otot menjadi kaku dan mengeras sehingga dapat merangsang timbulnya nyeri.

Gambaran klinik:

1. Nyeri dan kaku pada otot yang tersebar pada beberapa tempat.

2. Rasa letih badan/ fatigue.

3. Gejala yang sering dirasakan adalah sebagai berikut:

- Sakit kepala.

- Rasa tidak nyaman/ pegal-pegal pada daerah leher dan leher bagian bawah.

- Rasa sebal-sebal pada lengan atas.

- Badan letih dan lemah seperti kurang tidur.

4. Kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita yang berusia 20-60 tahun.

5. Nyeri dan kaku ini sering dirasakan pada pagi hari saja, tetapi kadang pula dapat terjadi sepanjang hari.

6. Faktor pemicu timbulnya gejala ini adalah:

- Aktifitas fisik yang berlebihan.

- Kurang beraktifitas/ olahraga.

- Gangguan tidur.

- Stress pekerjaan atau emosi (stress fisik atau psikis).

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan:

- Anti nyeri non steroid dan kortikosteroid, dll.

2. Terapi Fisik: terapi kombinasi akan lebih efektif.

- Diatermi: SWD, MWD, Ultrasound diatermi.

- Elektroterapi: TENS, Biofeedback, laser, dan akupuntur.

- Exercise: Senam relaksasi leher, Latihan aerobik.

3. Psikoterapi.

4. Advis:

- Saat bekerja hendaklah duduk dengan posisi yang nyaman dan rileks.

- Jangan bekerja dengan posisi yang sama dalam jangka waktu yang lama, sekali-sekali rubah posisi kepala dan badan.

- Pergunakan kursi dengan sandaran yang tinggi sehingga dapat menyanggah kepala juga.

- Sekali-sekali sempatkan diri untuk lakukan senam leher agar otot-otot leher menjadi rileks.

- Hindari menerima telepon dengan cara mengapit gagang telepon dengan bahu anda karena tangan anda sibuk mengetik atau menulis sesuatu.

- Hindari stress fisik dan pikiran.

- Cukup istirahat dan tidur.

- Makan makanan yang sehat dan berimbangan.

- Buat jadwal pekerjaan anda agar lebih terstuktur.

- Berolahraga yang teratur dan cukup, berenang sangat dianjurkan.

- Rekreasi.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang penyakit Fibromyalgia dan penatalaksaannya, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 16, 2008

Geraham Keropos, Bisa Pasang Gigi Palsu?

Tanya:

Dokter geraham saya tinggal sebelah kiri yang bisa dipakai itupun sudah hampir keropos, apa bisa ditambal atau pasang gigi palsu? Saya takut kalau tidak punya gigi geraham nanti saya mengunyah pakai apa? Saya takut ke dokter gigi?

MNB, Pemangkat

Jawab:

Maksudnya tinggal sebelah kiri yang ada? Yang kanan sudah tidak ada sama sekali? Gigi geraham bagian mana, atas atau bawah? Jumlah gigi manusia dewasa itu totalnya 32 buah, dengan jumlah termasuk geraham ada 12 buah (atas 6 buah, bawah 6 buah).

Kalau memang jumlah geraham hilang semua dan itu membuat kesulitan dalam mengunyah maka untuk membantunya disarankan menggunakan gigi palsu atau gigi tiruan. Selain itu juga kehilangan gigi akan membuat daerah yang tidak bergigi akan resorbsi maksudnya akan terjadi penurunan dari kualitas tulang rahang, makanya orang-orang yang tidak bergigi akan terlihat jadi kendur otot-otot di dalam mulutnya juga di sekitar wajah maka akan terlihat peyot.

Kalau memang gigi itu keropos dan masih bisa dirawat dengan perawatan penambalan ataupun dibuatkan mahkota gigi dengan bahan yg cukup kuat untuk mengunyah, tentu ini lebih baik segera dilakukan perawatan.

Jadi saran saya, di cek lagi tinggal berapa gigi gerahamnya dan lebih baik lagi segera konsultasikan/datang ke dokter gigi terdekat untuk segera diperiksa dan ditangani.

Kalau takut ke dokter gigi? Memangnya dokter giginya serem ya? Gimana kalau dokter giginya cantik atau ganteng? Masih takut? Kalau hanya kehilangan 1 atau 2 gigi sih memang sebaiknya dibuatkan gigi palsu untuk mendukung daya kunyah saat mengunyah makanan.

Tetapi tergantung juga kasus kehilangan giginya, kalau masih 1 gigi atau 2 gigi yang hilang dan masih ada cukup 1 gigi yang kuat untuk penyangga bisa dibuatkan mahkota gigi tambahan atau dengan istilah "crown and bridge" yaitu gigi palsu yg hanya mengganti 1 atau 2 gigi saja.

Bahannya pun bisa dibuatkan dari banyak jenis, mulai dari logam stainless steel hingga berbahan porselen sehingga bahan ini akan sama/sesuai dengan gigi. Contoh gigi palsu dengan alat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 15, 2008

Varicela dan Herpes Zoster

Tanya:

Ibu dokter yang terhormat, saya ingin berkonsultasi tentang penyakit yang menyerang nenek dan adik saya. Beliau berusia 61 tahun sudah satu minggu ini pada paha dan pantat kanan timbul bintik-bintik berisi air menggerombol, sebagian sudah pecah dan menjadi koreng, katanya sakit sekali sampai beliau tidak bisa jalan.

Sementara itu adik saya laki-laki berusia 17 tahun menderita demam disertai bintik-bintik berisi cairan bening dan juga berisi nanah di seluruh wajah. Keduanya telah berobat dan dikatakan menderita herpes zoster dan varicela dan dikatakan pula sakit mereka berasal dari virus yang sama.

Saya juga pernah mendengar penyakit ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Dokter bagaimana mungkin virus yang sama bisa menyebabkan sakit yang berbeda? Apakah mereka tertular dan bagaimana pengobatannya? Bagaimana pula menghilangkan bekas yang ditimbulkan karena sakit tersebut?

Aldira, Pontianak

Jawab:

Adik Aldira, berdasarkan keluhan yang adik sampaikan memang benar bahwa nenek Anda menderita herpes zoster sedangkan adik Anda menderita varicela zoster, keduanya memang disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela-zoster. Kedua penyakit ini meskipun disebabkan oleh virus yang sama namun manifestasi klinisnya berbeda karena mekanisme munculnya penyakit berbeda.

Varicela merupakan penyakit infeksi akut primer yang disebabkan oleh virus varicela zoster yang mennyerang kulit dan mukosa, yang disertai gejala konstitusi seperti demam, nyeri, kelainan kulit polimorfi berupa vesikel papul pustul multipel tersebar diseluruh tubuh terutama berlokasi di bagian sentral tubuh. Varisela dikenal dengan nama lain sebagai cacar air atau chiken pox.

Penyakit ini tersebar kosmopolitan terutama menyerang anak-anak, namun dapat juga menyerang orang dewasa dengan gejala yang lebih berat. Penularan secara aerogen. Masa penularan sekitar 7 hari dari timbulnya gejala pada kulit. Masa inkubasi sekitar 12-21 hari.

Gejala klinis berupa demam, nteri badan dan kepala kemudian diikuti timbulnya erupsi obat berupa papul eritematosa yang kemudian berubah menjadi vesikel, bentuk vesikel ini khas seperti tetesan embun (tear drop) selanjutnya vesikel berubah menjadi pustul dan krusta. Sementara proses ini berlangsung pada kulit bagian lain timbul vesikel baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi.

Penyebaran secara sentrifugal dari badan kemudia ke anggota tubuh dan wajah, selaput lendir pada mata dan mulut juga pada kemaluan. Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal, sehingga penderita cenderung menggaruk atau mencongkel krusta yang sering berakibat menyebabkan skar pada bekasnya.

Varisela biasanya menyebabkan timbulnya antibodi yang berlangsung seumur hidup sehingga biasanya hanya terjadi sekali terjadi seumur hidup, namun pada orang dengan daya tahan/ imunitas yang buruk ataupun varisela abortif varisela dapat terulang lagi. Perbedaan varisela dengan herpes zoster adalah sebagai berikut:

Varisela merupakan infeksi primer akibat virus variselazoster sedangkan Herpes zoster merupakan penyakit yang terjadi oleh karena reaktivasi dari virus Varicella zoster yang mengenai kulit dan mukosa dengan lesi berupa erupsi vesikular yang pada umumnya bersifat dermatomal dan unilateral.

Ciri khas dari herpes zoster ini adalah lesi yang berlokasi dan terdistribusi hampir selalu unilateral, tidak melewati garis tengah tubuh dan biasanya terbatas pada daerah yang dipersarafi oleh ganglion sensorik. Sehingga penyakit ini muncul pada penderita yang sebelumnya pernah terinfeksi Varicela meskipun sudah berlangsung puluhan tahun.

Manifestasi klinis HZ berupa vesikel/bintik-bintik berair berkelompok diatas kulit yang eritem dan udem. Lesi awalnya berupa makula dan papula eritem/ kulit kemerahan yang kemudian menjadi vesikel dalam 12 – 24 jam dan dapat berkembang menjadi pustul dalam 3 hari. Lesi akan mengering dan menjadi krusta dalam 7 – 10 hari. Krusta biasanya bertahan selama 2 – 3 minggu.

Berdasarkan lokasi, munculnya lesi herpes zoster paling sering adalah di daerah torakal (dada dan punggung), diikuti optalmik (dahi dan mata), lumbal (pinggang ), servikal (leher dan tengkuk) fasial (dahi dan kepala) sakrum (pantat dan kaki).

Herpes zoster muncul diseluruh dunia secara sporadik tanpa dipengaruhi faktor musim. Reaktivasi virus yang berdiam di ganglion saraf terjadi secara sporadik, dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penekanan/ penurunan sistim imun tubuh, radiasi pada spinal, tumor pada ganglion, trauma lokal, manipulasi surgikal pada spinal serta sinusitis frontalis sebagai faktor presipitasi pada HZ optalmikus. Namun yang paling penting adalah respon imun selular terhadap virus Varicella zoster yang seiring dengan meningkatnya usia.

Pengobatan kedua penyakit ini pada prinsipnya sama yaitu dengan diberikan obat anti virus dosis adekuat, vitamin, obat antiradang dan anti nyeri serta obat-obat topikal untuk mempercepat penyembuhan luka yang seyogyanya diberikan dalam pengawasan dokter. Selain itu harus mendapat asupan gizi yang baik terutama protein agar dapat memperbaiki sel-sel kulit dan saraf yang rusak.

Sering berkembang mitos yang salah di masyarakat bahwa penderita harus pantang makan daging agar lukanya cepat sembuh, yang benar justru sebaliknya harus makan dengan asupan gizi yang bagus. Sedapat mungkin luka tidak diusik baik dengan menggaruk maupun mencongkel krusta karena dapat menimbulkan skar atrofi maupun hipertrofi pada beberapa bulan kemudian.

Namun demikian pada varisela sering menimbulkan skar terutama pada wajah yang secara estetik akan mengganggu penampilan. Bila memang muncul skar tersebut dapat dikoreksi dengan revisi skar baik dengan mikrodermabrasi, dermaroller, subsisi, eksisi maupun filler tergantung luas dan tingkat keparahan skar tersebut.

Saudara Aldira, demikianlah penjelasan saya mengenai sakit yang menimpa nenek dan adik saudara, bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:HP 0818464018 atau Pontianak Post

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 14, 2008

Apa itu Ablasio Retina?

Tanya :

Dokter Liesa, saya seorang ibu usia 39 tahun, dan memakai kacamata minus 6.00. Saya membaca tulisan ibu minggu lalu tentang floaters yang sering terjadi pada orang–orang dengan minus tinggi. Saya sangat takut jika terjadi robeknya retina karena katanya bisa menyebabkan lepasnya retina. Kadang–kadang saya merasakan adanya floaters. Apakah itu betul? Dokter Liesa apa sebenarnya yang terjadi jika retina robek dan apakah itu retina yang lepas? Mohon penjelasan. Terima kasih.

Annisa, pontianak

Jawab:

Ibu Annisa, jangan khawatir, tidak selalu floaters itu disertai robekan retina, yang penting adalah ibu sudah memastikan kepada ahlinya bahwa tidak ada robekan retina. Untuk itu mungkin saya juga akan menjelaskan terlebih dahulu anatomi keeratan hubungan antara vitreus dan retina.

Retina adalah lapisan syaraf yang melapisi dinding mata bagian dalam dan peka terhadap cahaya. Bagian ini akan menangkap bayangan yang masuk ke mata dan diteruskan ke bagian otak tertentu kemudian oleh otak diterjemahkan menjadi suatu benda yang kita lihat.

Vitreus adalah sejenis cairan kental dan jernih yang mengisi dan membentuk bola mata kita. Pada orang berusia muda vitreus berbentuk seperti agar-agar (jeli). Semakin tua akan semakin cair.

Kenapa retina bisa robek? Perlekatan vitreus dan retina dapat saja terlepas dan saling terpisah. Tempat paling sering terjadi yaitu pada bagian belakang bola mata dan biasanya tidak bermasalah.

Namun, adakalanya vitreus dan retina saling melekat erat pada bagian tertentu sehingga bila vitreus terlepas maka bagian yang melekat erat tersebut akan ikut ditarik oleh vitreus dan terjadilah robekan retina.

Ablasio retina terjadi apabila retina terlepas dari tempat perlekatannya. Kejadian ini serupa dengan wallpaper yang terkelupas dari dinding. Hal ini diawali oleh robeknya retina yang diikuti menyusupnya cairan pada robekan tersebut. Cairan tersebut akan menyusup terus di antara retina dan dinding bola mata yang berakibat terlepasnya retina.

Retina yang terlepas ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen. Sebagian besar lepasnya retina terjadi akibat adanya satu atau lebih robekan kecil atau lubang di retina. Sering pula terjadi akibat menyusutnya badan kaca yaitu, bahan jernih seperti agar yang mengisi bola mata. Bila sudah ada robekan pada retina, cairan encer seperti air dapat masuk ke lubang retina tersebut.

Cairan ini memisahkan retina dari dinding mata bagian belakang dan mengakibatkan retina lepas. Bagian retina yang lepas tak dapat berfungsi baik, sehingga tidak dapat melihat.

Gejala pertama penderita penderita yaitu melihat kilatan - kilatan bintik hitam mengapung (floaters) dan kilatan–kilatan cahaya. Pada beberapa penderita lepasnya retina mungkin terjadi tanpa didahului oleh terlihatnya bintik bintik hitam ataupun kilatan cahaya yang nyata.

Dalam hal ini penderita mungkin menyadari penglihatannya seolah-olah pinggir. Perkembangan lepasnya retina yang lebih lanjut akan mengaburkan penglihatan sentral dan menimbulkan kemunduran penglihatan.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 9, 2008

Tumor Jinak di Permukaan Tubuh

Tanya:

Dokter, saya laki-laki, 39 tahun, pada kedua paha, kedua lengan, pinggang, perut dan dada saya tumbuh benjolan dibawah kulit, seukuran telur puyuh sampai bola pimpong, banyak dok hampir 20 benjolan. Tidak terasa sakit. Apakah ini tumor atau kanker dok? Bagaimana mengobatinya? Terimakasih atas jawabannya. (Roni , Pontianak)

Dok, saya wanita, 32 tahun, pada dada kiri saya timbul benjolan diatas permukaan kulit, sebesar ukuran biji melinjo, warna kecoklatan. Pada bagian bawahnya seperti bertangkai . Tidak terasa sakit. Apakah benjolan ini akan membesar? Apakah ini tumor dok? Dapatkah diobati dengan minum obat? Terimakasih ( Teti, Mempawah)

Dok, anak saya usia 6 tahun, pada leher samping sebelah kanannya tumbuh beberapa benjolan seukuran kacang tanah, sudah sekitar sebulan ini. Apakah ini tumor dok? Apakah bisa diobati ? Bahaya tidak dok? Terimakasih.

(Robi , Pontianak)

Jawab:

Benjolan yang tidak normal dan tumbuh pada tubuh manusia disebut tumor. Tumor yang tumbuh di permukaan tubuh, baik yang muncul di atas permukaan kulit maupun yang tumbuh di bawah permukaan kulit pada umumnya dapat cepat diketahui oleh penderita, karena letaknya yang dipermukaan sehingga mudah diraba oleh penderita sendiri.

Tumor sebagian besar yaitu sekitar 70-80 % adalah tumor jinak. Tumor jinak ini dapat tumbuh di bagian tubuh mana saja, mulai dari ujung kepala sampai telapak kaki, dapat mengenai kulit, jaringan bawah kulit, otot bahkan tulang.

Tumor-tumor jinak ini pada dasarnya tidak terlalu berbahaya bila dibandingkan dengan tumor ganas atau kanker. Tumor jinak akan tumbuh ditempat dimana tumor berasal tumbuh dan tidak akan merusak jaringan sekitarnya dan tidak akan menyebar jauh ke paru, otak atau organ vital lainnya seperti halnya yang terjadi pada kanker. Pertumbuhannyapun relatif lambat, dimana tumor membesar memerlukan waktu yang lama.

Tumor jinak di permukaan kulit

Papiloma adalah tumor yang menonjol di atas permukaan kulit, di mana pada bagian bawah benjolan tersebut seperti ada tangkainya, warnanya bisa kecoklatan.

Nevus pigmentosus, yaitu tumor jinak berwarna hitam atau hitam kecoklat-coklatan, berupa nodus atau tonjolan atau sedikit timbul dan merata di atas permukaan kulit (berbentuk plaque), pada kulit. Bisa terjadi dibagian tubuh mana saja. Pada wajah, lengan, paha atau anggota tubuh lainnya.

Kista sebacea atau ateroma adalah tumor kulit yang berbentuk kantung yang dilapisi epitel kelenjar, terdapat di kulit atau jaringan bawah kulit dan berisi sebum yaitu masa kental seperti bubur. Kista ini terjadi karena ada pembuntuan saluran kelenjar sebacea atau kelenjar lemak kulit. Dapat berukuran besar sebesar telur bebek.

Verruca atau kutil adalah tumor berbentuk tonjolan yang dilapisi oleh kulit yang keratosis sehingga permukaannya kasar dan tak teratur. Umumnya terdapat di kulit lengan atau tungkai, telapak kaki. Dapat singel atau multipel. Biasa orang sering menyebut kapalan. Penyebabnya adalah virus

Klavus adalah kelainan berbentuk tonjolan diatas permukaan kulit, menyerupai mata ikan di kulit telapak kaki yang sering nyeri bila dipakai jalan.

Kornu kutaneum merupakan kelainan kulit berupa tanduk kecil dan keras di kulit, umumnya terdapat di tungkai atau lengan. Dermatofibroma adalah tumor kecil di kulit dengan konsistensi keras, berwarna coklat , menyerupai keloid.

Keloid adalah benjolan yang terjadi akibat pembentukan jaringan parut berlebihan yang tidak sesuai dengan bertanya trauma. Parut yang terjadi menebal dan melebar melampaui batas tepi luka. Sering mengenai daerah sternum, bahu, pinggang, cuping telinga, wajah, payudara. Penyebabnya ada faktor keturunan atau bakat keloid.

Tumor Jinak di Bawah Kulit

Lipoma ialah tumor jinak jaringan lemak. Dapat single atau multipel, jumlahnya bisa mencapai puluhan. Bentuknya bulat, oval, bila dipegang terasa lunak sampai kenyal atau padat. Bila dibiarkan bisa tumbuh sampai ukuran sangat besar, bahkan ada yang mencapai 10 kg atau lebih dan dapat menggantung dari kulit seperti buah.

Kista dermoid, adalah suatu kista atau tumor yang berisi cairan kental seperti bubur yang disebut sebum, bisa berisi rambut, dimana kantungnya dilapisi oleh dermis. Umumnya letaknya pada bidang garis tengah tubuh. Dapat tumbuh di kepala, badan atau perut . Didapatkan pada anak-anak atau pada bayi sejak lahir.

Kista epidermoid adalah suatu kista yang kantungnya dilapisi epidermis berisi massa kental. Sering terdapat di kulit telapak kaki atau tangan. Penyebabnya diduga trauma dimana sel epidermis masuk ke subkutan dan tumbuh disana.

Fibroma ialah tumor jinak yang berasal dari jaringan ikat. Konsistensinya tergantung dari banyaknya jaringan ikat yang terdapat dalam tumor. Bisa teraba sangat keras.

Hemangioma adalah tumor jinak yang berasal dari pembuluh darah. Tumor ini berwarna merah atau kebiru-biruan. Terutama terdapat pada bayi dan anak-anak. Terletak di kulit atau dibawah kulit (subkutan), sebagian besar didaerah kepala dan leher.

Limfangioma, adalah tumor jinak yang berasal dari pembuluh limfe. Umumnya sudah ada sejak lahir atau timbul pada masa anak-anak. Sebagian besar terdapat di kepala dan leher.

Tumor desmoid ialah tumor jinak jaringan ikat yang umumnya berasal dari fascia atau selapu pembungkus otot dari fascia otot perut (musculus rectus).

Neurofibromatosis, merupakan penyakit kongenital, dimana tumor ini terletak di kulit atau subkutan , multipel (jumlah banyak) dengan konsistensi lunak. Biasanya disertai hiperpigmentasi kulit, dimana kulit menjadi lebih gelap, berupa plaque berwarna coklat. Dapat menyerang daerah wajah, badan, lengan kaki , bahkan seluruh tubuh.

Ganglion, merupakan suatu tumor berbentuk kista berisi cairan bening kental dengan dinding tipis yang berasal dari tonjolan selaput sinovia sendi atau sarung tendo. Biasanya terdapat di sekitar sendi, yang tersering di pergelangan tangan atau belakang lutut (fosa poplitea). Ukurannya dapat membesar dan menyebabkan keluhan sering pegal.

Limfadenitis adalah pembesaran kelenjar getah bening yang diakibatkan adanya infeksi baik oleh kuman TBC atau bukan. TBC kelenjar sering mengenai daerah samping leher , bai pada anak maupun dewasa. Penderita biasanya mengelu adanya benjolan di samping leher kiri atau kanan atau keduanya.

Cara Pengobatannya

Tumor jinak pada umumnya harus diobati dengan cara operasi, yaitu pengangkatan tumornya. Operasi dapat dilakukan dengan pembiusan lokal, kecuali pada keadaan tidak memungkinkan seperti pada anak kecil atau pada orang dewasa yang takut disuntik dan tidak tahan nyeri, atau juga karena tumornya ukurannya sangat besar sebaiknya dilakukan dengan bius umum.

Setelah diangkat tumornya, harus diperiksakan ke bagian patologi anatomi, agar dapat diketahui secara pasti jenis histopatologinya. Bila jinak maka dengan pengangkatan tumro tersebut penderita dinyatakan sembuh. Pada kasus infeksi seperti pada TBC kelenjar, maka harus dilanjutkan dengan pengobatan penyakit TBC nya yang memakan waktu 6-9 bulan.

Untuk sdr Andika, mungkin penyakit anda adalah lipoma bukan kanker. Untuk sdri Susi kemungkinan penyakit anda adalah papiloma, dan tidak dapat diobati dengan minum obat, harus dioperasi. Untuk sdr Lukman, anak anda bisa saja kemungkinannya adalah TBC kelenjar, dan harus dilakukan biopsy dan pemeriksaan PA, bila hasilnya TBC kelenjar maka harus minum obat TBC. Semoga pertanyaan sudah dapat terjawab .

Bila diantara para pembaca, masih ada yang kurang jelas atau ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi : HP: 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak ( Klinik Spesialis Rosye jaya Medika ) di Jln. A.R. Saleh (BLKI) No. A-5, Telp. (0561)-585999

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 8, 2008

Sariawan Tak Pernah Sembuh

1. Mulut

Tanya:

Dokter, saya ingin bertanya pada mulut saya ada sariawan di lidah seringnya di sebelah kiri & kanan sudah satu bulan. Sembuh tapi setelah beberapa hari ada lagi kadang ditempat yang sama kadang di tempat yang berbeda dan juga ada gingivitis di sebelah kanan & kiri, terus karies gigi di sebelah kanan atas, tapi baru ditambal sih, apa karena itu kah?

Saya merasa serem katanya itu tanda-tanda kanker lidah kalau tidak sembuh-sembuh, apa harus nyembuhin gingivitis dulu yah nanti baik sendiri, lagi kumur-kumur pakai obat kumur gingivitis saya sudah lumayan baikan apalagi kalau minum air dingin itu ngilu banget sekarang mendingan, dan kadang-kadang kalau berdarah gusi saya dan sariawan di lidah saya pakai albothyl, ada efeknya tidak keseringan pakai albothyl khan lumayan cukup keras obat itu tetapi saya dengar albothyl bisa merusak jaringan lidah? Apa benar?

UKJ, Siantan Tengah

Jawab:

Gingivitisnya di gusi bagian mana? Tetapi biasanya kalau kena gingivitis itu hampir minimal 2-3 regio gigi bahkan bisa seluruh gusi terkena. Penyebab gingivitis ini bisa macam-macam yang paling utama adalah faktor oral higiene juga adanya kalkulus/karang gigi.

Masalah sariawan, memang ini juga perlu diperhatikan karena belum tentu ada hubungan antara gingivitis dengan sariawan, penyebab utamanya saja sudah beda, sariawan lebih ke faktor imun tubuh kita dan pemicu sariawan juga banyak.

Obat kumur memang baik untuk perawatan gingivitis, tapi gimanapun juga harus diketahui faktor utama penyebab gingivitisnya supaya tepat saja pengobatannya.

Albothyl memang obat keras, kalau tidak tepat juga penggunaannya bisa menyebabkan nekrosis (kematian jaringan) sel-sel lidah (bisa menghilangkan sel pengecal di lidah) sehingga harus diatur juga penggunaannya.

Untuk diagnosa apakah sariawan itu merupakan keganasan atau tidak nampaknya butuh pemeriksaan yang intensif, mungkin kalau secara langsung saya bisa lihat sejauh mana tingkat keparahannya. Tetapi untuk menunjukkan keganasan juga butuh beberapa gejala klinis lainnya. Semoga bisa menjawab pertanyaannya, terimakasih.

********

2. Gigi

Tanya:

Dokter, gusi saya belakangan ini berdarah melulu terutama kalau sikat gigi, padahal sudah pakai yang 'soft' mode. Bagaimana ya? Sudah konsumsi vitamin C 1000mg juga tidak mempan. Kenapa ya?

SDM, Pontianak

Jawab:

Lagi-lagi masalah ginggivitis, boleh saya tahu berapa kali frekwensi menyikat giginya SDM? Memang ada gusi yang bertipikal sangat peka, metode penyikatan yang tidak benar juga bisa jadi penyebab.

Apakah anda merokok tidak? Soalnya panas yang disebabkan rokok pada rongga mulut bisa memicu terjadinya faso dilatasi atau pelebaran pembuluh darah kapiler di gusi sehingga rentan menyebabkan gusi menjadi terlalu sensitif dan mudah luka.

Karang pada celah gusi bisa juga menjadikan gusi rentan berdarah saat penyikatan, karang gigi bisa terjadi karena posisinya di atas gusi atau juga dibawah saku gusi yang ini biasanya tidak terlihat jelas.

Konsumsi vitamin C memang bagus karena memang vit C atau asam askorbat tidak diproduksi tubuh, tetapi jangan salah tanggap bahwa daya resorbsi vitamin pada setiap orang juga berbeda, bisa cepat diserap atau lambat diserap, setelah diserap juga vit C tidak langsung dipergunakan tubuh.

Akan tetapi juga ada proses metabolismenya sehingga sampai pada titk penggunaan yang menurut tubuh tepat dan waktu metabolisme vit C pada tiap manusia juga beda sehingga mungkin saja kalau sekarang anda minum vit C tetapi efek dari vit C itu baru akan terasa beberapa hari bahkan sampai 1 bulan kemudian. Saran saya jangan mengkonsumsi vit C dosis tinggi berlebihan karna dapat berefek pada ginjal. Terimakasih.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post

 

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 7, 2008

Jari Telunjuk Tangan Macet

Tanya:

Dokter, saya seorang laki-laki berusia 35 tahun, bekerja dibengkel mesin bubut. Saya mempunyai keluhan dimana jari telunjuk tangan kanan saya sering macet, yaitu saat jari telunjuk tersebut ditekuk kemudian hendak diluruskan sulit, harus dibantu pakai tangan yang lain baru jari tersebut dapat diluruskan.

Selain itu juga terdapat nyeri pada pangkal jari telunjuk tersebut. Saya sudah berobat ke dokter dan diberi obat minum tapi belum ada perbaikan, hanya rasa nyerinya saja yang reda tapi jari masih suka macet. Dokter, apa nama penyakit saya itu? Mohon penjelasan dokter. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Tn. Am, Pontianak

Jawab:

Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang telah diajukan. Mengenai penyakit yang Bapak derita dapat kami terangkan sebagai berikut. Kemungkinan Bapak menderita suatu penyakit yang disebut dengan Trigger Finger, dalam hal ini Trigger Finger jari telunjuk tangan kanan.

Penyakit ini sering terjadi pada mereka yang bekerja banyak menggunakan benda-benda keras, yaitu bagi mereka yang harus bekerja dengan menggenggam benda keras seperti: pacul, linggis, palu, mengangkat mesin-mesin, batu atau barang-barang keras lainnya.

Karena seringnya mengangkat atau menggenggam benda-benda keras tersebut sehingga menyebabkan terjadinya iritasi pada jaringan ikat di telapak tangan.

Iritasi ini dapat menyebabkan terjadinya radang kronis/berkepanjangan dari jaringan ikat tersebut, sehingga lama kelamaan jaringan ikat akan mengeras/menebal ataupun timbul benjolan di daerah iritasi tersebut, sehingga menyebabkan jari yang berada didekatnya menjadi macet/tidak dapat diluruskan setelah jari ditekuk dan adanya radang pada jaringan ikat tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri pada telapak tangan.

Penatalaksanaan Trigger Finger:

Obat-obatan: diberikan analgetik, NSAID atau steroid untuk mengurangi nyeri dan tanda radang.

Rehabilitasi Medik:

Terapi Fisik: paraffin bath, diatermi, exercise, dsb.

Advis:

- Jika bekerja menggunakan benda-benda keras disarankan menggunakan sarung tangan yang tebal, sehingga tangan tidak bersentuhan langsung dengan benda keras tersebut.

- Jangan bekerja terlalu lama menggunakan benda keras tersebut tanpa fase istirahat.

- Biasakan melakukan massage pada telapak dan jari-jari tangan anda.

- Operasi: operasi diperlukan jika setelah diberikan obat dan program rehabilitasi medik tidak ada perbaikkan.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Trigger Finger dan penatalaksanaannya. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 6, 2008

Geraham Keropos, Bisa Ditambal?

Masalah :

Dokter, geraham saya tinggal sebelah kiri yang bisa dipakai itupun sudah hampir keropos, apa bisa ditambal atau pasang gigi palsu? Saya takut kalau tidak punya gigi geraham nanti saya mengunyah pakai apa? Saya takut ke dokter gigi?

MNB, Pemangkat

Jawab:

Maksudnya tinggal sebelah kiri yang ada? Yang kanan sudah tidak ada sama sekali? Gigi geraham bagian mana, atas atau bawah? Jumlah gigi manusia dewasa itu totalnya 32 buah, dengan jumlah termasuk geraham ada 12 buah (atas 6 buah, bawah 6 buah).

Kalau memang jumlah geraham hilang semua dan itu membuat kesulitan dalam mengunyah maka untuk membantunya disarankan menggunakan gigi palsu atau gigi tiruan.

Selain itu juga kehilangan gigi akan membuat daerah yang tidak bergigi akan resorbsi maksudnya akan terjadi penurunan dari kualitas tulang rahang, makanya orang-orang yang tidak bergigi akan terlihat jadi kendur otot-otot di dalam mulutnya juga disekitar wajah maka akan terlihat peyot deh (contoh kasus org tua yg sudah tidak bergigi pasti terlihat peyot).

Kalau memang gigi itu keropos dan masih bisa dirawat dengan perawatan penambalan ataupun dibuatkan mahkota gigi dengan bahan yang cukup kuat untuk mengunyah, tentu ini lebih baik segera dilakukan perawatan.

Jadi saran saya, dicek lagi tinggal berapa gigi gerahamnya dan lebih baik lagi segera konsultasikan/datang ke dokter gigi terdekat untuk segera diperiksa dan ditangani.

Kalau takut ke dokter gigi? Memangnya dokter giginya serem ya? Bagaimana kalau dokter giginya cantik atau ganteng? Masih takut? kalau hanya kehilangan 1 atau 2 gigi memang sebaiknya dibuatkan gigi palsu untuk mendukung daya kunyah saat mengunyah makanan.

Tetapi tergantung juga kasus kehilangan giginya, kalau masih 1 gigi atau 2 gigi yang hilang dan masih ada cukup 1 gigi yang kuat untuk penyangga bisa dibuatkan mahkota gigi tambahan atau dengan istilah "crown and bridge" yaitu gigi palsu yg hanya mengganti 1 atau 2 gigi saja.

Bahannya pun bisa dibuatkan dari banyak jenis, mulai dari logam stainless steel hingga berbahan porselen sehingga bahan ini akan sama/sesuai dengan gigi. contoh gigi palsu dengan alat Gigi Tiruan Sebagian Lepasan (Partial Prosthodontic Removable). (*)

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post

Tags: , ,