September 4, 2008

Pengobatan Komplikasi Penyakit Kanker Stadium Lanjut

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh di mana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh empat faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah.

Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal. Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak.

Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera di atasi. Di antaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati.

Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan. Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah.

Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, di antaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 30, 2008

Kanker Stadium Lanjut, Dapatkah Diobati ?

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dimana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh 4 faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah. Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal.

Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak. Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera diatasi. Diantaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati. Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan.

Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah. Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, diantaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Tindakan bedah juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi terutama pada penanganan kanker stadium lanjut, tergantung lokasi, jenis, ukuran kanker dan jenis operasi serta daya tahan penderita.

Diantara semua komplikasi tersebut, infeksi merupakan penyebab kematian paling utama pada penderita kanker disamping perdarahan. Sekitar 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, perdarahan atau infeksi bersama-sama dengan perdarahan.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kejadian infeksi pada penderita kanker antara lain karena: adanya luka lecet atau erosi pada kanker yang menyebabkan terbukanya kulit atau lapisan mukosa yang merupakan benteng pertahanan tubuh (barrier) yang melindungi tubuh dari dunia luar seperti pada kanker kulit, kanker usus, kanker kepala dan leher, kanker leher rahim.

Infeksi juga dapat terjadi karena adanya sumbatan akibat tekanan atau pertumbuhan kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker saluran cerna. Selain itu infeksi dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh, tindakan pembedahan, tindakan diagnostik invasif, pemberian pengobatan suportif seperti pemberian makanan melalui infus maupun pemberian transfusi darah, juga bisa karena pemberian kemoterapi maupun radioterapi.

Pada kasus ibu, gejala-gejala yang diarasakan semua itu bisa saja terjadi akibat komplikasi pertumbuhan sel kanker pada leher rahim. Pada kanker leher rahim stadium lanjut, kanker dapat tumbuh meyusup (infiltasi) dan merusak jaringan dan organ sekitar seperti ke arah dubur, ke arah saluran kencing, maupun saluran kelenjar getah bening di daerah lipat paha, sehingga mengakibatkan terjadinya sumbatan pada saluran pembuangan kotoran dan saluran getah bening pada kaki, akibatnya terjadi kaki bengkak dan susah buang air besar, serta suasah buang air kecil. Karena kanker sudah stadium lanjut maka terjadilah gejala lemah ,lesu, tidak mau makan (anoreksia), penurunan berat badan tubuh

Pada kasus seperti ini, pengobatannya umumnya adalah pengobatan paliatif yang bertujuan memperbaiki keadaan umum dan mengurangi penderitaan, sementara penyakit kankernya sendiri sudah sulit untuk disembuhkan. Sebaiknya segeralah ke dokter agar segera diobati.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 / 05617089720 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak .

Dr.Yusuf Heriady SpB SpBOnK

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

June 5, 2008

Komplikasi Kanker Stadium Lanjut, Dapatkah Diobati ?

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dimana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh 4 faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah. Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal.

Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak. Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera diatasi. Diantaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati. Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan.

Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah. Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, diantaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Tindakan bedah juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi terutama pada penanganan kanker stadium lanjut, tergantung lokasi, jenis, ukuran kanker dan jenis operasi serta daya tahan penderita.

Diantara semua komplikasi tersebut, infeksi merupakan penyebab kematian paling utama pada penderita kanker disamping perdarahan. Sekitar 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, perdarahan atau infeksi bersama-sama dengan perdarahan.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kejadian infeksi pada penderita kanker antara lain karena: adanya luka lecet atau erosi pada kanker yang menyebabkan terbukanya kulit atau lapisan mukosa yang merupakan benteng pertahanan tubuh (barrier) yang melindungi tubuh dari dunia luar seperti pada kanker kulit, kanker usus, kanker kepala dan leher, kanker leher rahim.

Infeksi juga dapat terjadi karena adanya sumbatan akibat tekanan atau pertumbuhan kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker saluran cerna. Selain itu infeksi dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh, tindakan pembedahan, tindakan diagnostik invasif, pemberian pengobatan suportif seperti pemberian makanan melalui infus maupun pemberian transfusi darah, juga bisa karena pemberian kemoterapi maupun radioterapi.

Pada kasus ibu, gejala-gejala yang diarasakan semua itu bisa saja terjadi akibat komplikasi pertumbuhan sel kanker pada leher rahim. Pada kanker leher rahim stadium lanjut, kanker dapat tumbuh meyusup (infiltasi) dan merusak jaringan dan organ sekitar seperti ke arah dubur, ke arah saluran kencing, maupun saluran kelenjar getah bening di daerah lipat paha, sehingga mengakibatkan terjadinya sumbatan pada saluran pembuangan kotoran dan saluran getah bening pada kaki, akibatnya terjadi kaki bengkak dan susah buang air besar, serta suasah buang air kecil. Karena kanker sudah stadium lanjut maka terjadilah gejala lemah ,lesu, tidak mau makan (anoreksia), penurunan berat badan tubuh

Pada kasus seperti ini, pengobatannya umumnya adalah pengobatan paliatif yang bertujuan memperbaiki keadaan umum dan mengurangi penderitaan, sementara penyakit kankernya sendiri sudah sulit untuk disembuhkan. Sebaiknya segeralah ke dokter agar segera diobati.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 / 05617089720 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak .

Dr.Yusuf Heriady SpB SpBOnK

 

Sumber : Pontianak Post

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

May 5, 2008

Putus Asa Menderita Kanker Stadium Lanjut

Tanya:

Dokter, isteri saya terkena kanker payudara kanan, sudah diperiksa ke dokter, termasuk pemeriksaan biopsy tusuk jarum. Sudah dirontgent, dan USG ternyata sudah menyebar ke liver. Dikatakan oleh dokter, sudah stadium 4. Sudah dilakukan kemoterapi 2 kali, namun belum sembuh, dan isteri saya jadi putus asa, tidak mau melanjutkan pengobatan lagi. Bagaimana pengobatan selanjutnya dok? Tolong dijawab

(Ardi, Pontianak).

Jawab:

Banyak sekali pertanyaan serupa yang diajukan kepada saya yang pada intinya menanyakan apakah kanker stadium lanjut masih dapat disembuhkan. Kasus atau jenis kanker yang ditanyakan juga bermacam-macam, selain yang ditanyakan di atas, ada juga kasus kanker kelenjar gondok, kanker kulit, kanker rahim, kanker kelenjar getah bening, dll.

Pada umumnya mereka berharap bahwa kanker yang menimpa keluarga atau dirinya tersebut masih dapat disembuhkan dalam arti sebenarnya seperti penyakit lain. Artinya mereka berharap kanker dapat sembuh dan penderita dapat sehat seperti semula. Suatu hal yang sangat manusiawi.

Ukuran Kesembuhan

Pada kanker atau tumor ganas, terdapat beberapa istilah atau ukuran yang menggambarkan tingkat harapan kesembuhan. Cure atau sembuh adalah istilah yang menggambarkan sembuh secara klinis, tidak ada kanker lagi yang terdeteksi dan penderita memiliki harapan hidup yang sama dengan orang sehat.

Survival rate atau tingkat harapan hidup, menggambarkan berapa lama dan berapa persen penderita kanker dapat bertahan hidup pada suatu fase waktu, misalnya 5 tahun, 10 tahun dst.

Disease-free interval atau tingkat bebas dari kekambuhan, menggambarkan berapa lama waktu bebas kanker secara klinis setelah diobati sampai terjadi kekambuhan kembali penyakit kankernya.

Respons pengobatan, menggambarkan respons suatu kanker terhadap suatu upaya pengobatan baik kemoterapi, radioterapi, artinya setelah diberikan kemoterapi atau radioterapi maka ukuran tumor apakah akan mengecil, tetap atau malah makin membesar.

Secara umum yang terlihat oleh penderita dan keluarga adalah respons pengobatan. Namun respons pengobatan tidak identik dengan tingkat harapan hidup dan tingkat bebas dari kekambuhan maupun kesembuhan.

Tiap Kanker Berbeda

Sifat kanker satu dengan yang lain sangat berbeda sifatnya. Ada kanker yang sifatnya sangat jahat dan cepat sekali merusak ke jaringan disekitarnya dan menyebar jauh, namun ada juga kanker yang relatif baik yang jarang sekali menyebar jauh.

Ada juga kanker yang sifat kekambuhan lokalnya sangat tinggi, walaupun sudah dioperasi maupun radioterapi. Ada juga kanker yang sering kambuh di tempat jauh walaupun sudah dioperasi dan di kemoterapi.

Kanker yang sama juga memiliki sifat yang berbeda. Sebagai contoh kanker payudara, memiliki tipe histopatologi yang berbeda yang masing-masing akan mempengaruhi sifatnya apakah jahat sekali atau hanya jahat saja.

Demikian juga kanker jaringan lunak, banyak sekali subtypenya yang masing-masing memiliki sifat yang berbeda sifat kejahatannya.

Kanker yang masih bersifat agak baik dan hampir dapat disembuhkan dengan cara operasi adalah kanker kulit basal cell carcinoma. Bila belum terlalu besar, dengan operasi radikal sampai tepi dan dasar sayatan bebas tumor, maka kanker ini dapat sembuh total, dan jarang kambuh dan sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah menyebar jauh.

Kanker yang berespons sangat baik dengan kemoterapi adalah kanker kelenjar getah bening. Kanker ini pengobatan utamanya memang dengan kemoterapi. Walaupun ukurannya besar, namun setelah diberi kemoterapi akan mengecil dan bahkan hilang. Respons atau hasil kesembuhannya relatif baik.

Pengobatan kanker, sebagian besar merupakan pengobatan multimodalitas, artinya diperlukan beberapa upaya pengobatan sekaligus. Pengobatan dapat berupa kombinasi kemoterapi-operasi-kemoterapi. Bisa juga operasi-kemoterapi, atau kombinasi kemoterapi dan radioterapi. Ada juga yang dilakukan operasi-kemoterapi lalu terapi hormon. Selain itu juga ada yang radioterapi-operasi dan kemoterapi. Namun ada juga kanker yang dapat disembuhkan dengan satu cara pengobatan, misalnya operasi saja atau kemoterapi saja. Tergantung pada jenis kankernya, jenis pengobatan mana yang harus diberikan.

Harapan penderita, keluarga maupun dokter adalah kesembuhan total penderita. Namun hingga saat ini dengan semua jenis pengobatan yang ada, masih ada beberapa kanker yang walaupun sudah diobati dengan semua pengobatan, namun masih juga bisa kambuh dan belum dapat dicapai kesembuhan total.

Pada umumnya, semakin dini stadium kanker saat diobati, maka tingkat harapan hidup atau survival makin tinggi dan tingkat bebas penyakit semakin lama, serta semakin kecil resiko kekambuhan. Demikian pula sebaliknya.

Untuk kanker stadium empat, artinya kanker sudah menyebar ke tempat jauh, pengobatannya adalah dengan pengobatan yang bersifat sistemik yaitu dengan kemoterapi atau terapi hormon, tergantung pada jenis kanker dan sifatnya.

Sayangnya, tidak semua kanker berespons baik dengan kemoterapi. Pada kasus-kasus demikian, maka upaya pengobatan ditujukan pada upaya paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup penderita, bukan lagi kuratif untuk mencapai kesembuhan.

Menghadapi cobaan yang menimpa isteri bapak yang terkena kanker stadium lanjut, yang terpenting adalah tetap berikhtiar, dengan menjalankan pengobatan yang memang sudah ada, yang dianjurkan oleh dokter yang merawatnya, sambil senantiasa berdoa, karena takdir hanya Allah yang punya. Pengobatan kemoterapi ada beberapa tahapan, ikuti saja apa yang sudah dianjurkan dokter, karena nantinya akan selalu diupayakan pengobatan penyakitnya sesuai perkembangannya. Pada prinsipnya haruslah bersikap pantang menyerah, pantang mundur dan jangan berputus asa!

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak.

 dr.Yusuf  Heriady Spb SpbOnk

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment
Made with WordPress and the Semiologic theme and CMS • Sky Gold skin by Denis de Bernardy