September 4, 2008
Pengobatan Komplikasi Penyakit Kanker Stadium Lanjut
Tanya:
Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.
Santi, Pontianak
Jawab:
Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh di mana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.
Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh empat faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.
Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah.
Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal. Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak.
Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.
Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera di atasi. Di antaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.
Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati.
Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.
Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan. Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah.
Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, di antaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.
Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Kanker Stadium Lanjut, Pontianak Post Online, Team Pengasuh





