February 12, 2008
HIV dan ‘Kumpul Kebo’
Tanya:
Pengasuh Yth, Sudah hampir empat tahun saya tinggal serumah dengan seorang laki-laki yang bekerja di kapal tanpa ikatan pernikahan. Laki-laki itu sudah bertugas di beberapa kota di Indonesia bahkan pernah bekerja di Singapura. Tetapi hampir empat tahun ini kami hidup sebagai suami istri bila kapalnya singgah di Parepare.
Suatu hari, ketika kami kencan dia mengeluh penisnya sakit. Ketika itu katanya luka karena terkena resleting celananya. Anehnya luka itu sangat lama, bahkan satu bulan kemudian alat kelamin saya juga ikut sakit. Ketika saya periksa ke dokter, saya kaget karena dinyatakan sifilis. Saya lebih kaget lagi ketika dokter menanyakan suami saya. tubuh saya panas dingin dan gemetar, tidak tahu harus bilang apa. Ketika itu saya tidak jadi membeli obat biar pun sudah ada resep.
Saya memilih ke berobat ke Makassar. Saya berobat hingga dinyatakan sehat oleh dokter. Tapi, teman kumpul kebo saya tidak mau berobat dengan alasan penisnya hanya luka biasa bukan karena sifilis. Yang ingin saya tanyakan: (1) Apa benar penis teman kumpul kebo saya luka karena resleting celana atau memang dia sifilis?
Menurut dokter di Makassar saya tertular sifilis dari teman ‘kumpul kebo’ku karena sejak kami ‘kumpul kebo’ saya tidak pernah lagi kencan dengan laki-laki lain. Saya juga ingin tahu: (2) Apakah teman ‘kumpul kebo’ saya HIV? Selama ini dia selalu batuk-batuk selama saya tinggal serumah dengannya. Saya juga ingin tahu: (3) Bagaimana caranya agar tahu bahwa teman kencan saya HIV. (4) Apakah ada tanda-tanda lain di sekitar penis?
Nn. Sel
Jawab:
Tidak ada kaitan langsung antara ikatan pernikahan yang sah, baik menurut agama, kepercayaan atau negara dengan penularan HIV/AIDS. Sebagai virus HIV dapat menular melalui hubungan seksual pada pasangan suami istri jika salah satu dari pasangan itu HIV-positif dan suami tidak memakai kondom pada saat hubungan seks. Sebaliknya, biar pun tidak menikah, ‘kumpul kebo’ atau zina kalau kedua-duanya HIV-negatif maka tidak akan pernah terjadi penularan asalkan kedua-duanya tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan lain.
(1) Kita tidak bisa menentukan apa penyebab luka pada penis temanmu. Untuk memastikannya harus diperiksa oleh dokter. (2) Tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV sebelum mencapai masa AIDS yaitu antara 5 – 10 tahun setelah tertular.
Pada masa AIDS seseorang yang HIV-positif sangat mudah diserang penyakit sehingga sering muncul beberapa penyakit pada dirinya, seperti diare, ruam, TB, dll. Tapi, bair pun ada gejala-gejala ini tapi untuk memastikan apakah ybs. HIV-positif harus melalui tes HIV dan diagnosis (pemeriksaan) dokter. (3) Ya, dengan menjalani tes HIV. Tes ini hanya bisa dilakukan di laboratorium tertentu dengan pengantar dari dokter. (4) Pada orang-orang yang tertular HIV infeksi tidak terjadi di alat kelamin, penis atau vagina, tapi di darah dalam tubuh.
Karena merasa was-was ada baiknya ajak dia menjalani tes HIV sukarela. Kalau dia tidak mau akan lebih baik kalau Anda yang menjalani tes. Soalnya, kalau seseorang tertular sifilis atau GO berarti dia sudah melakukan hubungan seks tanpa kondom sehingga ada risiko tertular HIV kalau teman kencannya yang menularkan sifilis atau GO juga HIV-positif.
Tapi, karena tidak ada gejala-gejala dan tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV maka banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV. Kalau tertular sifilis atau GO dalam beberapa hari sudah ada gejala-gejala, misalnya, perih atau sakit ketika kencing, sehingga orang menyadari dirinya sudah kena penyakit.
Team Pengasuh INFO KESPRO
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: HIV, Pontianak Post Online, Team Pengasuh





