October 20, 2007

Ingin Bebas dari Penyakit ASMA

Masalah :

"SAYA seorang karyawati bank swasta di Jakarta. Sekarang saya berumur 28 tahun. Sejak umur 10 tahun saya menderita penyakit asma. Dulu semasa masih sekolah saya diobati dengan obat asma campuran. Serangan asma saya berkurang meski jika berolahraga berat saya mengalami sesak. Penyakit asma agak mengganggu saat belajar, namun saya berhasil menyelesaikan kuliah pada waktunya.

Dua tahun yang lalu saya menikah dan serangan asma jarang sekali timbul, padahal saya belakangan ini hanya menggunakan satu macam obat, yaitu obat semprot asma. Menurut dokter, obat ini campuran antara obat antiperadangan dan obat untuk melebarkan pipa saluran napas.

Sekitar tiga bulan lalu saya harus lembur sampai malam sehingga saya merasa amat lelah dan kurang tidur. Asma saya kambuh kembali hingga perlu tambahan obat yang diminum, namun tidak sampai memerlukan perawatan di rumah sakit.

Untunglah sekarang saya sudah pulih dan dapat bekerja kembali seperti biasa. Sebulan yang lalu saya kontrol ke dokter keluarga, dan saya dinyatakan hamil. Saya merasa berbahagia dengan kehamilan ini karena kami sudah menunggu cukup lama.

Namun, saya juga khawatir, apakah penyakit asma akan mengganggu kehamilan saya? Sebaliknya, apakah kehamilan akan memperberat asma saya? Mungkinkah saya melahirkan anak kelak dengan cara biasa ataukah saya harus menjalani operasi sectio? Apakah obat semprot yang saya pakai perlu dihentikan dan kapan boleh dipakai kembali?

Bagaimana cara saya dapat bebas dari penyakit asma selamanya? Mungkinkah dapat dicegah agar anak saya nanti tidak terkena asma? Terima kasih atas penjelasan dokter."

(Maimunah Bandung)

Jawab:

          ASMA merupakan penyakit kronik yang dapat dikendalikan. Untuk dapat mengendalikan serangan asma, maka faktor pencetus serangan harus dihindari.

Faktor pencetus asma, antara lain alergi (biasanya debu rumah), kelelahan dan influenza. Sedangkan ketegangan jiwa dapat memperberat serangan asma.

Berbeda dengan orang yang tak menderita asma, pada penderita asma terjadi peradangan kronik yang menyebabkan pipa saluran napasnya menjadi sensitif. Mudah terangsang oleh bahan yang menimbulkan alergi maupun polusi udara.

Untuk dapat mengendalikan asma jangka panjang, maka proses peradangan kronik ini perlu dihentikan. Obat yang dapat menghentikan proses peradangan kronik tersebut adalah obat golongan steroid. Namun, obat steroid jika digunakan dalam bentuk tablet atau suntikan untuk jangka lama berisiko menimbulkan berbagai efek samping, seperti peningkatan gula darah, darah tinggi, osteoporosis atau tukak pada lambung.

Oleh karena itu, obat ini digunakan secara topikal, misalnya sebagai obat semprot atau obat hirup. Penggunaan obat ini secara topikal diharapkan dapat menghindari efek samping.

Penderita asma dapat hamil dan melahirkan secara biasa jika keadaan asmanya terkontrol. Pada penatalaksanaan asma perlu rencana pengendalian jangka panjang. Dokter dan pasien perlu bekerja sama agar dapat tercapai hasil yang diharapkan, yaitu pasien dapat hidup bebas serangan asma hingga produktif kembali.

Pasien perlu memahami obat yang harus digunakan pada waktu serangan dan di luar serangan. Hendaknya keadaan bebas serangan asma ini dapat dicapai dengan obat yang sesedikit mungkin. Pada prinsipnya pengobatan asma disesuaikan dengan berat penyakitnya. Sekarang tersedia panduan WHO untuk pengobatan asma sehingga doker Anda dapat mengikuti panduan tersebut.

Sebaliknya, asma yang tak dikendalikan dengan baik pada keadaan hamil dapat berpengaruh buruk pada ibu maupun janin. Jadi, meski prinsipnya pada hamil muda kita menghindari penggunaan obat yang tidak perlu, tetapi jika diperlukan hendaknya Anda tidak ragu menggunakannya. Apalagi obat semprot asma hampir tidak diserap, hingga risiko pengaruh terhadap bayi amatlah kecil.

Para peneliti menyatakan kehamilan pada penderita asma dapat meningkatkan serangan asma, tetapi juga dapat mengurangi serangan asma. Akan tetapi ada juga kelompok yang tak merasakan pengaruh kehamilan terhadap asma. Mudah-mudahan Anda termasuk orang yang gejala asmanya berkurang sewaktu hamil.

Cara menghindari agar anak Anda terhindar dari penyakit asma adalah menciptakan lingkungan yang mengurangi risiko timbulnya asma. Selama hamil usahakan agar di lingkungan Anda tidak ada asap rokok. Jika suami Anda merokok, bujuklah dia agar berhenti merokok demi kesehatan janin Anda.

Jagalah makanan Anda agar bergizi, tetapi hindari makanan yang berisiko menimbulkan alergi. Sehabis melahirkan nanti, kalau dapat amalkanlah ASI eksklusif (bayi hanya diberi ASI selama empat sampai enam bulan). Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak, apakah anak Anda memerlukan obat pencegahan agar tidak timbul asma.

Nah banyak upaya yang dapat dilakukan. Namun, yang penting sekarang ini jagalah kesehatan Anda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda secara teratur, termasuk pemeriksaan kehamilan Anda. Mudah-mudahan Anda dikaruniai anak yang sehat, cerdas, berbakti kepada orangtua dan masyarakat.

dr Sjamsuridjal Djauzi

 

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 19, 2007

Nutrisi pada Pasien di Rumah Sakit

Masalah :

ANAK saya, laki-laki berumur 20 tahun, menderita luka bakar yang cukup luas sehingga di rawat di rumah sakit. Mula-mula lukanya amat mengerikan namun secara pelahan mulai menyembuh. Dia masih sering kesakitan, tetapi sekarang sudah mulai agak tenang. Dokter merencanakan untuk melakukan operasi untuk mempercepat penyembuhan luka di dada dan daerah perut. Menurut dokter luka tersebut akan ditutup dengan kulit dari paha.

Saya merasa gembira dengan perkembangan penyembuhan luka anak saya. Anak saya juga kelihatannya siap untuik menghadapi tindakan pengobatan selanjutnya termasuk operasi.

Sejak lima hari yang lalu anak saya mengalami kurang nafsu makan. Jika dipaksakan makan dia mulai muntah. Dokter mengatakan ini disebabkan oleh gangguan ginjalnya. Fungsi ginjal menurut dokter agak meningkat, namun dokter optimis apabila dia mau minum cukup banyak fungsi ginjal akan kembali normal. Karena pemasukan makanan dan minum amat sedikit, dokter kemudian memasang pipa untuk menyalurkan makanan dari hidung. Anak saya tampak kesakitan pada saat pemasangan. Melalui pipa tersebut makanan cair ternyata dapat masuk dan anak saya tidak mengalami muntah.

Belakangan ini dia mulai agak cerewet. Dia ingin pipa yang terpasang di hidungnya dicabut padahal dokter merencanakan baru akan mencabut pipa tersebut bila makanan melalui mulut sudah bisa banyak. Menurut dokter fungsi ginjalnya sudah membaik dan rasa mualnya akan berkurang.

Dapatkah dokter menjelaskan apakah tidak cukup makanan dimasukkan melalui infus saja karena anak saya sudah diinfus sejak masuk rumah sakit? Apa keuntungannya memberikan makanan melalui pipa yang dimasukkan ke hidung daripada infus? Bagaimana pengaruh makanan terhadap persiapan operasi anak saya? Apakah anak saya harus menunggu keadaan menjadi baik baru menjalani operasi? Saya sudah cukup lama menunggu di rumah sakit sehingga mulai merasa lelah. Kalau boleh saya ingin operasi anak saya segera dijalankan. Terima kasih atas penjelasan dokter.

(Bustami , Jakarta)

Saya merasa gembira bahwa anak Anda sudah mulai membaik. Mudah-mudahan dia akan dapat cepat pulang dari rumah sakit dalam keadaan yang baik pula. Pengaruh makanan terhadap penyembuhan penyakit sudah lama diketahui. Nutrisi yang baik akan mendukung penyembuhan penyakit. Gangguan nutrisi pada pasien yang dirawat dapat disebabkan karena keadaan penyakit penderita atau dapat juga disebabkan kurangnya perhatian petugas kesehatan. Menurut pakar ahli gizi sekitar 75 persen status gizi pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami penurunan. Karena itu penilaian gizi pasien yang dirawat di rumah sakit perlu dilakukan secara dini agar dapat dilakukan upaya pemberian nutrisi yang diperlukan.

Pemberian nutrisi bukan sekadar memberi makan, namun harus memperhatikan kebutuhan gizi penderita. Kerja sama antara dokter yang merawat dengan ahli gizi amat diperlukan agar makanan yang dihidangkan sesuai kebutuhan penderita.

Jika makanan tidak dapat dimakan secara biasa maka makanan dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui pipa ke dalam lambung atau usus. Cara pemberian ini disebut nutrisi enteral. Cara lain adalah dengan memasukkan zat makanan yang diperlukan melalui pembuluh vena yang disebut dengan nutrisi parenteral. Nutrisi enteral lebih alamiah. Makanan masuk ke dalam saluran cerna dan saluran cerna dapat berfungsi seperti biasa. Pada nutrisi enteral integritas selaput lendir usus dapat dipertahankan. Selain itu melalui cara ini dapat diberikan makanan cair yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sesuai kebutuhan. Kalori yang dibutuhkan juga dapat dipenuhi.

Pemberian nutrisi parenteral mempunyai keterbatasan. Lama pemberian melalui pembuluh darah vena perifir hanya dapat sekitar tiga hari. Untuk memberikan nutrisi parenteral dalam jangka waktu lama sebaiknya dilakukan melalui pembuluh darah sentral (misalnya pada pembuluh darah dekat leher). Selain itu jumlah kalori serta komposisi karbohidrat, protein, dan lemak terbatas. Jika osmolaritas cairan melebihi 1000 mOsm dapat terjadi radang pembuluh darah (flebitis). Pemberian nutrisi parenteral juga lebih mahal dibandingkan dengan nutrisi enteral. Pemberian nutrisi enteral dapat juga dilakukan bersamaan dengan nutrisi parenteral.

Rasa mual dan muntah pada anak Anda sangat mungkin disebabkan oleh gangguan ginjal yang dialaminya. Pada luka bakar memang dapat terjadi penyulit gangguan ginjal, tetapi biasanya bersifat sementara.

Mengenai waktu yang tepat untuk operasi tentu Anda dapat mendiskusikannya dengan dokter yang merawat anak Anda. Karena beliaulah yang memahami secara lengkap keadaan anak Anda. Pada prinsipnya memang operasi dilakukan apabila dinilai anak Anda telah layak untuk menghadapi tindakan tersebut. Anda juga perlu menanyekan apakah operasi cukup dilakukan satu kali atau secara bertahap.

Saya juga menganjurkan agar Anda menunggu anak Anda di rumah sakit secara bergantian. Jika keadaan dia menurut dokter sudah tenang tentu tidak perlu ditunggu terus-menerus. Jika perlu ajaklah keluarga lain untuk menunggu. Anda juga dapat meminta pertolongan beberapa lembaga sosial yang menyediakan tenaga relawan untuk menunggu orang sakit. Anda perlu beristirahat secara cukup agar tidak jatuh sakit. Mudah-mudahan anak Anda cepat sembuh dan dapat beraktivitas lagi seperti biasanya.*

 

Dr Samsuridjal  Dzauji

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Dosis Obat Berlebih

Masalah :

ISTRI saya enam bulan lalu didiagnosis dokter menderita penyakit kencing manis. Memang sudah setahun ini berat badannya turun dan sering kencing malam hari. Mertua laki-laki saya memang penderita kencing manis.

Tampaknya istri saya belum siap menerima kenyataan ini. Dia amat khawatir dan memeriksakan kadar gulanya lebih sering daripada yang dianjurkan dokter.

Seminggu lalu dia merasa sering kencing dan memeriksakan gula darahnya ke laboratorium. Ternyata gula darah 2 jam sehabis makan mencapai 190 mg. Dia merasa gelisah karena kadar gula tersebut lebih tinggi daripada kadar yang diharapkan.

Tanpa berkonsultasi dengan dokter yang mengobati, dia memakan obat Daonil yang seharusnya hanya sekali sehari menjadi dua kali sehari. Akibatnya dia semakin lemah dan gelisah. Seluruh tubuhnya diliputi keringat dingin. Saya waktu itu sedang berada di kantor sehingga istri saya dibawa oleh adik saya yang tinggal serumah ke rumah sakit terdekat.

Di ruang gawat darurat ia diperiksa gula darahnya. Ternyata hanya 60 mg. Kata dokter istri saya menderita hipoglikemi akibat dosis obat kencing manis berlebih. Dia segera disuntik glukosa dan kemudian diinfus. Untuk pengamatan selanjutnya dia perlu dirawat dan baru tiga hari kemudian diizinkan pulang.

Saya baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini. Pertanyaan saya apakah hipoglikemi berbahaya? Bagaimana mencegahnya dan memberi pertolongan pertama agar tak perlu dirawat di rumah sakit?

Maklumlah saya hanya pegawai rendah di sebuah perusahaan swasta. Penggantian biaya berobat amat terbatas. Terima kasih atas penjelasan dokter.

Sumantri, Bogor

 

Jawaban :

PENGOBATAN kencing manis mencakup pengaturan pola makan, olahraga, dan obat. Jika perlu pengobatan untuk menurunkan gula darah maka obat tersebut diberikan dalam indikasi dan dosis yang tepat. Titik tangkap obat kencing manis dalam menurunkan gula darah berbeda-beda sehingga perlu indikasi yang tepat untuk penggunaannya.

Daonil (glibenklamid) merupakan obat kencing manis golongan sulfonilurea. Obat ini biasanya diberikan pada penderita kencing manis tipe 2 dengan berat badan normal atau lebih.

Daonil mempunyai pengaruh hipoglikemi cukup kuat sehingga penderita yang menggunakan obat ini perlu mengatur jadwal makan secara ketat. Dosis Daonil yang biasanya diberikan pada permulaan hanya 2,5 sampai 5 mg. Obat ini bekerja di tubuh selama 12 sampai 24 jam. Jadi pemberian obat memang biasanya dimulai sekali sehari namun dapat dinaikkan menjadi 2 kali sehari bila diperlukan.

Komunikasi dokter dan penderita pada penyakit kencing manis memang amat perlu. Penderita perlu memahami rencana pengobatan yang akan dilakukan serta penyulit yang mungkin timbul.

Pengendalian gula darah memang salah satu sasaran pengobatan kencing manis karena jika kendali tersebut dapat dicapai maka risiko komplikasi dapat diturunkan. Kadar gula darah yang diharapkan dapat dicapai adalah pada keadaan puasa 80-120 mg/dl dan 2 jam sesudah makan 120 sampai 160 mg/dl.

Namun demikian, penurunan gula darah tersebut diharapkan dicapai secara bertahap, jadi tidak harus segera turun. Penurunan gula darah yang cepat dapat menimbulkan reaksi hipoglikemi. Jadi sebenarnya istri Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan kadar gula darah 190 mg. Dia dapat menunggu sambil berkonsultasi dengan dokter sebelum menaikkan dosis obat. Bahkan acapkali penurunan gula darah tidak memerlukan peningkatan dosis obat kencing manis tapi cukup dengan modifikasi makanan dan olahraga.

Gejala hipoglikemi biasanya mulai timbul bila gula darah di bawah 50 mg. Namun, reaksi hipoglikemi dapat terjadi pada nilai gula darah yang lebih tinggi. Gejala hipoglikemi biasanya adalah rasa lapar, lesu, sulit berkonsentrasi, keringat dingin dan pada stadium yang lebih lanjut dapat terjadi penurunan kesadaran (koma). Keadaan hipoglikemi ini dapat terjadi pada penggunaan obat kencing manis oral maupun suntikan insulin.

Pencegahan hipoglikemi adalah dengan mematuhi jadwal makan dan menggunakan obat dengan dosis yang tepat. Jika nafsu makan berkurang karena sesuatu hal konsultasikanlah dengan dokter untuk juga mengurangi dosis obat kencing manis.

Pertolongan pertama pada hipoglikemi adalah pemberian gula murni lebih kurang 2 sendok makan (30 gram), sirop, permen, atau makanan yang mengandung hidrat arang untuk meningkatkan gula darah. Pertolongan ini hanya dapat dilakukan pada stadium awal, pada keadaan kesadaran penderita masih baik.

Jika kesadaran penderita mulai menurun maka harus cepat diberikan suntikan larutan glukosa 40 persen melalui pembuluh darah vena 10 sampai 20 menit hingga pasien sadar disertai pemberian infus cairan dekstrosa 10 persen untuk mempertahankan kadar gula darah.

Patut diingat setelah pemberian gula murni kadar gula dapat menurun kembali jika obat masih bekerja aktif dalam tubuh. Karena itu sebaiknya setelah hipoglikemi, jika fasilitas ada, kadar gula darah perlu dipantau secara berkala.

Penderita hipoglikemi harus mendapat pertolongan segera. Kadar gula yang rendah dapat merusak sel-sel otak. Jika keadaan gula rendah ini terjadi lebih dari 6 jam mungkin terjadi kerusakan yang menetap. Selain karena akibat obat kencing manis hipoglikemi juga dapat terjadi karena makan yang kurang atau olahraga yang berlebihan.

Nah, mudah-mudahan pengalaman ini menjadi cambuk bagi kita untuk memahami penyakit kencing manis secara lebih rinci dan membina hubungan yang akrab dengan dokter yang mengobati. *

 

Dr Samsuridjal Djauzi

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Persiapan Operasi Kandung Empedu

Masalah :

SEJAK kecil saya biasa merokok. Saya mulai coba-coba kelas V SD dan setelah SMP, saya merokok secara teratur. Saya sekarang sudah berumur 42 tahun.

Dua tahun yang lalu, saya menderita batuk kronis dan menurut dokter, saya terserang bronkhitis. Saya diharuskan berhenti merokok. Fungsi paru saya agak menurun dan terasa jika saya naik tangga, karena rasanya mudah sesak. Padahal, teman-teman seusia saya tidak apa-apa.

Badan saya agak gemuk dan sekitar enam bulan ini saya merasakan nyeri di ulu hati. Semula diduga sakit maag, maklumlah saya bekerja di bagian pemasaran sebuah perusahaan swasta yang selalu dikejar target penjualan. Namun, setelah diperiksa secara teliti dengan USG ternyata saya menderita batu kandung empedu.

Dokter bedah yang memeriksa saya menganjurkan operasi untuk mengangkat kandung empedu saya yang mulai meradang. Ia menjelaskan kepada saya bahwa operasi di daerah perut pada penderita bronkhitis dapat mengurangi kapasitas paru selama operasi.

Karena itu, saya diharuskan berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebelum menjalani operasi. Diharapkan dokter spesialis penyakit dalam dapat memeriksa jantung, paru, dan kondisi lain lewat laboratorium untuk menetapkan kelayakan menjalani operasi.

Saya mendengar bahwa operasi kandung empedu dapat dilaksanakan dengan hanya membuat sayatan kecil di dinding perut. Saya tertarik untuk menjalani operasi seperti itu. Kebetulan perusahaan saya bersedia membiayainya.

Apakah operasi jenis baru ini lebih aman daripada operasi biasa? Apakah di Jakarta sudah dapat dijalankan operasi ini?

Saya kebetulan punya saudara di Jakarta sehingga jika saya dirawat di rumah sakit ada saudara yang mendampingi.

Selain itu, apakah penyakit bronkhitis dapat disembuhkan?

(Rusdi, Cirebon)

 

Jawaban :

JIKA telah timbul radang memang biasanya sudah perlu dilakukan operasi pada batu kandung empedu. Jika dibiarkan mungkin terjadi infeksi berat yang sulit diatasi.

Operasi pada daerah perut memang mempengaruhi fungsi paru. Makin dekat operasi dilakukan ke sekat diafragma (pembatas rongga dada dan perut) makin besar pengaruh operasi terhadap fungsi paru. Operasi kandung empedu dapat menurunkan kapasitas vital (bagian fungsi paru) separuh.

Kebiasaan merokok dapat menimbulkan gangguan paru berupa bronkhitis dan emfisema. Pada kedua keadaan ini sebelum dilakukan operasi sudah terjadi penurunan fungsi paru dibandingkan dengan yang tak menderita penyakit tersebut. Jadi amat wajar sebelum operasi dilakukan penilaian kelayakan operasi untuk menilai risiko operasi.

Penilaian yang dilakukan biasanya bersifat menyeluruh di samping penilaian keadaan paru termasuk dengan mengukur fungsi paru. Jika diperlukan dilakukan upaya meningkatkan fungsi paru terlebih dahulu sehingga pada operasi tidak terjadi fungsi paru yang amat rendah. Mengingat usia Anda yang masih muda saya optimis Anda akan dapat menjalani operasi.

Operasi laparaskopi (operasi melalui alat yang dimasukkan melalui sayatan kecil di dinding perut) memang juga digunakan untuk operasi kandung empedu. Operasi ini menimbulkan luka bekas operasi yang kecil. Di tangan dokter yang terampil dalam operasi ini risiko operasi lebih rendah dan pasien dapat pulang ke rumah lebih cepat. Untuk operasi ini diperlukan alat khusus dan dokter bedah yang terlatih. Anda dapat mendiskusikan lebih lanjut dengan dokter bedah Anda, manfaat dan kerugian operasi ini dibandingkan dengan opersi yang biasa.

Di Jakarta, operasi laparaskopi sudah lama dilaksanakan dan biasanya yang melaksanakan operasi ini untuk kandung empedu adalah dokter bedah konsultan saluran cerna.

Mengenai penyembuhan bronkhitis, memang penyembuhan dengan pengertian kembali ke keadaan sebelum bronkhitis, sulit dicapai karena bronkhitis yang kronik menimbulkan perubahan pada pipa saluran napas. Selaput lendir pipa saluran napas berubah menjadi tak teratur sedangkan lapisan otot pipa tersebut menebal. Akibatnya pipa saluran napas penderita bronkhitis relatif menjadi lebih sempit.

Perubahan ini biasanya bersifat menetap. Namun, ini tidak berarti kualitas hidup penderita bronkhitis tak dapat ditingkatkan. Anda dapat menghubungi dokter Anda untuk merencanakan terapi sehingga Anda tidak mengalami sesak serta mengurangi batuk Anda.

Pengalaman Anda mungkin dapat dijadikan contoh pembaca lain bahwa merokok dapat menimbulkan gangguan pernapasan. Gejala itu sudah dapat timbul pada usia yang relatif masih muda.

Nah selamat menjalani operasi. Mudah-mudahan berhasil baik dan Anda juga dapat hidup nyaman meski menderita bronkhitis. *

dr Samsuridjal Djauzi

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 15, 2007

AIDS, Dapatkah Diobati?

Masalah :

SAYA adalah ibu rumah tangga yang sedang mendapat musibah. Saya mempunyai 3 anak laki-laki. Yang tertua berumur 21 tahun, tamat SMU, namun belum melanjutkan pendidikan. Anak kedua berumur 18 tahun dan yang ketiga 16 tahun, keduanya masih di SMU. Musibah yang saya hadapi adalah ketiga anak laki-laki saya tersebut pengguna narkoba.

Menurut cerita mereka, yang pertama menggunakannya adalah anak saya tertua sejak 3 tahun lalu, kemudian diikuti oleh kedua adiknya. Mereka menggunakan narkoba suntikan.

Saya bercerai dengan suami sekitar 4 tahun lalu. Saya tidak tahu apakah perceraian tersebut merupakan salah satu faktor sehingga mereka menggunakan narkoba.

Berkat bantuan adik saya yang kebetulan cukup mampu, ketiga anak saya telah menjalani rehabilitasi di sebuah wisma di luar Jakarta. Mereka semua sudah berhenti sekitar 9 bulan ini dan tampaknya punya motivasi kuat untuk terus bebas dari narkoba.

Saya tidak menganjurkan mereka untuk kembali ke sekolah, namun memasukkan mereka ke kursus bahasa karena saya mengharapkan dengan keterampilan bahasa mereka dapat mandiri dalam hidupnya nanti. Sebagai janda, tidak mungkin bagi saya untuk melanjutkan pendidikan anak-anak ke universitas.

Saat di wisma rehabilitasi ketiga anak saya dites hepatitis C dan HIV. Ketiganya positif untuk hepatitis C dan anak tertua serta yang paling kecil positif HIV.

Saya sungguh amat sedih mendengar hasil tes tersebut. Bagaimana dengan nasib mereka nanti? Apakah hepatitis C dapat disembuhkan?

Saya membaca di surat kabar bahwa sekarang AIDS sudah ada obatnya. Benarkah demikian? Sejauh mana obat tersebut efektif dan apakah obat tersebut sudah dapat diperoleh di Indonesia?

Adik saya bersedia membantu pengobatan anak saya jika biayanya tak terlalu mahal. Saya juga selalu memikirkan apakah anak-anak saya akan dapat hidup normal nantinya, menikah dan punya anak?

Mohon penjelasan dokter.

(Ibu yang malang di Jakarta)

 

Jawaban :

SAYA dapat membayangkan betapa berat beban yang ditanggung oleh keluarga Anda. Namun, perlu Anda ketahui bahwa cukup banyak keluarga yang mempunyai nasib serupa dengan ibu sekarang ini. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa dengan perjuangan keras dan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak, perjuangan melawan kecanduan narkoba dapat memberi hasil yang baik.

Memang, sering terjadi kekambuhan yang menimbulkan rasa putus asa, tetapi apabila ibu dan anak-anak berjuang keras, mudah-mudahan akan berhasil.

Penularan hepatitis C dan HIV pada pengguna narkoba suntikan disebabkan oleh kebiasaan remaja menggunakan jarum suntik secara bersama. Dengan demikian jika salah seorang pengguna menderita hepatitis C atau HIV, temannya yang menggunakan jarum suntik bersama dapat tertular. Angka penularan hepatitis C dan HIV pada pengguna narkoba suntikan di Indonesia memang amat tinggi.

Hepatitis C sekitar 20 persen dapat sembuh. Namun, berbeda dengan hepatitis A dan B, hepatitis C sering menjadi kronik. Hepatitis C yang kronik sebagian dapat berlanjut menjadi sirosis hati. Sedangkan sebagian penderita sirosis hati ini dapat terkena kanker hati.

Masa antara kejadian infeksi heptitis C dan timbulnya sirosis hati ini lama, yaitu sekitar 20 tahun. Sekarang tersedia obat untuk mengurangi risiko hepatitis C kronik menjadi sirosis hati, yaitu Interferon dan Ribavirin. Namun biaya pengobatannya masih mahal dan obat tersebut perlu digunakan sedikitnya 6 bulan.

Karena itu saya anjurkan agar putra-putra Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam. Melalui konsultasi ini dapat ditetapkan apakah putra Anda memerlukan pengobatan dengan Interferon dan Ribavirin.

Infeksi HIV yang tidak diobati dalam 7-10 tahun dapat berkembang menjadi AIDS. Namun, sejak tahun 1996, tersedia obat yang dapat menghambat replikasi HIV. Obat tersebut merupakan kombinasi beberapa obat dalam golongan antiretroviral (ARV). Semula obat ini amat mahal yaitu sekitar 8-10 juta setiap bulan. Namun untuk negara miskin tersedia obat generik yang murah.

Sejak tahun 2001 teman-teman di RS Cipto Mangunkusumo dengan izin Departemen Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan sudah dapat menyediakan obat ini dengan mendatangkannya dari India. Selain India yang mampu membuat obat generik ARV inilah adalah Thailand dan Cuba.

Harga obat tersebut jauh lebih murah yaitu untuk kombinasi 2 obat Rp 600.000 per bulan sedangkan kombinasi 3 obat Rp 750.000/bulan. Mengingat pemakai obat ARV di Indonesia semakin banyak sehingga jumlah pesanan dapat ditingkatkan dan dengan bantuan perusahaan farmasi Indofarma, maka dalam waktu dekat harga obat tersebut akan dapat diturunkan lagi.

Badan Kesehatan Sedunia (WHO) bulan April 2002 telah membuat pedoman penggunaan obat ARV untuk daerah yang mempunyai dana terbatas. Anda dapat menghubungi dokter untuk berkonsultasi tentang penggunaan obat ARV ini. Laporan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat Medicine Sans Frontier (MSF) menunjukkan, penggunaan obat ARV di negara berkembang menunjukkan hasil yang amat menggembirakan.

Sekitar 82 persen penderita infeksi HIV setelah menggunakan obat ini selama 6 bulan HIV dalam darahnya tak dapat ditemukan (undetectable). Meski HIV sudah tak ditemukan, pengobatan harus diteruskan untuk menghindari HIV yang ada di kelenjar dan jaringan lain selain darah, berkembang biak kembali.

Dengan kemajuan pengobatan dan teknologi kedokteran, maka penderita infeksi HIV dapat mempunyai anak. Waktu terbaik untuk punya anak adalah pada waktu HIV tak ditemukan. Pada waktu itu risiko penularan kepada pasangan dan anak amat kecil.

Jika yang terinfeksi adalah suami, maka untuk meningkatkan keamanan-agar isteri tak tertular-sperma suami dicuci kemudian dilakukan inseminasi. Prosedur ini tidaklah terlalu rumit sehingga dapat dikerjakan di negeri kita.

Pada ibu hamil yang HIV positif, risiko penularan HIV kepada bayinya dapat dikurangi dengan memakan obat pencegahan ARV.

Nah, mudah-mudahan informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dalam mendampingi anak-anak. Saya doakan mudah-mudahan perjuangan Anda sekeluarga akan membuahkan hasil yang diharapkan.

dr Samsuridjal Djauzi

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 14, 2007

Obat Asma Hirupan

Kasus:

"SAYA telah menderita asma lebih dari lima tahun. Selama ini serangan asma saya datang sekitar dua kali sebulan dan dapat ditanggulangi dengan obat asma yang terdiri atas campuran beberapa obat.

Obat campur ini cukup menolong, tetapi saya merasakan perubahan pada penampilan saya. Muka saya sedikit sembab dan mulai timbul jerawat, padahal saya perempuan yang baru berumur 25 tahun. Saya juga belum menikah. Karena itu, saya berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis ilmu penyakit dalam.

Menurut beliau, kelainan pada wajah saya mungkin disebabkan obat steroid yang terdapat dalam obat campur yang biasa saya gunakan. Dokter tersebut menjelaskan kepada saya mengenai penyakit asma, cara mencegah, dan menggunakan obat. Banyak hal baru yang saya dapatkan dari penjelasan beliau.

Ternyata terapi asma kronis perlu dilakukan terus-menerus, tidak hanya sewaktu ada serangan. Padahal selama ini saya hanya menggunakan obat jika sesak saja. Pantaslah penyakit asma saya tidak membaik. Selain itu, saya dianjurkan menggunakan obat asma hirupan.

Saya merasa puas dengan penjelasan dokter spesialis tadi, tetapi saya masih ragu. Betulkah saya harus mengonsumsi obat asma hirupan secara teratur dan apakah obat asma hirupan tersebut tidak berbahaya? Saya mendengar selama ini obat asma hirupan hanya digunakan jika keadaan penyakit asma berat, padahal asma saya sebenarnya tidaklah berat. Bagaimana pendapat dokter? Mohon penjelasan terapi asma dewasa ini."

(S di B)

Jawaban:

    * Saya merasa senang Anda telah memahami lebih banyak tentang penyakit asma. Penderita asma kronis memang perlu memahami mengenai faktor pencetus serangan asma serta obat yang digunakan untuk mengatasi serangan asma.

Pemahaman tersebut akan mengurangi risiko serangan asma dan jika timbul serangan penderita dapat melakukan tindakan pertama yang tepat sebelum mendapat pertolongan dokter.

Meski layanan kesehatan dewasa ini sudah tersebar cukup merata, patut diketahui masih banyak penderita serangan asma yang datang ke rumah sakit dalam keadaan terlambat. Bahkan ada juga penderita yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Karena itu, amat penting untuk mengenal faktor pencetus serta apa yang harus dilakukan jika ada serangan asma.

Pada penyakit asma terjadi proses radang kronis di pipa saluran napas. Peradangan kronis ini dapat menyebabkan pipa saluran napas menjadi sensitif, mudah terangsang oleh alergen maupun iritan. Sebagai contoh, jika sekelompok siswa masuk ke gudang sekolah, maka siswa yang mempunyai penyakit asma mungkin akan mengalami bersin, batuk, bahkan sesak karena terpajan oleh debu yang merangsang pipa saluran napas. Siswa lain juga terpajan, tetapi karena pipa saluran napasnya tidak peka (normal), mereka tidak mengalami serangan.

Akibat peradangan kronis, pipa saluran napas penderita asma mudah terangsang dan menyempit. Selain itu, pada pipa saluran napas penderita asma sering terbentuk sekret yang menyebabkan udara yang masuk dan keluar pipa saluran napas terhalang sehingga penderita menjadi sesak.

Nah, pengobatan asma ditujukan untuk melebarkan kembali pipa saluran napas yang menyempit (untuk ini digunakan obat bronkodilator) dan obat untuk menghentikan inflamasi kronis (untuk tujuan ini digunakan obat anti-inflamasi berupa steroid). Sekarang tersedia baik obat bronkodilator maupun obat anti-inflamasi dalam bentuk hirupan. Keunggulan obat hirupan adalah masa mulai kerjanya (onset) cepat karena obat ditujukan langsung ke pipa saluran napas serta pada umumnya kurang berpengaruh pada organ tubuh lain seperti jantung.

Pada obat asma yang diminum, setelah diserap usus, obat akan masuk ke sirkulasi dan beredar di sirkulasi terlebih dahulu baru sampai ke pipa saluran napas sehingga masa mulai kerjanya lebih lama. Selain itu, karena bersifat sistemik, maka dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Salah satu efek samping yang perlu diperhatikan pada penggunaan obat secara sistemik ini adalah efek samping steroid. Obat steroid merupakan obat anti-inflamasi yang ampuh, tetapi penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan beberapa kerugian pada pemakai. Kelainan pada kulit dapat berupa jerawat, muka dapat sembab, tekanan darah dapat meningkat, juga gula darah dapat meninggi. Selain itu juga dapat timbul katarak pada mata. Pada penggunaan lama tulang juga dapat menipis (osteoporosis). Karena itulah jika dapat digunakan obat steroid topikal dalam bentuk hirupan akan lebih aman bagi penderita.

Jadi, penggunaan obat asma dalam bentuk hirupan mempunyai beberapa keuntungan. Tetapi, untuk menggunakan obat asma dalam bentuk hirupan ini perlu penjelasan cara menggunakannya dengan baik. Bahkan diperlukan latihan agar obat dapat masuk pipa saluran napas secara benar. Selain itu, yang agak memberatkan untuk pasien adalah obat ini tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, yaitu 100 atau 200 hirupan (sekitar penggunaan sebulan) sehingga harganya mahal. Namun, sebenarnya jika dihitung per kali pengobatan, harganya menjadi lebih murah.

Sekarang bahkan obat asma hirupan tidak hanya mengandung obat bronkodilator atau steroid topikal saja, tetapi juga sudah ada dalam bentuk campuran bronkodilator dan steroid topikal sehingga lebih hemat dan nyaman. Penggunaan obat hirupan asma tidak hanya digunakan pada asma yang telah berat, bahkan sekarang digunakan juga pada asma dini. Saya berharap dengan pemahaman yang baik tentang penyakit asma serangan asma Anda akan berkurang dan Anda dapat menjalani kehidupan ini dengan secara menyenangkan.

dr Samsuridjal Djauzi

 

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 13, 2007

Asma pada Remaja

Kasus:

"SAYA mempunyai dua anak remaja. Yang pertama berumur 19 tahun, baru saja masuk universitas. Sedangkan yang kedua berumur 16 tahun masih di kelas II sekolah menengah atas. Anak saya yang pertama perempuan, dia dalam keadaan sehat saja. Bahkan dia menjadi anggota pecinta alam dan sering bersama temannya mendaki gunung. Justru anak saya yang kedua sering mendapat serangan asma.

Sebagai anak laki-laki tampaknya kegiatannya terhalang oleh serangan asmanya, sehingga dia sering kali tak dapat mengikuti teman-temannya bepergian ke luar kota jika liburan. Dia hanya tinggal di rumah membaca buku.

Memang prestasi sekolahnya menonjol, dia peringkat tiga di kelas. Sudah tentu kami sebagai orangtua bangga dengan prestasi sekolah anak kami, namun kami merasa kasihan melihat dia sering sendiri di rumah. Untunglah dia gemar main organ. Jika sendiri dia membaca buku atau bermain musik. Saya sering mangajaknya berkomunikasi, tetapi agaknya dia kurang berminat untuk mengobrol dengan saya atau dengan bapaknya. Dia hanya dapat diajak bicara sebentar dan setelah itu dia menghindar untuk bicara lebih banyak.

Saya sebagai ibu merasa bahwa dia kurang percaya diri untuk menghadapi kehidupan sehari-hari karena penyakit asmanya. Memang sudah lama dia menderita asma, yaitu sejak kelas V sekolah dasar. Namun, belakangan ini serangan tersebut lebih sering lagi. Sebulan dia mengalami sesak dua sampai tiga kali.

Selama ini kami berobat pada dokter keluarga di dekat rumah. Dokter mengatakan anak saya alergi terhadap debu rumah. Di samping asma dia juga menderita pilek alergi yang terkomplikasi dengan sinusitis. Kami dianjurkan berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga hidung tenggorok. Sampai sekarang nasihat tersebut belum kami jalankan karena kami belum siap jika dia harus dioperasi.

Sebagai pegawai swasta yang hidup pas-pasan, sulit bagi kami untuk membiayai operasi. Apalagi kantor suami saya tak memberi penggantian biaya berobat. Jadi jika sakit semuanya, harus kami tanggung sendiri.

Mohon penjelasan dokter apakah anak saya perlu dioperasi sinusitisnya. Olahraga apakah yang baik untuk anak saya ini. Saya sungguh kasihan melihatnya terkurung di rumah sementara kakak perempuannya dapat menikmati kehidupan remaja dengan ceria. Terima kasih atas penjelasan dokter."

(Sri Melati, Jakarta)

Jawaban:

    * Sekarang ini umumnya penyakit asma dapat dikontrol. Artinya, gejala asma dapat dihilangkan sehingga penderita dapat menikmati kehidupan sehari-hari.

Saya dapat ikut merasakan keprihatinan Anda. Anak Anda yang kecil tentu menginginkan kehidupan lebih bebas tak terhalang penyakit asmanya. Karena itu, saya setuju dengan anjuran dokter keluarga Anda agar anak Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga hidung tenggorok.

Sekarang ini saluran napas dari hidung sampai ke saluran paru dianggap merupakan kesatuan. Penderita pilek alergi mempunyai risiko untuk juga menderita asma. Sebaliknya penderita asma cukup sering juga menderita pilek alergi. Bahkan jika pilek alerginya ditangani dengan baik acap kali asmanya juga membaik.

Sinusitis dewasa ini tak selalu memerlukan operasi. Dokter spesialis telinga hidung tenggorok dapat menilai apakah anak Anda perlu operasi atau tidak. Hanya pada keadaan tertentu sinusitis perlu dioperasi. Acap kali dengan terapi menggunakan obat saja sinusitis dapat disembuhkan.

Anak Anda telah dinyatakan menderita alergi debu rumah. Memang cukup banyak penderita alergi di Indonesia yang menderita alergi debu rumah. Selain itu, ada juga yang menderita alergi bulu binatang atau makanan.

Alergi merupakan salah satu pencetus serangan asma. Di samping alergi, aktivitas fisik berlebihan, infeksi virus (misalnya influenza), polusi udara serta obat dapat mencetuskan serangan asma. Sedangkan keadaan emosi dapat memperberat serangan asma. Anak Anda perlu menghindari faktor pencetus tersebut.

Harus diakui tidaklah mudah menghindari diri dari paparan debu rumah. Meskipun demikian, jagalah agar kamar tidurnya bersih, tak banyak debu. Jika tak perlu benar jangan meletakkan barang-barang di kamar tidurnya termasuk buku, majalah, koran, serta janganlah menggantung baju di kamar tidur karena dapat menjadi tempat debu melekat.

Terapi asma dewasa ini terdiri dari dua macam obat, yaitu obat pelebar pipa saluran napas (bronkodilator) dan obat anti-inflamasi berupa obat steroid hirupan. Obat pelebar pipa saluran napas hanya digunakan jika sesak, tetapi obat anti-inflamasi harus digunakan terus-menerus. Cara penggunaan obat hirupan ini harus benar agar dapat memberi manfaat yang diinginkan. Karena itu, minta tolonglah kepada dokter atau apoteker Anda agar mengajarkan cara menggunakan obat hirupan tersebut dengan benar.

Jika diobati dengan baik, biasanya anak Anda tidak akan mengalami sering serangan sesak. Dia akan dapat menikmati masa bebas serangan dalam waktu lama. Bahkan dia dapat mengikuti kegiatan olahraga sekolah. Patut diketahui, sebagian atlet yang berlomba di Olimpiade adalah penderita asma. Jadi, asma tak perlu menjadi halangan untuk berprestasi dalam olahraga.

Secara bertahap, anak Anda dapat mengikuti olahraga yang tak terlalu melelahkan misalnya berjalan kaki, naik sepeda, dan berenang (jika sinusnya sudah baik). Selanjutnya, jika keadaan asmanya semakin terkontrol, dia dapat mengikuti olahraga yang lebih berat sesuai dengan hobinya.

Tidak ada keberatan jika anak Anda akan mengikuti kegiatan berkemah dan sebagainya asalkan dalam keadaan bebas serangan dan membawa bekal obat yang cukup. Ada baiknya juga jika anak Anda ikut klub senam asma. Karena Anda tinggal di Jakarta, anak Anda dapat bergabung dengan kelompok senam asma di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur.

Dengan demikian, jelaslah bahwa penderita asma tak perlu hanya berkurung di rumah. Terapi asma sekarang ini dapat meningkatkan kualitas hidup penderita sehingga penderita dapat hidup normal seperti orang yang tak menderita asma. Sebaliknya, asma yang tak diobati dengan baik dapat mengganggu kehidupan seseorang dan berisiko saluran napasnya secara anatomis berubah (dalam bahas kedokteran disebut remodelling) sehingga sulit kembali ke keadaan semula. Terapi anti-inflamasi akan mencegah perubahan anatomis tersebut.

Saya berharap penjelasan singkat ini dapat meningkatkan keyakinan Anda sekeluarga bahwa jika diobati dengan baik penderita asma dapat menjalani kehidupan normal. Mudah- mudahan kedua anak remaja Anda akan dapat menamatkan sekolah dengan baik serta mampu menyumbang untuk kesejahteraan keluarga Anda khususnya dan kesejahteraan bangsa Indonesia umumnya.

dr Samsuridjal Djauzi

 

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

October 12, 2007

Anak Sering SESAK

Kasus:

"SAYA seorang ibu rumah tangga yang mempunyai dua orang anak. Anak pertama saya, perempuan berumur 11 tahun. Dia tumbuh dengan baik dan sehat. Prestasinya di sekolah juga baik. Anak kedua saya laki-laki berumur 7 tahun. Sebenarnya sejak kecil dia sehat, namun sejak masuk sekolah dasar setahun lalu dia sering tak dapat mengikuti kegiatan olahraga karena mudah lelah. Apalagi jika kegiatan olahraga tersebut merupakan kegiatan yang memerlukan aktivitas jasmani berat seperti lari. Akibatnya, dia sering tak dapat mengikuti kegiatan olahraga di sekolah. Saya mengonsultasikan keadaan anak saya ke dokter langganan. Anak saya sedikit kurus dan sebenarnya dokter langganan kami ini merupakan dokter langganan baru karena kami sekeluarga baru pindah setahun ini ke Jakarta. Oleh dokter ini anak saya dikonsulkan ke dokter spesialis jantung. Anak saya kemudian harus menjalani pemeriksaan rekam jantung dan ultrasonografi. Dokter jantung mencurigai anak saya mengalami penyempitan pada katup jantung. Dia menganjurkan agar anak saya melanjutkan pemeriksaan lebih teliti. Ketika saya tanyakan apakah kelainan jantung anak saya dapat diobati, dokter mengatakan kelainan ini memerlukan tindakan operasi. Saya amat terkejut ketika mendengar anak saya harus dioperasi jantungnya. Dia masih kecil, tentu dia akan takut sekali dioperasi. Sepengetahuan saya, penyakit jantung biasanya menyerang orang yang sudah berusia lanjut. Apa yang menyebabkan anak saya yang masih kecil sudah terkena sakit jantung? Mungkinkah dia hanya diobati dengan obat saja tanpa operasi? Apakah operasi jantung pada anak sudah cukup banyak dilakukan di Indonesia? Bagaimana hasilnya? Terima kasih atas penjelasan dokter dan saya amat menantikan penjelasan dokter."

(Rosma Jakarta)

Jawab:

          Secara garis besar, gangguan fungsi jantung dapat disebabkan oleh cacat bawaan, gangguan katup jantung, dan gangguan pembuluh darah koroner. Penyakit jantung bawaan banyak dialami oleh bayi yang baru lahir, sedangkan penyakit katup jantung biasanya disebabkan oleh infeksi.

Penyakit katup jantung sering dialami oleh anak dan orang dewasa muda. Sedangkan gangguan aliran pembuluh darah koroner-penyakit ini sering juga disebut penyakit jantung koroner-banyak ditemukan pada orangtua.

Karena masyarakat lebih sering mengenal penyakit jantung koroner, maka penyakit jantung sering diidentikkan dengan penyakit jantung koroner. Di rumah sakit jantung Harapan Kita Jakarta, penyakit yang sering dirawat adalah penyakit jantung koroner diikuti oleh penyakit katup jantung dan penyakit jantung bawaan.

Sebenarnya penyakit katup jantung banyak didapati di masyarakat, namun orangtua mungkin kurang mengenali penyakit ini sehingga terabaikan. Cacat bawaan pada jantung terjadi akibat adanya gangguan pertumbuhan jantung janin. Cacat ini dapat berupa kebocoran sekat bilik, sekat serambi jantung, atau pembuluh darah jantung.

Gangguan katup jantung berupa penyempitan atau kebocoran katup jantung. Pada jantung terdapat empat buah katup utama yakni mitral, trikuspid, aorta, dan pulmonal. Gangguan katup jantung berhubungan dengan riwayat infeksi tenggorok yang disebabkan oleh kuman streptokokus.

Kemudian timbul keadaan yang disebut demam rematik. Gejala demam rematik adalah demam dan nyeri sendi yang berpindah. Jika tak diobati dengan baik dapat terjadi radang pada katup jantung dan proses radang ini dapat menimbulkan penyempitan atau pelebaran katup jantung.

Gangguan katup jantung akan mengganggu aliran darah dari serambi ke bilik jantung. Akibatnya jika timbul gangguan yang berat adalah sesak napas, terbangun di malam hari karena sesak. Jika tidur, anak harus menggunakan bantal tinggi. Pada pemeriksaan, dokter akan mendengarkan kelainan bunyi jantung, mendapatkan pembengkakan hati, bahkan juga mungkin sembap pada kaki.

Untuk menunjang diagnosis penyakit katup jantung dapat dilakukan pemeriksaan foto rontgent dada, elektrokardiografi (EKG), dan ekokardiografi. Jika perlu, dilanjutkan dengan penyadapan jantung kanan dan kiri dengan angiografi. Jika diagnosis telah ditegakkan dengan baik, dapat direncanakan terapi yang tepat.

Gangguan katup jantung ringan mungkin memang tidak menimbulkan gejala yang mengganggu dan anak dapat tumbuh sampai dewasa dengan tidak banyak mengalami kesulitan. Namun jika gangguan cukup berarti, maka dapat dipertimbangkan operasi.

Tindakan operasi merupakan pilihan pada kelainan katup jantung. Dengan tindakan operasi, kelainan katup tersebut dapat diperbaiki. Sedangkan obat hanya dapat mengurangi gejala yang timbul akibat kelainan katup jantung.

Kelainan katup jantung pada anak sering ditemukan di Indonesia. Anda tidak sendiri. Sudah cukup banyak anak dengan gangguan katup jantung yang dapat ditolong dengan baik sehingga dapat melakukan aktivitas secara biasa.

Operasi katup jantung telah lama dilaksanakan di Indonesia dan jumlahnya juga sudah banyak. Operasi ini tidak hanya dapat dilakukan di Jakarta, tapi juga di kota besar lain di Indonesia.

Memang salah satu kendala yang dihadapi pada penatalaksanaan penyakit katup jantung adalah biaya operasi yang masih mahal. Namun, dengan dukungan berbagai lembaga kemanusiaan sekarang ini semakin banyak anak dengan kelainan katup jantung yang telah dioperasi.

Untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai operasi katup jantung ini Anda dapat menghubungi Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita Jakarta, Unit Layanan Jantung Terpadu RS Cipto Mangunkusumo Jakarta atau Yayasan Jantung Indonesia.

Nah, mudah-mudahan informasi ini bermanfaat bagi Anda dan dapat mengurangi kekhawatiran Anda. Saya doakan agar anak Anda tumbuh dan berkembang dengan baik bersama anak-anak Indonesia lainnya dan menjadi harapan Indonesia membangun masa depan.

dr Samsuridjal Djauzi

 

Sumber : Kompas Cybers Media

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment
Made with WordPress and a search engine optimized WordPress theme • Sky Gold skin by Denis de Bernardy