June 14, 2008
Apa itu Ablasio Retina?
Tanya :
Dokter Liesa, saya seorang ibu usia 39 tahun, dan memakai kacamata minus 6.00. Saya membaca tulisan ibu minggu lalu tentang floaters yang sering terjadi pada orang–orang dengan minus tinggi. Saya sangat takut jika terjadi robeknya retina karena katanya bisa menyebabkan lepasnya retina. Kadang–kadang saya merasakan adanya floaters. Apakah itu betul? Dokter Liesa apa sebenarnya yang terjadi jika retina robek dan apakah itu retina yang lepas? Mohon penjelasan. Terima kasih.
Annisa, pontianak
Jawab:
Ibu Annisa, jangan khawatir, tidak selalu floaters itu disertai robekan retina, yang penting adalah ibu sudah memastikan kepada ahlinya bahwa tidak ada robekan retina. Untuk itu mungkin saya juga akan menjelaskan terlebih dahulu anatomi keeratan hubungan antara vitreus dan retina.
Retina adalah lapisan syaraf yang melapisi dinding mata bagian dalam dan peka terhadap cahaya. Bagian ini akan menangkap bayangan yang masuk ke mata dan diteruskan ke bagian otak tertentu kemudian oleh otak diterjemahkan menjadi suatu benda yang kita lihat.
Vitreus adalah sejenis cairan kental dan jernih yang mengisi dan membentuk bola mata kita. Pada orang berusia muda vitreus berbentuk seperti agar-agar (jeli). Semakin tua akan semakin cair.
Kenapa retina bisa robek? Perlekatan vitreus dan retina dapat saja terlepas dan saling terpisah. Tempat paling sering terjadi yaitu pada bagian belakang bola mata dan biasanya tidak bermasalah.
Namun, adakalanya vitreus dan retina saling melekat erat pada bagian tertentu sehingga bila vitreus terlepas maka bagian yang melekat erat tersebut akan ikut ditarik oleh vitreus dan terjadilah robekan retina.
Ablasio retina terjadi apabila retina terlepas dari tempat perlekatannya. Kejadian ini serupa dengan wallpaper yang terkelupas dari dinding. Hal ini diawali oleh robeknya retina yang diikuti menyusupnya cairan pada robekan tersebut. Cairan tersebut akan menyusup terus di antara retina dan dinding bola mata yang berakibat terlepasnya retina.
Retina yang terlepas ini dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen. Sebagian besar lepasnya retina terjadi akibat adanya satu atau lebih robekan kecil atau lubang di retina. Sering pula terjadi akibat menyusutnya badan kaca yaitu, bahan jernih seperti agar yang mengisi bola mata. Bila sudah ada robekan pada retina, cairan encer seperti air dapat masuk ke lubang retina tersebut.
Cairan ini memisahkan retina dari dinding mata bagian belakang dan mengakibatkan retina lepas. Bagian retina yang lepas tak dapat berfungsi baik, sehingga tidak dapat melihat.
Gejala pertama penderita penderita yaitu melihat kilatan - kilatan bintik hitam mengapung (floaters) dan kilatan–kilatan cahaya. Pada beberapa penderita lepasnya retina mungkin terjadi tanpa didahului oleh terlihatnya bintik bintik hitam ataupun kilatan cahaya yang nyata.
Dalam hal ini penderita mungkin menyadari penglihatannya seolah-olah pinggir. Perkembangan lepasnya retina yang lebih lanjut akan mengaburkan penglihatan sentral dan menimbulkan kemunduran penglihatan.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Ablasio Retina, Pontianak Post Online, Team Pengasuh





