April 17, 2008

Mengatasi Ejakulasi Dini

Tanya :

Dokter yang baik, saya memiliki masalah, mohon kiranya dokter memberikan solusi atau penjelasan. Setiap berhubungan suami istri, sperma saya cepat keluar, kadang-kadang baru pemanasan sudah keluar. Hal ini mani encer atau ejakulasi dini? Mohon penjelasan dokter dan bagaimana pengobatannya?

Anwar

Metro

Jawaban :

Bapak Anwar yang saya hormati. Kalau mengikuti keluhan yang Bapak sampaikan, memang sesuai dengan keadaan yang disebut ejakulasi dini yang dahulu pernah populer dengan istilah "edi tansil": ejakulasi dini tanpa hasil. Salah satu batasan atau definisi ejakulasi dini adalah ketidakmampuan seseorang mengontrol ejakulasinya dalam waktu singkat dan tidak sesuai dengan keinginan.

Sebetulnya masalah ejakulasi dini bukan hanya menjadi problem suami, tetapi juga nantinya menjadi masalah istri. Bagi pasangan suami-istri (pasutri), keharmonisan dalam membina rumah tangga termasuk "hubungan suami istri" yang sehat. Kadang-kadang permasalahan yang muncul dalam suatu rumah tangga, dimulai dari tidak beresnya "urusan tempat tidur" ini. Maka setiap pihak harus menyadari dan memahami bahwa untuk urusan tersebut, jangan sampai mau menang sendiri tanpa memikirkan pasangannya; harus sama-sama mendapatkan kepuasan, bahkan konsep lady firs atau wife first harus diterapkan di sini. Namun, yang terjadi kadang-kadang tidak seperti yang diharapkan, Bapak "puas" sementara istri tidak sehingga harus dicarikan solusinya. Sudah sangat bagus bahwa Bapak merasakan keluhan ini menjadi masalah yang harus dicarikan jalan keluarnya.

Ejakulasi dini termasuk kelompok penyakit disfungsi seksual. Selain ejakulasi dini, disfungsi ereksi masuk juga kelompok ini. Laki-laki dengan disfungsi ereksi pada umumnya mengalami ejakuasi dini, sedangkan laki-laki dengan ejakulasi dini akhirnya akan mendapat disfungsi ereksi. Dari suatu penelitian didapatkan bahwa 1 dari 3 laki-laki "aktif secara seksual" mengalami keluhan ini. Keluhan ejakuasi dini diderita di segala usia dengan berbagai latar belakang kehidupan.

Apa penyebabnya? Ejakulasi dini tidak datang sendiri. Aspek psikis cukup berperan, misalnya stres berkepanjangan, ingin cepat selesai saat berhubungan dan sebagainya. Yang disebut terakhir ini, sering dilatarbelakangi riwayat kebiasaan onani yang "cukup sering" saat masih bujangan dan terbawa waktu sudah punya istri. Aspek fisik yang lebih sering, dihubungkan dengan adanya gangguan kontrol saraf dan adanya peran dari bahan yang dikenal dengan serotonin, yaitu "pemancar saraf" atau berlanjut timbulnya rasa "takut" atau khawatir saat akan berhubungan, yang berakhir dengan keluhan rasa nyeri saat berhubungan (dyspareuni).

Bagaimana pengobatannya? Sebelum sempat berkonsultasi ke dokter, Bapak dapat mencoba tips berikut.

- Saat berhubungan, alihkan pikiran ke hal-hal "di luar seks", misalnya memikirkan sesuatu yang tidak disukai, dengan tujuan untuk mengurangi "rangsangan".

- Mengurangi sensitivitas pada Mr. P dengan mengenakan kondom atau mengoleskan "krim", tapi yang disebut terakhir ini juga akan berpengaruh pada sensitivitas si istri.

- Menggunakan teknik interuptus, yaitu mencabut sesaat sebelum klimaks, kemudian "kegiatan" dilanjutkan kembali, tapi teknik ini memerlukan kerja sama pihak istri.

- Memilih "posisi" yang paling memungkinkan hubungan menjadi lebih lama.

- Jangan memaksakan berhubungan intim saat sedang lelah atau stres.

- Tenangkan diri saat berhubungan, yakinkan bahwa Anda sehat, kuat, dan dapat membuat pasangan untuk mencapai klimaks

Jangan pernah memilih metode-metode terapi yang bersifat coba-coba yang justru akan berakibat fatal. Semoga Bapak puas dengan jawaban saya.

dr. Arif Effendi, Sp.K.K. (Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin)

 

 

Sumber : Lampung Post

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/seks/mengatasi-ejakulasi-dini-409/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Made with WordPress and a healthy dose of Semiologic • Sky Gold skin by Denis de Bernardy