July 4, 2008

Rehabilitasi Medik Pada Stroke

Tanya:

Dok, ayah saya berusia 60 tahun dan menderita sakit stroke sejak 2 tahun yang lalu. Saat ini tangan dan kaki sebelah kanannya lemah dan kaku, disertai kesulitan berbicara. Apakah ada program Rehabilitasi Medik untuk ayah saya. Atas jawaban Dokter saya ucapkan terima kasih.

Jono, Pontianak

Jawab:

YTH Sdr Jono, terima kasih atas pertanyaannya. Stroke adalah suatu defisit neurologik yang terjadi secara tiba-tiba, dapat setempat atau global, akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang mensupplay otak dalam waktu lebih dari 24 jam. Gangguan ini dapat menyebabkan kematian atau kecacatan jika tidak segera ditangani. Kecacatan yang sering terjadi adalah terdapatnya kelemahan/ kelumpuhan sebelah anggota badan, gangguan keseimbangan dan gangguan bicara, hal ini yang memerlukan tindakan Rehabilitasi Medik.

Data dari The American Heart Association (AHA) pada tahun 2000 diperkirakan terdapat 600.000 kasus stroke setiap tahunnya, dimana 500.000 merupakan kasus stroke baru dan 100.000 sisanya kasus stroke ulangan.

Perlu diketahui faktor risiko yang dapat mencetuskan stroke sebagai berikut:

1. Faktor Nonmodified: usia (> 55 tahun), jenis kelamin (laki-laki > perempuan), ras (afrika american > kulit putih > asian), riwayat keluarga yang menderita stroke.

2. Faktor Modified / dapat diobati: hipertensi (darah tinggi), Diabetes Mellitus (kencing manis), merokok, alkohol, kecanduan narkoba, penyakit jantung, kolesterol/ trigliserida darah tinggi, dsb.

Gejala-gejala yang sering terjadi pada penderita stroke:

- Kelemahan/ kelumpuhan sebelah anggota badan.

- Gangguan sensorik.

- Gangguan bicara (afasia/ disartria).

- Gangguan penglihatan.

- Vertigo/ gangguan keseimbangan.

- Dsb.

Gejala tersebut timbul sesuai dengan lokasi terjadinya stroke pada bagian otak.

Penatalaksanaan penderita stroke:

- Pada Fase akut: penanganan oleh bagian neurologi.

- Pada Fase sub akut & kronik: diperlukan usaha-usaha Rehabilitasi Medik.

Masalah-masalah yang dijumpai pada penderita stroke:

- Kelemahan/ kelumpuhan otot.

- Gangguan keseimbangan.

- Fungsi kontrol kurang.

- Mudah lelah.

- Gangguan penglihatan.

- Gangguan berbicara.

- Nyeri bahu.

- Oedem/ bengkak lengan & tungkai.

- Penyakit-penyakit lain yang menyertai.

- Problem sosial ekonomi.

Penanganan/ usaha-usaha Rehabilitasi Medik harus diberikan secara individual sesuai dengan masalah yang dihadapi penderita.

Tujuan penanganan Rehabilitasi Medik:

1. Mencegah deformitas/ kecacatan lebih banyak.

2. Mengoreksi kecacatan.

3. Melatih kembali untuk ambulasi / berjalan.

4. Mengajarkan Aktifitas Kegiatan Sehari-hari.

5. Melatih anggota badan yang lumpuh secara maksimal.

6. Mengoreksi gangguan bicara.

7. Meningkatkan kepercayaan diri.

8. Motivasi keluarga.

Tahap-tahap tindakan Rehabilitasi Medik:

I. Fase di Tempat tidur: pengaturan posisi (posisioning), bladder training, latihan lingkup gerak sendi, latihan pernafasan, latihan penguatan otot-otot anggota badan & panggul, psikoterapi.

II. Fase Ambulasi / berjalan: latihan duduk & keseimbangan, latihan berdiri, latihan transfer, latihan jalan, latihan aktifitas kegiatan sehari-hari, latihan fungsional & rekreatif, psikoterapi, pemberian alat bantu seperti tripod atau short leg brace/ knee brace, dan terapi bicara.

Demikian yang dapat kami jelaskan tentang Program Rehabilitasi Medik pada penderita Stroke, semoga bermanfaat bagi Anda. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi: Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Soedarso; Apotik Bintang Jl Gajah Mada 70.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/rehab-medik/rehabilitasi-medik-pada-stroke-510/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Made with WordPress and the Semiologic theme and CMS • Sky Gold skin by Denis de Bernardy