April 24, 2008
Minum Obat, Sering Mual
Tanya:
Dokter, saya sedang dalam pengobatan penyakit paru-paru dan diharuskan minum obat untuk jangka waktu 6 bulan. Saya mendapat obat dari Puskesmas dan sudah minum obat selama satu minggu, tapi sekarang saya sering mual, masih demam, tidak mau makan karena mualnya. Saya jadi bingung dok, mau diberhentikan obatnya tapi kata dokter puskesmas tidak boleh satu haripun berhenti karena nanti jadi tidak mempan obatnya dan harus dari awal lagi. Saya mesti bagaimana dok karena badan saya jadi gak karuan rasanya. Tolong dijawab dok. Terima kasih.
Nn. I, Ptk
Jawab:
Pengobatan untuk TB paru memang saat ini sudah bisa dilakukan di Puskesmas mengikuti program dari WHO dengan panduan obat yang diberikan selama 6 bulan pengobatan. Obat yang saat ini ada di Pusekesmas merupakan obat TB yang digabungkan sehingga pasien tidak harus minum obat dengan jumlah yang banyak.
Obat-obat TB tersebut yang terdiri dari Rifampisin, Isoniazid, Ethambutol dan Pirazinamid yang dulunya harus dimakan satu-satu sehingga pasien kadang malas untuk minum obat yang banyak jumlahnya, sekali minum bisa tablet. Saat ini obat-obat tersebut digabung disebut dengan FDC (Fixed Dose Combination).
Pasien akan lebih mudah minum obat karena sudah dalam bentuk kombinasi. Tetapi pemberian obat ini memiliki juga beberapa kerugian salah satunya kita tidak tahu obat mana yang menimbulkan keluhan pada pasien.
Obat TB memiliki beberapa efek samping, yaitu :
Rifampisin : keluhan saluran cerna seperti mual, muntah; hepatitis, flu like syndrome, gatal-gatal, penurunan efektivitas pil kontrasepsi, gagal ginjal akut; syok (jarang terjadi).
Isoniazid : gangguan saraf tepi seperti kesemutan, baal, sensasi seperti terbakar di kaki; hepatitis, nyeri sendi.
Pirazinamid : nyeri sendi, hepatitis, gangguan saluran cerna, gatal-gatal kulit
Ethambutol : gangguan saraf penglihatan, nyeri sendi, gatal-gatal kulit
Streptomisin (obat suntik) : gangguan pendengaran, kerusakan ginjal, gatal-gatal kulit.
Keluhan setelah minum obat TB biasanya kan dialami dalam waktu 2 minggu pertama dan akan berkurang secara perlahan-lahan. Bila keluhan nyeri otot bisa diberikan obat anti nyeri. Bila keluhan makin hebat seperti mual, muntah sampai mata agak kekuningan, dokter biasanya akan memeriksa fungsi hati pasien dan obat-obat TB dihentikan.
Penghentian obat TB harus dibawah supervisi dokter ahli paru karena mereka yang nanti akan menentukan apakah obat masih akan dilanjutkan dengan obat yang sama tetapi tidak dalam bentuk fixed dose tetapi satu-satu atau obat yang membuat keluhan diganti dengan obat TB lain tetapi mempunyai efek terapi yang sama.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Pontianak Post Online, Sering Mual, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.