September 17, 2008
Berat Badan Tak Naik-naik
Masalah :
Dokter Waldi yang terhormat,
Anak laki-laki saya sekarang berusia 31 bulan dengan berat berkisar 14 - 15 kg. Berat tersebut tidak pernah bisa bertambah sejak ia berusia hampir dua tahun. Anak saya sehat, sangat aktif dan jarang sakit berat, paling hanya flu atau radang tenggorokan. Namun, pola makannya memang tidak begitu bagus sejak hampir berusia dua tahun.
Sejak bayi, masakan yang saya buat selalu saya usahakan bervariasi, ada sayur dan lauk. Saya harus telaten membujuknya supaya mau makan. Kadang-kadang, hanya lima suapan sudah tidak mau. Pernah saya berikan dia makanan padat yang dicairkan yang banyak dijual di supermarket untuk memperbaiki pola makanannya yang buruk. Minum susu paling sedikit 4 gelas setiap harinya, kadang lebih, itu pun harus susu cokelat. Rupanya, ia sudah bosan susu putih. Sejak usia setahun, dia sudah tidak mau minum susu dengan botol, jadi harus disuapi dengan sendok.
Akhir-akhir ini, dia lebih suka makan "garingan", dengan bawang goreng dan lauk pun dia sudah mau. Nah, supaya gizi seimbang, saya coba kembali menyuapinya dengan sayur, tetapi selalu dia tolak. Camilan selalu saya sediakan, tapi anak saya selalu pilih-pilih. Sejak bayi ia sudah dibiasakan makan buah, kebanyakan dengan cara dijus, sampai sekarang.
Kenapa anak saya masih sering kena sariawan, paling tidak 2 - 3 bulan sekali? Bagaimana dengan keseimbangan gizi anak saya, Dok?
Apakah sama kandungan gizinya antara susu cokelat dengan susu putih? Apakah pertumbuhan anak saya normal dengan berat yang tidak pernah beranjak? Pernah saya konsultasikan dengan dokter spesialis anak langganan saya, dan menurutnya hal itu wajar. Karena dia aktif, maka untuk anak seusia anak saya pertambahan berat badan tidak bisa banyak. Sekian surat saya, terima kasih atas jawabannya.
Ny. Ani-Semolowaru
Jawaban :
Ibu Ani di Surabaya,
Bagaimana kabar Surabaya, Bu? Kelihatannya menu yang Ibu berikan sudah luar biasa bagusnya. Selamat buat Ibu. Soal ia tak ingin menyentuh sayur, bisa Ibu kompensasi dengan pemberian buah, walaupun akan lebih baik bila ia akhirnya menyentuh sayur. Suka makanan "garingan"? Juga tak apa. Perubahan selera. Kita pun kalau disodori lontong balap atau rujak cingur berhari-hari lama-lama juga jenuh, kan? Susu empat gelas? Banyak nian? Tak perlu sebanyak itu, dua gelas pun sudah memadai. Nanti anak Ibu kegemukan, lho.
Limabelas kilo untuk 31 bulan sudah di atas rata-rata, apalagi ketika ia berusia 2 tahun juga segitu. Kegemukan tidak sehat, lho.
Bahwa kenaikannya tidak nyata, memang betul kata dokter langganan Ibu. Tahun-tahun ketiga dan beberapa tahun berikutnya, kenaikan berat badan memang lamban, bahkan seakan tidak naik-naik. Akan tetapi, harus ada kenaikan, dong. Kalau aktivitasnya menurun dan beratnya tak juga naik, barangkali perlu lebih diwaspadai dan diperiksa dokter lebih cermat. Susu putih atau susu cokelat? Kandungan gizinya sama, hanya bagi yang tidak tahan (alergi) cokelat, sebaiknya memilih yang putih saja.
Sariawan lain lagi ceritanya. Sebetulnya yang Ibu maksud sariawan itu apa, sih? Sekarang banyak sekali arti sariawan, seperti juga banyak sekali arti campak. Yang saya tahu, sariawan itu adalah sebuah luka di lidah, bibir, atau dinding mulut sebelah dalam yang biasanya berbentuk bulat macam kawah keputihan di tengah dan kemerahan di sekitarnya, nyeri bila tersentuh. Untuk mereka yang biasa sariawan, kadang-kadang walau ada beberapa buah sariawan berukuran besar tak sedikit pun ia tampak kesakitan. Sariawan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Umumnya, sariawan dipicu oleh beberapa sebab, di antaranya tergigit, kena sodok sikat gigi, stres fisik/mental atau reaksi alergi. Ada faktor keturunan juga di sini, sehingga keluarga yang berbakat sariawan anaknya juga punya kecenderungan yang sama. Anak menolak makan terlebih bila luka tersebut berada di ujung lidahnya atau dekat anak tekaknya. Nah, apakah sariawan inikah yang dialami anak Ibu?
Susahnya, sekarang ada sariawan yang maknanya lain lagi. Sakit tenggorokan juga disebut-sebut sariawan, sakit amandel juga demikian. Tidak mau bicara, juga sariawan katanya, hahaha… Malah beberapa tahun terakhir ini, dicampur lagi dengan istilah baru yang belum masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka 2001) maupun istilah kedokteran: panas dalam. Mungkin perlu diajukan ke Komite Kedokteran Internasional untuk mencantumkan istilah Inggrisnya: inner heat? Wah, bisa sariawan juga saya.
Dokter Waldi
Sumber : Nova
Tags: berat badan, Dr. Waldi Nurhamzah Sp.A, Nova





