June 15, 2008
Varicela dan Herpes Zoster
Tanya:
Ibu dokter yang terhormat, saya ingin berkonsultasi tentang penyakit yang menyerang nenek dan adik saya. Beliau berusia 61 tahun sudah satu minggu ini pada paha dan pantat kanan timbul bintik-bintik berisi air menggerombol, sebagian sudah pecah dan menjadi koreng, katanya sakit sekali sampai beliau tidak bisa jalan.
Sementara itu adik saya laki-laki berusia 17 tahun menderita demam disertai bintik-bintik berisi cairan bening dan juga berisi nanah di seluruh wajah. Keduanya telah berobat dan dikatakan menderita herpes zoster dan varicela dan dikatakan pula sakit mereka berasal dari virus yang sama.
Saya juga pernah mendengar penyakit ini hanya terjadi sekali seumur hidup. Dokter bagaimana mungkin virus yang sama bisa menyebabkan sakit yang berbeda? Apakah mereka tertular dan bagaimana pengobatannya? Bagaimana pula menghilangkan bekas yang ditimbulkan karena sakit tersebut?
Aldira, Pontianak
Jawab:
Adik Aldira, berdasarkan keluhan yang adik sampaikan memang benar bahwa nenek Anda menderita herpes zoster sedangkan adik Anda menderita varicela zoster, keduanya memang disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela-zoster. Kedua penyakit ini meskipun disebabkan oleh virus yang sama namun manifestasi klinisnya berbeda karena mekanisme munculnya penyakit berbeda.
Varicela merupakan penyakit infeksi akut primer yang disebabkan oleh virus varicela zoster yang mennyerang kulit dan mukosa, yang disertai gejala konstitusi seperti demam, nyeri, kelainan kulit polimorfi berupa vesikel papul pustul multipel tersebar diseluruh tubuh terutama berlokasi di bagian sentral tubuh. Varisela dikenal dengan nama lain sebagai cacar air atau chiken pox.
Penyakit ini tersebar kosmopolitan terutama menyerang anak-anak, namun dapat juga menyerang orang dewasa dengan gejala yang lebih berat. Penularan secara aerogen. Masa penularan sekitar 7 hari dari timbulnya gejala pada kulit. Masa inkubasi sekitar 12-21 hari.
Gejala klinis berupa demam, nteri badan dan kepala kemudian diikuti timbulnya erupsi obat berupa papul eritematosa yang kemudian berubah menjadi vesikel, bentuk vesikel ini khas seperti tetesan embun (tear drop) selanjutnya vesikel berubah menjadi pustul dan krusta. Sementara proses ini berlangsung pada kulit bagian lain timbul vesikel baru sehingga menimbulkan gambaran polimorfi.
Penyebaran secara sentrifugal dari badan kemudia ke anggota tubuh dan wajah, selaput lendir pada mata dan mulut juga pada kemaluan. Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal, sehingga penderita cenderung menggaruk atau mencongkel krusta yang sering berakibat menyebabkan skar pada bekasnya.
Varisela biasanya menyebabkan timbulnya antibodi yang berlangsung seumur hidup sehingga biasanya hanya terjadi sekali terjadi seumur hidup, namun pada orang dengan daya tahan/ imunitas yang buruk ataupun varisela abortif varisela dapat terulang lagi. Perbedaan varisela dengan herpes zoster adalah sebagai berikut:
Varisela merupakan infeksi primer akibat virus variselazoster sedangkan Herpes zoster merupakan penyakit yang terjadi oleh karena reaktivasi dari virus Varicella zoster yang mengenai kulit dan mukosa dengan lesi berupa erupsi vesikular yang pada umumnya bersifat dermatomal dan unilateral.
Ciri khas dari herpes zoster ini adalah lesi yang berlokasi dan terdistribusi hampir selalu unilateral, tidak melewati garis tengah tubuh dan biasanya terbatas pada daerah yang dipersarafi oleh ganglion sensorik. Sehingga penyakit ini muncul pada penderita yang sebelumnya pernah terinfeksi Varicela meskipun sudah berlangsung puluhan tahun.
Manifestasi klinis HZ berupa vesikel/bintik-bintik berair berkelompok diatas kulit yang eritem dan udem. Lesi awalnya berupa makula dan papula eritem/ kulit kemerahan yang kemudian menjadi vesikel dalam 12 – 24 jam dan dapat berkembang menjadi pustul dalam 3 hari. Lesi akan mengering dan menjadi krusta dalam 7 – 10 hari. Krusta biasanya bertahan selama 2 – 3 minggu.
Berdasarkan lokasi, munculnya lesi herpes zoster paling sering adalah di daerah torakal (dada dan punggung), diikuti optalmik (dahi dan mata), lumbal (pinggang ), servikal (leher dan tengkuk) fasial (dahi dan kepala) sakrum (pantat dan kaki).
Herpes zoster muncul diseluruh dunia secara sporadik tanpa dipengaruhi faktor musim. Reaktivasi virus yang berdiam di ganglion saraf terjadi secara sporadik, dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penekanan/ penurunan sistim imun tubuh, radiasi pada spinal, tumor pada ganglion, trauma lokal, manipulasi surgikal pada spinal serta sinusitis frontalis sebagai faktor presipitasi pada HZ optalmikus. Namun yang paling penting adalah respon imun selular terhadap virus Varicella zoster yang seiring dengan meningkatnya usia.
Pengobatan kedua penyakit ini pada prinsipnya sama yaitu dengan diberikan obat anti virus dosis adekuat, vitamin, obat antiradang dan anti nyeri serta obat-obat topikal untuk mempercepat penyembuhan luka yang seyogyanya diberikan dalam pengawasan dokter. Selain itu harus mendapat asupan gizi yang baik terutama protein agar dapat memperbaiki sel-sel kulit dan saraf yang rusak.
Sering berkembang mitos yang salah di masyarakat bahwa penderita harus pantang makan daging agar lukanya cepat sembuh, yang benar justru sebaliknya harus makan dengan asupan gizi yang bagus. Sedapat mungkin luka tidak diusik baik dengan menggaruk maupun mencongkel krusta karena dapat menimbulkan skar atrofi maupun hipertrofi pada beberapa bulan kemudian.
Namun demikian pada varisela sering menimbulkan skar terutama pada wajah yang secara estetik akan mengganggu penampilan. Bila memang muncul skar tersebut dapat dikoreksi dengan revisi skar baik dengan mikrodermabrasi, dermaroller, subsisi, eksisi maupun filler tergantung luas dan tingkat keparahan skar tersebut.
Saudara Aldira, demikianlah penjelasan saya mengenai sakit yang menimpa nenek dan adik saudara, bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:HP 0818464018 atau Pontianak Post
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Herpes Zoster, Pontianak Post Online, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.