June 30, 2008

Kanker Stadium Lanjut, Dapatkah Diobati ?

Tanya:

Dokter, ibu saya terkena kanker leher rahim, dikatakan oleh dokter yang menanganinya sudah stadium lanjut. Kakinya sudah mulai bengkak, susah buang air besar, susah buang air kecil, sering keluar darah dari kemaluan. Keadaan ibu semakin lemah, tidak ada nafsu makan. Apakah semua itu akibat komplikasi penyakit kanker dok? Apakah penyakit ibu saya masih dapat diobati? Mohon jawabannya. Terimakasih.

Santi, Pontianak

Jawab:

Penyakit kanker adalah penyakit pertumbuhan sel yang sudah tidak dapat dikontrol lagi oleh tubuh secara normal, akibatnya kanker makin membesar tanpa henti dan menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dimana pertama kali kanker itu tumbuh dan pada jaringan serta organ tubuh disekitarnya, serta dapat menyebar ke bagian organ tubuh penting lainnya yang jauh seperti ke paru-paru, liver, tulang, otak dengan segala komplikasinya.

Komplikasi akibat penyakit kanker secara umum disebabkan oleh 4 faktor, yaitu: komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya, komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker, komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan kanker dan komplikasi akibat pemberian sitostatika atau kemoterapi, radioterapi maupun tindakan pembedahan.

Komplikasi akibat pertumbuhan kanker yang merusak sekitarnya (infasif), dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan saluran seperti pada kanker usus, kanker saluran kencing, sehingga penderita tidak dapat buang air besar dan buang air kecil yang menyebabkan perut membesar dan muntah-muntah. Bisa juga kanker menyebabkan erosi dan perforasi sehingga terjadi perdarahan maupun terjadi fistula atau salutan yang tidak normal.

Selain itu dapat menyebabkan penyumbatan saluran disekitarnya, misalnya pada kanker leher rahim stadium lanjut dapat menyebabkan sumbatan saluran kencing sehingga air kencing tidak dapat keluar dan ginjal menjadi bengkak, atau pada kanker kelenjar getah bening dapat menyebabkan sumbatan saluran getah bening di kaki dan mengakibatkan kaki menjadi bengkak. Hal lainnya, akibat pertumbuhan kanker yang terus tumbuh, dapat menyebabkan rasa nyeri yang diakibatkan iritasi pada syaraf, tulang maupun kapsul organ seperti pada kanker hati.

Komplikasi sebagai akibat tidak langsung dari kanker amat banyak dan bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat dan berakibat fatal bila tidak segera diatasi. Diantaranya adalah terjadi gangguan umum seperti demam, berat badan menurun, tidak mau makan, anemia. Juga bisa terjadi gangguan gizi, gangguan imunologis atau kekebalan tubuh, maupun hiperkalsemia.

Gangguan gizi yang tidak cepat diperbaiki dapat menyebabkan gangguan kekebalan tubuh dan bisa menyebabkan terjadinya infeksi yang sering sukar diobati. Hiperkalsemia terjadi terutama pada kanker yang mengenai tulang baik kanker yang awalnya tumbuh dari tulang maupun kanker yang bermetastasis luas ke dalam tulang.

Komplikasi yang tidak ada kaitannya dengan penyakit kanker, misalnya pada pemberian transfusi darah. Seringkali penderita kanker datang sudah dalam keadaan lanjut dan sudah terjadi anemia atau kurang darah, apalagi kalau terjadi perdarahan pada kanker tersebut yang sangat sukar dihentikan.

Untuk menambah darah supaya mendekati atau kembali ke kadar normal, seringkali diperlukan transfusi darah. Namun kadangkala pemberian transfusi darah dapat menyebabkan efek samping yang dapat terjadi segera maupun kemudian, diantaranya adalah reaksi hemolisis karena tidak sesuai golongan darahnya, selain itu bisa terkena virus hepatitis, malaria.

Komplikasi akibat tindakan pemberian kemoterapi, radioterapi maupun bedah. Radiasi maupun kemoterapi dapat menyebabkan terjadinya penurunan kadar darah putih akibat penekanan fungsi sumsum tulang yang bisa menyebabkan infeksi dan kematian.

Tindakan bedah juga dapat mengakibatkan komplikasi seperti perdarahan, infeksi terutama pada penanganan kanker stadium lanjut, tergantung lokasi, jenis, ukuran kanker dan jenis operasi serta daya tahan penderita.

Diantara semua komplikasi tersebut, infeksi merupakan penyebab kematian paling utama pada penderita kanker disamping perdarahan. Sekitar 90 persen penderita kanker meninggal karena infeksi, perdarahan atau infeksi bersama-sama dengan perdarahan.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya kejadian infeksi pada penderita kanker antara lain karena: adanya luka lecet atau erosi pada kanker yang menyebabkan terbukanya kulit atau lapisan mukosa yang merupakan benteng pertahanan tubuh (barrier) yang melindungi tubuh dari dunia luar seperti pada kanker kulit, kanker usus, kanker kepala dan leher, kanker leher rahim.

Infeksi juga dapat terjadi karena adanya sumbatan akibat tekanan atau pertumbuhan kanker, seperti pada kanker paru, kanker prostat, kanker saluran cerna. Selain itu infeksi dapat terjadi karena penurunan daya tahan tubuh, tindakan pembedahan, tindakan diagnostik invasif, pemberian pengobatan suportif seperti pemberian makanan melalui infus maupun pemberian transfusi darah, juga bisa karena pemberian kemoterapi maupun radioterapi.

Pada kasus ibu, gejala-gejala yang diarasakan semua itu bisa saja terjadi akibat komplikasi pertumbuhan sel kanker pada leher rahim. Pada kanker leher rahim stadium lanjut, kanker dapat tumbuh meyusup (infiltasi) dan merusak jaringan dan organ sekitar seperti ke arah dubur, ke arah saluran kencing, maupun saluran kelenjar getah bening di daerah lipat paha, sehingga mengakibatkan terjadinya sumbatan pada saluran pembuangan kotoran dan saluran getah bening pada kaki, akibatnya terjadi kaki bengkak dan susah buang air besar, serta suasah buang air kecil. Karena kanker sudah stadium lanjut maka terjadilah gejala lemah ,lesu, tidak mau makan (anoreksia), penurunan berat badan tubuh

Pada kasus seperti ini, pengobatannya umumnya adalah pengobatan paliatif yang bertujuan memperbaiki keadaan umum dan mengurangi penderitaan, sementara penyakit kankernya sendiri sudah sulit untuk disembuhkan. Sebaiknya segeralah ke dokter agar segera diobati.

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab. Bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghubungi HP 081321862268 / 05617089720 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak (Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl.A.R Saleh (BLKI) No. A-5 Pontianak, Telp. 0561-583999..

Untuk konsultasi : 1. Klinik Bedah Onkologi RSUD Dr. Soedarso

2. Klinik Tumor dan Kanker Pontianak .

Dr.Yusuf Heriady SpB SpBOnK

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/kanker/kanker-stadium-lanjut-dapatkah-diobati-516/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.