December 27, 2007

Kencan Sesama Jenis

Tanya:

Pengasuh Yth. Sejak lima tahun belakangan ini, saya mengalami kelainan seks, usia saya sudah 25 tahun. Bukan karena frustasi terhadap perempuan, sejak kecil hingga usia saya 20 tahun saya laki-laki tulen. Ketika masih duduk di bangku SMA, tiga kali saya pacaran dengan perempuan dan pernah melakukan hubungan intim, umumnya pasangan saya mengakui kehebatanku di ranjang.

Tahun 1999, karena tidak mendapat pekerjaan, saya memutuskan kerja di salon atas ajakan teman. Karena umumnya teman yang kerja dan pemilik salon waria, maka pergaulan saya ikut berubah. Bukan hanya itu, hubungan seks saya juga demikian setelah suatu malam saya dikencani bosku.

Awalnya saya jijik dan memberontak, tetapi setelah kencan berikutnya, saya menikmatinya. Bahkan saya merasa lebih nikmat kencan dengan waria dari pada perempuan. Kencan dengan waria atau laki-laki lebih nikmat karena yang main adalah mulut dan anus. Sedangkan dengan perempuan umumnya tidak ada yang bisa tahan dengan permainan mulut.

Yang ingin saya tahu, apakah saya masih bisa kencan dengan perempuan atau bagaimana, tetapi kalau saya mesti jujur, nafsu saya pada perempuan sudah kurang. Saya pernah coba kencan dengan perempuan pekerja seks komersial tapi penis saya sangat sulit ereksi.

Bagaimana caranya agar saya bisa kencan dengan perempuan seperti sedia kala. Teman kencan saya bilang, kalau kencan sama laki-laki risiko terinfeksi HIV sangat kecil. Berbeda bila kencan dengan perempuan, risiko terkena HIV sangat besar. Saya mohon penjelasan. (Si, Pontianak)

Jawab:

Maaf, kami membatasi konsultasi hanya pada masalah HIV/AIDS. Pertanyaan ini terkait dengan aspek psikologis. Sebaiknya konsultasi dengan psikolog. Tapi, ada hal yang terkait langsung dengan HIV/AIDS yaitu tentang pernyataan teman kencanmu itu yang menyebutkan “kencan sama laki-laki risiko terinfeksi HIV sangat kecil, sedangkan kencan dengan perempuan risiko tertular HIV sangat besar”.

Informasi ini tidak benar karena setiap ada pergesekan penis dengan vagina atau dengan dengan dubur tetap ada risiko jika tidak memakai kondom. Bahkan, tingkat risiko penularan HIV jauh lebih besar jika penis yang tidak memakai kondom masuk ke dubur karena permukaan dan dinding lubang dubur kasar serta tidak ada cairan seperti pada vagina.

Selain itu perilakumu juga merupakan perilaku berisiko tinggi tertular HIV karena berganti-ganti pasangan, baik secara heteroseksual maupun homoseksual. Sebelum mencapai masa AIDS (antara 5 – 10 tahun) tidak ada gejala yang khas sehingga banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV.

Tapi, biar pun tidak ada gejala seseorang yang HIV-positif sudah bisa menulari orang lain, misalnya, melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom, heteroseks (laki-laki dengan perempuan), seks orang dan seks anal, serta homoseksual (laki-laki dengan laki-laki).

Team LSM Infokespro

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/hiv/kencan-sesama-jenis-223/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.