April 20, 2008
Kencing Terus dan Badan Kurus
Masalah :
Assalamualaikum Wr Wb
Dokter Zubairi Yth,
Saya pria umur 43 tahun. Pekerjaan saya loper. Sejak satu tahun lalu, punya keluhan yaitu kencing yang tidak wajar, dengan frekuensi sehari semalam kira-kira 40 kali. Selain itu, badan saya dari hari ke hari juga makin kurus. Usaha pengobatan sudah saya lakukan antara lain ke dokter urologi, rontgen, tes laboratorium, tes gula darah, dan periksa ke dokter penyakit dalam.
Ringkasnya, ginjal saya bagus. Insya Allah, saya juga selama setahun ini tidak pernah merasa lapar dan haus sebagaimana indikasi penyakit kencing manis. Perlu dokter ketahui, air kencing saya berwarna jernih dan hingga saat ini tidak merasa sakit, baik minum banyak atau sedikit. Kencingnya dalam sehari semalam tetap sama yaitu kira-kira 40 kali.
Keadaan ini membuat saya sangat tersiksa. Dalam satu tahun ini misalnya, saya tidak berani naik mobil karena takut tidak menemukan toilet. Sebab, 10-15 menit sekali saya mesti kencing. Saya pernah membaca di sebuah majalah mengenai penyakit bernama hipertrofi prostat. Apakah kira-kira saya menderita penyakit itu? Atau penyakit lain, misalnya kanker, karena saya pernah membaca bahwa orang yang sakit kanker itu badannya makin hari makin kurus. Mohon penjelasan dari dokter, terima kasih.
Mustofa
Muntilan, Jawa Tengah
Jawaban :
Waalaikumussalam Wr Wb
Pak Mustofa,
Tentu tersiksa sekali dan sangat tidak nyaman jika mengalami hal seperti Anda. Ada beberapa hal yang belum terungkap dari surat Anda, yaitu apakah jumlah air kencing setiap kali kencing itu banyak atau sedikit-sedikit? Kemudian, apakah jika terasa ingin kencing tidak dapat ditahan atau masih bisa ditahan? Juga pengobatan apa yang sudah Anda dapatkan selama ini. Walaupun demikian, saya akan mencoba menjawab beberapa kemungkinan penyebab keluhan Anda.
Banyak sekali kemungkinan penyakit yang menyebabkan keluhan seperti Pak Mustofa alami. Beberapa penyakit yang menyebabkan frekuensi kencing meningkat antara lain infeksi saluran kencing, kencing manis, pembesaran prostat jinak (kadang-kadang disebut juga hipertrofi prostat, walaupun sebagian ahli mengatakan istilah ini kurang tepat), kandung kencing aktif secara berlebihan, minum obat-obatan tertentu yang menyebabkan jumlah air kencing meningkat, diabetes insipidus, peradangan kronik pada kandung kemih, batu kandung kemih, dan beberapa penyakit saraf. Kanker prostat atau kandung kemih juga dapat menyebabkan keluhan ini, namun ini merupakan penyebab yang jarang terjadi. Dari surat Anda, kemungkinan kencing manis sudah disingkirkan.
Untuk mengetahui penyebabnya memang memerlukan pemeriksaan yang teliti dan evaluasi setiap tindakan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan.
Umumnya pembesaran prostat jinak dialami pria berusia lebih dari 50 tahun, walaupun ada beberapa kasus di bawah 50 tahun. Frekuensi buang air kecil pada pembesaran prostat jinak biasanya dirasakan meningkat pada malam hari. Rasa ingin buang air kecil sulit sekali ditahan, bila sudah ingin buang air kecil harus cepat-cepat ke kamar mandi. Biasanya perlu waktu beberapa saat sebelum air kencing keluar walaupun sudah terasa sekali ingin buang air kecil. Pancarannya pun berubah, lebih lemah dari biasanya dan biasanya harus mengedan pada saat buang air kecil. Bila sudah buang air kecil, terasa masih ada sisa atau belum lampias.
Pada pemeriksaan fisik oleh dokter, akan dilakukan pemeriksaan kandung kemih dengan cara diraba apakah kandung kemihnya penuh sebagai tanda sumbatan atau kosong. Untuk mengetahui apakah prostat Pak Mustofa membesar atau tidak, akan dilakukan pemeriksaan colok dubur. Dari pemeriksaan ini dapat diketahui ukuran prostat dan juga kecurigaan adanya kanker atau tidak. Selain itu, dapat juga untuk menilai kecurigaan adanya kelemahan saraf atau otot kandung kemih.
Untuk menilai pancaran pada saat buang air kecil, akan dilakukan pemeriksaan uroflowmetri, biasanya bersamaan dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) kandung kemih untuk menilai sisa urine setelah buang air kecil. Kadang-kadang tumor atau batu kandung kemih dapat terlihat juga saat pemeriksaan ini. Setelah itu akan dilakukan juga USG prostat untuk mengukur pembesaran prostat dan melihat kecurigaan adanya kanker. Dari pemeriksaan uroflowmetri dan USG ini dapat juga diketahui kemungkinan adanya kelainan saraf atau otot kandung kemih.
Pak Mustofa juga akan diminta untuk diperiksa darahnya, untuk melihat apakah kadar PSA (prostate specific antigen) meningkat atau tidak. Setelah semua itu lengkap, dokter akan menilai apakah ada kecurigaan kanker atau hanya pembesaran prostat jinak saja. Bila ada yang mencurigakan, dapat dilakukan biopsi prostat untuk memastikan ada atau tidaknya kanker. Bila dicurigai kandung kemih aktif secara berlebihan akibat adanya kelainan saraf atau otot kandung kemih akan dilakukan pemeriksaan yang lebih teliti, yang disebut pemeriksaan urodinamik.
Kemungkinan lain yaitu diabetes insipidus (bukan kencing manis/diabetes mellitus) adalah penyakit di mana ginjal tidak mampu menyerap air, sehingga air kencing dikeluarkan dalam jumlah berlebihan. Penyakit ini bisa disebabkan karena kekurangan hormon ADH (anti diuretic hormone) yang dikeluarkan otak atau kelainan di ginjal sendiri. Selain kencing sering dan dalam jumlah banyak, penderita juga selalu merasa kehausan. Jika kurang minum, dapat terjadi dehidrasi sampai kehilangan kesadaran. Untuk itu diperlukan pemeriksaan urinalisis, jumlah urine, dan pemeriksaan radiologik CT scan atau MRI untuk mengetahui adanya gangguan di otak.
Yang Pak Mustofa lakukan dengan datang ke dokter ahli urologi dan dokter ahli penyakit dalam sudah tepat. Saya rasa beberapa kemungkinan penyakit sudah dapat disingkirkan, tapi mungkin masih perlu pemeriksaan lanjutan seperti yang sudah saya ceritakan di atas. Memang semua pemeriksaan itu cukup melelahkan dan juga memakan biaya, namun mengingat keluhan yang diutarakan Pak Mustofa cukup mengganggu, menurut saya sebaiknya pemeriksaan tersebut diusahakan untuk dikerjakan, konsultasikan dengan dokter Anda.
dr Zubairi Djoerban
Sumber : Republika Online
Tags: Diabetes Insipidus, Dr Zubairi Djoerban, Republika Online






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.