July 2, 2008
Sering Bersin Kalau Pagi Hari
Tanya :
Ass dok, saya mempunyai anak remaja pria berusia 15 tahun. Beberapa minggu ini dia sering batuk dan bersin kalau pagi subuh. Dia juga sering mengeluh cepat lelah kalau berjalan jauh. Kami sudah ke dokter dan anak saya dikatakan menderita asma padahal dia tidak pernah sesak dan tidak ada keturunan asma di keluarga kami. Mohon penjelasannya dok. Terima kasih
Ny. Mm, Siantan
Jawab :
Waalaikumsalam wr wb. Asma adalah penyakit radang kronik saluran napas dan seperti penyakit kronik lainnya asma tidak dikatakan sembuh tetapi terkontrol. Serangan asma terjadi karena adanya reaksi alergi berat sehingga saluran napas menjadi sembab dan tersumbat oleh mucus atau lendir dan lapisan dinding saluran napas menjadi meradang dan menyebabkan saluran napas menjadi semakin sempit sehingga sulit untuk bernapas.
Gejala dan tanda asma yang ringan hanya berupa batuk-batuk berdahak atau tanpa dahak saja. Batuk biasanya muncul pada malam dan dini hari. Serangan terjadi bila ada faktor pencetus. Faktor pencetus bisa bermacam-macam, bisa dari luar seperti perubahan cuaca (dingin, hujan, panas), debu, polusi udara seperti asap kendaraan atau asap rokok, zat kimia dari obat nyamuk, wangi-wangian atau bebagai jenis makanan.
Dari dalam tubuh bisa berupa infeksi virus( yang paling sering), sinusitis ataupun stress sampai perubahan hormonal seperti saat menstruasi. Semua faktor pencetus bersifat individual artinya setiap orang mempunyai faktor pencetus masing-masing yang khas yang berbeda dengan orang lain.
Serangan asma yang lebih berat yaitu rasa sesak dan berat di dada, batuk, dan terdengar bunyi mengi saat mengeluarkan napas sampai bisa terjadi penurunan kesadaran karena kurangnya oksigen. Risiko terjadinya asma paling tinggi pada anak-anak dengan riwayat alergi pada keluargadan setelah berusia lebih dari 65 tahun.
Umumnya asma dimulai saat kanak-kanak dengan kebanyakan anak-anak mendapat serangan asma pertama kali sebelum berusia 5 tahun dan akan berkurang ataupun bertambah buruk sampai menjelang dewasa.
Walaupun demikian asma dapat juga ditemukan pada segala usia dan paling sering pada dewasa dengan riwayat alergi ataupun kecenderungan genetic karena system imun yang supersensitive. Asma terbagi menjadi 2 tipe yaitu intrinsic, yaitu asma yang umumnya berkembang saat masa dewasa dan tidak ada penyebab ekternal seperti alergi.
Tipe asma ini berkembang karena infeksi saluran napas yang berulang seperti sinusitis dan bronchitis. Asma tipe ini biasanya dipicu oleh perubahan cuaca, olah raga, stress dan panik, serta pajanan zat kimia. Tipe kedua adalah asma ekstrinsik yang disebabkan kondisi alergi dan bisa dideteksi dengan ditemukannya peningkatan nilai serum antibody alergi di tubuh (IgE). Asma tipe ini biasanya dicetuskan oleh infeksi saluran napas (batuk, influenzae), polusi udara karena rokok atau pun alergi makanan seperti MSG atau obat tertentu (golongan aspirin).
Faktor genetic adalah bakat yang ada pada seseorang yang ditandai terdapatnya gen tertentu pada seorang pengidap asma. Gen ini biasanya didapat dari faktor yang diturunkan dari keturunan di atasnya seperti orang tua dan lain-lain. Untuk menjadi asma harus ada faktor pencetus.
Tanpa faktor pencetus serangan asma tidak akan terjadi walaupun seseorang mempnyai riwayat keturunan asma. Pengobatan untuk asma yang utama adalah dengan menghindari faktor pencetus baru kemudian obat-obatan. Obat asma terdiri dari pelega dan pengontrol ataupun pencegah.
Pada asma yang ringan dengan serangan sangat jarang, cukup haya dengan obat pelega saja. Untuk asma berat dengan serangan minimal 2 kali seminggu harus mendapat obat pelega dan pencegah sekaligus. Obat pelega adalah obat obat yang berfungsi melebarkan saluran napas yang sempit pada saat serangan asma terjadi.
Obat ini digunakan hanya pada saat serangan saja bisa pada saat serangan ringan seperti batuk-batuk ataupun saat serangan berat seperti sesak napas dan mengi. Sedangkan obat pencegah ataupun pengontrol adalah obat yang berfungsi mempertahankan saluran napas agar tetap lega dan terbuka setelah menda[pat obat pelega. Obat ini digunakan rutin setiap hari.
Penggunaan obat asma dapat berupa suntikan, infus, diminum, dihisap ataupun disemprotkan. Untuk penggunaan di rumah dianjurkan untuk menggunakan obat semprot ataupun hisap dengan pertimbangan karena obat ini langsung masuk ke saluran napas, dosis lebih kecil sehingga mengurangi efek samping dan obat bekerja setempat atau topikal yaitu memang hanya di saluran napas dan tidak melalui sistemik ataupun pembuluh darah sehingga efek samping akan leibh kecil dibandingkan obat yang diminum.
Asma dikatakan terkontrol bila bebas dari gejala asma, tidak ada gangguan aktivitas sehari-hari, tidak ada gangguan serangan asma saat tidur dan tidak menggunakan obat pelega lagi serta pada pemeriksaan fungsi paru normal. Untuk kasus anak ibu, sebaiknya ditelusuri di riwayat keluarga apakah ada keturunan alergi atau tidak. Alergi bisa berupa bersin karena debu, cuaca ataupun alergi makanan.
Atau apakah anak anda sering batuk berulang atau pilek menahun sejak kecil sehingga ada kemungkinan termasuk tipe asma intrinsik. Bila memang ada, sebaiknya kenali faktor pencetus apa yang menyebabkan terjadinya serangan asma pada anak ibu dan berusahalah untuk menghindari faktor pencetus tersebut selain menggunakan obat-obatan. Semoga bermanfaat.
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Pontianak Post Online, Sering Bersin, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.