April 29, 2008

Empat Bulan Pasca Melahirkan ASI Sudah Habis?

Masalah :

Dok, saya baru empat bulan lalu melahirkan anak pertama. Saya melahirkan normal dan anak saya sehat, bahkan kini cenderung gemuk.

Yang menjadi masalah, kenapa ya ASI saya sangat kurang, malah nyaris tidak ada? Padahal, saya sudah berusaha mengonsumsi berbagai makanan yang katanya dapat memperbanyak jumlah ASI, tapi hasilnya nihil. Oleh karena itu, saya memberi bayi saya susu formula. Saya menyesal sekali Dok, tapi apa boleh buat.

Apa sebabnya ASI saya begitu sedikit? Apakah jika kelak saya punya anak lagi, kejadiannya akan berulang?

Atas perhatian Dokter, saya ucapkan terima kasih.

Ny. Tine di Bekasi

 

Jawaban :

Ibu Tine di Bekasi,

Syukur Ibu menyadari pentingnya ASI bagi bayi Ibu.

Seharusnya, setiap ibu dapat menyusui bayinya sebagaimana makhluk menyusui lainnya (sapi, kucing, tikus, dll.) yang dikodratkan memberi makan bayinya dengan susunya. Malah zaman dahulu hanya ada ibu sesusuan, tidak ada susu formula. Sekarang karena manusia "pintar", ia membuat ibu hamil dan bayi menjadi "komoditas". Oleh karena itu, susu formula menjadi penting dan sering membuat persepsi ibu-ibu salah, menganggap susu formula itu lebih baik daripada ASI dan modern.

Banyak hal yang dapat menghambat lancarnya ASI, antara lain tidak segera menyusui (inisiasi dini), bayi dipisahkan dari ibunya selama di rumah sakit/tidak rawat gabung, menyusui dijadwal (harusnya semau bayi), bayi diberi cairan lain selain susu ibu (misalnya air tajin, susu formula, madu).

Bayi yang sudah terbiasa minum dengan dot juga dapat mengalami "bingung puting". Dengan susu botol, bayi tinggal mangap dan cairan susu formula keluar, tinggal ditelan. Di depan payudara ibunya bayi sudah membuka mulut namun tidak ada ASI yang keluar, jadi bayi bingung atau marah. Melihat bayinya tidak mau minum atau menangis, ibu menjadi panik dan segera mengambil kesimpulan bahwa bayinya tidak mau ASI. Seringnya suami ikut panik, demikian juga ibu dan ibu mertua, merasa khawatir bayinya sakit karena menangis dan tidak mau ASI. Akhirnya, sang ibu mengalah dan memberi susu formula.

Sebetulnya Ibu masih dapat menyusui kembali (relaktasi) dengan rajin memberikan ASI langsung dari payudara dan jangan memberikan formula memakai dot, pakai saja sendok kecil. Semakin sering ASI dikeluarkan dan semakin sering payudara diisap, akan semakin banyak produksinya.

Insya Allah bila Ibu melahirkan lagi dan mengikuti apa yang digariskan alam, segera menyusui bayi Ibu. Bayi jangan dipisahkan, menyusui tanpa dijadwal (Sunda: ngek-nyong), sama sekali tidak memberi cairan lain, dan tidak cepat terpengaruh susu formula. Dengan cara ini bayi Ibu akan dapat menyusu ASI sampai dua tahun. Jangan segan meminta bantuan para pakar di klinik laktasi yang ada di hampir semua rumah sakit bersalin.

Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

 

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://konsultasikesehatan.epajak.org/asi/empat-bulan-pasca-melahirkan-asi-sudah-habis-434/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Made with WordPress and an easy to use WordPress theme • Sky Gold skin by Denis de Bernardy