May 15, 2008
Konsultasi AIDS TKI dan AIDS
Tanya:
Pengasuh Yth. Saya seorang laki-laki dan bekerja sebagai tenaga kerja ilegal (TKI) di Sandakan, Malaysia. Saya juga pernah bekerja di Kualampur. Saya bekerja sebagai TKI selama 10 tahun, usia saya saat ini 30 tahun dan sudah jadi TKI sejak usia 20 tahun. Kini saya sudah punya istri tetapi belum punya anak, sudah 3 kali istri saya keguguran pada saat kandungannya masih berusia muda.
Selama di Sandakan dan Malaysia saya sering kencan dengan pekerja seks komersial yang banyak tersedia di hotel atau wisma. Empat tahun menjadi TKI saya menikah dengan wanita dari Lahadato, Malaysia. Kendati sudah nikah saya tetap suka kencan dengan PSK karena istri saya sangat monoton dalam bercinta.
Sedangkan saya yang terbiasa kencan dengan PSK suka melakukan berbagai gaya dalam bercinta. Saya pernah meminta pada istri saya agar mau melakukan hubungan badan sesuai dengan fantasi saya, tapi dia tidak mau. Makanya saya pilih mencari kepuasan di luar rumah.
Setahun sebelum nikah saya pernah terkena penyakit kelamin. Penis saya membengkak tapi saya tidak periksa ke dokter. Menurut keluarga dan teman ada yang sakit hati padaku sehingga menyantetku. Setelah ke dukun jawabannya juga sama saya terkena santet sehingga penyakit saya tidak pernah diperiksa ke dokter. Saya sakit kelamin selama lima bulan dan pernah kencing nanah. Berkat obat dari dukun penyakit itu sembuh.
Sejak penyakit kelamin saya sembuh tubuhku yang dulunya gemuk mulai kurus hingga kini. Terkadang saya demam dan batuk-batuk tetapi setelah minum obat terkadang saya sembuh, tapi penyakit itu selalu mengorogotiku bahkan hampir setiap bulan. Itu terjadi sejak hampir setahun belakangan ini.
Yang ingin saya tahu: (1) Apakah ciri-ciri yang pernah saya alami pertanda bahwa saya HIV-positif? Kalau ternyata saya HIV-positif: (2) Apakah saya bisa sembuh dan punya anak? Saya juga ingin tahu: (3) Apakah karena saya pernah sakit kelamin sehingga kehamilan istri saya tidak bisa bertahan.
B, Pontianak
Jawab:
Perilakumu membahayakan dirimu dan istrimu. Apakah selama ini kau tidak tahu kalau perilakumu itu merupakan kegiatan yang berisiko tinggi tertular HIV? Baiklah. Lupakan masa lalu. Buka lembaran baru hindari perilaku berisiko yang selama ini kau lakukan.
Biar pun ‘penyakit di kelaminmu’ sudah sembuh tapi karena sering kambuh akan lebih baik kalau kau berobat ke dokter karena siapa tahu sumber penyakit yang sering kau derita ada kaitannya dengan penyakit di kelaminmu.
Kalau pemeriksaan dokter menunjukkan penyakit itu PMS maka hal itu menunjukkan kau sudah melakukan hubungan seks yang berisiko tinggi yaitu tidak memakai kondom ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti. Jika salah satu di antara pasanganmu HIV-positif maka kau juga berisiko tertular HIV.
(1) Tidak ada ciri-ciri, gejala-gejala, atau tanda-tanda pada fisik yang terkait langsung dengan HIV/AIDS. Seseorang yang mengalami gejala-gejala tertentu, seperti demam panas, PMS, batuk-batuk, dll. bisa terkait dengan HIV/AIDS jika dia pernah melakukan perilaku berisiko tinggi tertular HIV yaitu (1) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti, (2) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan seseorang yang suka berganti-ganti pasangan (seperti dengan pekerja seks perempuan atau waria), (3) menerima transfusi darah yang tidak diskrining, dan (4) memakai jarum suntik secara bersama-sama dengan bergiliran. Nah, apakah Anda pernah melakukan salah satu dari perilaku ini? Kalau jawabannya, YA, maka kau berada pada risiko tinggi tertular HIV. Sebaliknya kalau jawabannya, TIDAK, maka kau tidak berisiko tertular HIV.
(2) Sampai sekarang belum ada obat untuk menyembuhkan AIDS dan belum ada pula vaksin yang dapat mencegah seseorang tertular HIV. Jadi, kalau seseorang tertular HIV maka selama hidupnya HIV terus berkembang biak di dalam darahnya. Obat yang ada sekarang adalah obat antiretroviral (ARV) yang berguna untuk menekan pertumbuhan HIV di dalam darah agar kekebalan tubuh bisa terjaga sehingga tidak mudah diserang penyakit. Soal punya anak bisa karena sperma tidak mengandung HIV. Namun, harus melalui proses bayi tabung asalkan istrimu HIV-negatif. Spermamu yang baik dipisahkan dari air mani kemudian dibuahi dengan indung telur istrimu.
(3) Maaf, Pengasuh Yth ini tidak bisa kami jawab karena bukan masalah HIV/AIDS. Pergilah ke dokter kandungan atau ginekolog.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: AIDS TKI, Pontianak Post Online, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.